Teori Big Bang di dalam al-Quran

Oleh: Junaidi Khab

Junaidi Khab

Junaidi Khab

Ketika masuk semester pertama kuliah di UIN Sunan Ampel Surabaya (pada waktu itu akhir tahun 2010 masih berstatus IAIN), saya diajarkan tentang penciptaan bumi. Dalam sebuah teori disebutkan ada ledakan besar sebelum bumi menjadi seperti yang kita tempati pada saat ini. Istilah atau teori itu disebut big bang atau ledakan dahsyat. Nah, mengenai teori tersebut sebenarnya sudah dijelaskan di dalam al-Quran surah al-Anbiya’ ayat 104.

Saya menemukan ayat tersebut ketika mencari firman Tuhan tentang kaum sodomi umat nabi Lut alaihi al-salam. Amin. Hal ini saya lakukan terkait dengan peristiwa Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) yang marak pada Februari 2016. Namun, ketika buka surah al-Anbiya’, saya menemukan surah yang langsung nyambung dengan ingatan semenjak semester satu. Pada hakikatnya, teori tersebut (big bang) bukan teori baru. Namun, big bang bagi saya merupakan sebuah bagian dari ilmu pengetahuan yang mencoba untuk menggali lebih dalam tentang al-Quran surah al-Anbiya’ ayat 104. Ayat tersebut berbunyi:

يَوْمَ نَطْوِى السَّمَاءَ كَطَيِّ السِّجِلِّ لِلْكُتُبِ, كَمَا بَدَأْنَا اَوَّلَ خَلْقٍ نُعِيْدُهُ, وَعْدًا عَلَيْنَا, اِنَّا كُنَّا فَاعِلِيِنَ. (الأنبياء, ١٠٤

Pada hari langit Kami gulung seperti menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya lagi. Janji yang pasti Kami tepati, sungguh Kami akan melaksanakan.” (Para Nabi, 104).

Secara tersurat ayat tersebut memang tidak menceritakan secara langsung tentang penciptaan bumi. Namun, diceritakan tentang penghancurannya yang mirip seperti melipat kertas buku. Gambaran saya, dilipat dalam hal ini dikocar-kacirkan dan diacak sedemikian rupa. Gambaran hari penghabisan ini, Tuhan menyampaikan sama seperti ketika pada mulanya bumi diciptakan. Tentunya mengambil ibarat bumi dihancurkan, dikocar-kacirkan dan diacak-acak hingga hancur berantakan. Hal itu sesuai dengan teori big bang.

Dan Tuhan telah berjanji. Dia akan menepati janjinya, yaitu akan mengulang kembali kejadian yang dialami bumi pada awal permulaan dicipatakannya. Tentunya dihancurkan. Di sini, kita sudah disodori teori big bang yang telah relevan dengan al-Quran surah al-Anbiya’ ayat 104. Namun kita tidak mau beriman dengan hari akhir (kiamat)? Kita telah melihat buktinya, tapi jika kita tidak beriman dengan hari penghabisa (kiamat), maka kita termasuk orang yang bodoh dan rugi. Mari kita mengimani hari kiamat dengan melakukan segala perbuatan baik dan mengikuti perintah Tuhan dan menjauhi larangan-Nya. (*)

CATATAN: Boleh disalin dengan menyebutkan penulis dan sumbernya.

Surabaya, 20 Februari 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: