Bu Saeni dan Razia di Bulan Ramadan

Oleh: Junaidi Khab

Junaidi Khab

Junaidi Khab

Peristiwa yang menimpa Bu Saeni sebenarnya bukan peristiwa baru. Namun, hal itu klise yang kebetulan mencuat ke permukaan. Ketika mendengar tentang razia warung makan yang buka di siang hari bulan Ramadan, saya merasa geli mendengarnya. Ada sebuah anggapan, tindakan tersebut benar untuk menghormati orang yang sedang berpuasa. Namun, secara umum masyarakat Islam yang sudah benar-benar paham tentang Islam, tampak biasa-biasa saja meski ada warung nasi buka di siang bulan Ramadan. Bahkan, sedikit pun di dalam al-Quran tidak ada larangan bagi orang yang buka usaha. Di dalam al-Quran yang dilarang berjualan bagi umat Islam ketika masuk khutbah Jumat dimulai (baca: surah al-Jumu’ah ayat 9).

Dulu, razia warung yang buka di siang hari pada bulan Ramadan dilakukan langsung oleh “satuan polisi pamong praja” Front Pembela Islam (FPI). Sebagai organisasi keislaman yang membela Islam (katanya), FPI sangat tidak mendukung atas warung-warung makan yang berjualan di siang bulan Ramadan. Namun, tindakannya mendapat kecaman dari berbagai kalangan. Tindakanan anarki yang sangat mencolok menjadi salah satu faktornya. Terlebih, di dalam Islam tidak ada larangan tentang buka warung makan di siang bulan Ramadan. Dalam pandangan saya, dari hasil banyak diskusi, tindakan tersebut merupakan tindakan yang berdasar pada pemahaman Islam yang terlalu sempit.

Kembali pada kasus razia warung makan Bu Saeni. Pada mulanya yang mencuat tentang peraturan daerah dan syariat Islam. Sebagian orang mengatakan bahwa bagi orang yang tidak berpuasa harus menghormati orang yang berpuasa, maka logika terbalik dan terbaik yaitu orang yang berpuasa harus mampu menghormati orang yang tidak berpuasa. Di sini lah hikmah puasa bagi mereka yang berpikiran luas tentang substansi dari puasa itu sendiri. Selain itu, di Indonesia secara umum masyarakatnya bukan hanya umat Islam saja, ada banyak agama yang tentunya tidak melaksanakan puasa seperti umat Islam di bulan Ramadan.

Jika razia warung Bu Saeni yang buka di siang bulan Ramadan di-Perda-kan, maka warung-warung makan lainnya harus mendapat perlakuan yang sama. Semestinya orang yang tidak shalat ke masjid ketika adzan berkumandang juga harus di-Perda-kan. Misalkan, “Ketika adzan berkumandang, seluruh masyarakat harap melakukan shalat ke masjid. Bagi siapa yang tidak melaksanakan, maka dipidanakan dengan kurungan tujuh tahun penjara dan atau dikena denda satu miliar rupiah”. Perda (peraturan daerah) tentang razia warung makan yang buka di siang bulan Ramadan yang dikeluarkan oleh pemerintah kota Serang ini memang aneh.

Dari berita yang beredar, kasus Bu Saeni yang pada mulanya mendapat simpati dari berbagai kalangan, kini Bu Saeni harus dihujat katanya. Bukan persoalan toleransi, Perda, dan syariat Islam, namun tentang kekecewaan para donatur yang mengetahui bahwa Bu Saeni ternyata bukan orang miskin. Bu Saeni katanya memiliki beberapa warung makan dan usaha lainnya. Saya hanya melongo dan heran. Orang Indonesia kok bermental begitu, ya? Bersedekah benar-benar setengah hati. Lalu, saya punya anggapan bahwa orang Indonesia itu mau mengeluarkan sebagian dari kekayaannya hanya bagi orang yang dirasa tertindas. Nah, mungkin masyarakat miskin dan orang-orang yang meminta di jalan itu perlu dirazia dan ditindas dulu agar hati masyarakat Indonesia tergarak dan mau mendonasikan sebagian hartanya kepada orang-orang miskin. Paradoks!

Substansinya, sebagian besar warung makan tutup bukan menghormati orang berpuasa atau orang yang tidak berpuasa. Satu alasan warung makan secara umum di Indonesia tutup, karena pelanggannya rata-rata puasa. Sehingga, jika buka warung makan pada siang hari, kemungkinan besar makanan yang dijual tidak akan laku. Selain itu, berjualan di siang bulan Ramadan tidak ada larangan menurut syariat Islam. Bisa saja yang beli itu memang orang yang tidak berpuasa seperti umat yang beragama lain, perempuan yang berhalangan, musafir, atau lainnya.

Surabaya, 18 Juni 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: