Penulis yang Memberikan Hadiah Buku

Junaidi Khab

Junaidi Khab

Pada Jumat, 7 Agustus 2015 resensiku dimuat di Harian Analisa, Medan. Resensi tersebut berjudul “Menyelami Hakikat Pelaksanaan Umrah” atas buku yang berjudul “99 Days Umratan; Perjalanan Spiritual ke Tanah Nabi” karya mbak Ratna Dks. Kemudian, pada 11 Agustus 2015 aku mendapat pesan via FB. Isinya salam, perkenalan, dan ucapan terimakasih. Dari siapa? Dari seorang perempuan kreatif tentunya. Mbak Ratna Dks. Si penulis buku tadi.

Di tengah perkenalan, dia minta alamatku. Tapi, aku sedikit tidak langsung merespon. Malu rasanya, karena aku tahu dia pasti mau memberikan sesuatu karena sudah meresensi bukunya. Akhirnya, aku berikan alamat surat-menyurat pada mbak Ratna Dks. Tidak seberapa lama, kiriman dari Sumatera pun datang dengan selamat. Aku yakin, dia akan memberikan hadiah buku. Benar dugaanku, buku itu berjudul “Benci tapi Cinta; Kebahagiaanku itu darimu dan untukmu…” Kulihat di dalam buku itu, ada tanda tangannya. Jarang aku mendapat hadiah semacam ini. Bukan hanya jarang, tapi bisa dikata tidak pernah.

Kemudian, pada Jumat, 04 September 2015 resensi atas buku “99 Days Umratan; Perjalanan Spiritual ke Tanah Nabi” dimuat kembali di koran Koran Madura, Madura. Resensi tersebut berjudul “Kisah dan Hikmah Perjalanan Umrah”. Tentunya dengan ulasan sisi menarik yang berbeda dengan resensi sebelumnya. Lalu, hari ini Selasa, 08 September 2015 aku mengirimkan link yang memuat resensi buku mbak Ratna via FB.

Begitu perkenalanku dengan mbak Ratna Dks. Aku merasa senang dan tiba-tiba curhat padanya tentang pertemanan yang di-unfriend oleh salah satu penulis. Aku sedih ketika tahu kalau aku di-unfriend. Padahal aku senang berteman dengan para penulis. Toh, meskipun di dunia maya. Mungkin saja bukan itu saja yang meng-unfriend pertemananku di FB. Kemarin-kemarin aku juga pernah di-unfriend oleh salah satu tokoh (bagiku) dan penulis buku juga, karena berbeda pendapat tentang tema OSCAAR (Orientasi Cinta Akademik dan Almamater) “Tuhan Membusuk” fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya. Sekaliber beliau masih seperti uring-uringan hingga meng-unfriend aku karena berbeda pendapat. Penulis sejati atau anggap lah ulama atau anggap cendikiawan tidak harus demikian caranya jika berbeda pendapat. Sebenarnya saya terpukul di-unfriend olehnya. Tapi, apalah daya. Tuhan Yang Mahatahu yang tahu segalanya isi hati.

Atas kejadian tersebut, aku jadi enggan yang mau membaca karya-karyanya. Katanya menarik ide karya-karyanya, tapi orangnya memiliki sikap semacam fanatisme yang tinggi. Malah aku juga ikut fanatik juga dengan enggan membaca karyanya. Sebenarnya, aku masih ingin membaca karya-karyanya. Namun, cara memasarkannya yang tidak aku suka. Pada awalnya berbicara dengan nada idealisme, namun pada akhirnya mempromosikan buku-bukunya. Bagiku sih kurang menarik caranya. Ketika kubaca komentar teman-teman tentang promosi bukunya yang didahului dengan pernyataan-pernyataan ideal, banyak di antara mereka yang mencibir karena mula-mula dikagumi sebab pembicaraannya memukau dengan idealisme yang tinggi. Tapi pada akhirnya promosi buku yang dimiliki.

Kepada teman-teman penulis lainnya yang kukenal di dunia maya FB, terimakasih telah sudi berteman denganku yang masih bau kencur dalam dunia tulis-menulis. Semoga saja aku tidak di-unfriend lagi hanya karena alasan yang kurang jelas. Aku ingin belajar kepada mereka meski di dunia maya. Semoga pertemanan di FB memberikan berkah bagiku dan bagi mereka yang mau berteman serta aku bisa berbagi.

Selama aku menulis resensi dan meresensi buku, hanya mbak Ratna Dks. yang mengapresiasiku dengan memberikan hadiah. Ada juga penulis yang memberikan buku padaku untuk dibaca dan diresensi, sebelumnya aku tidak pernah meresensi buku-buku atau karya-karyanya. Dengan baik hati dia menawarkan dan memberikan buku padaku. Mohon maaf mas Bambu Cahyadi, buku anda belum sempat saya resensi yang dikirim sekitar 17 Maret 2014. Aku terima saja tawaran dan pemberiannya. Terimakasih semoga saja mas Bambu Cahyadi selalu diberkahi oleh-Nya. Amin.

Itu sekelumit kisah perjalanan kepenulisanku tentang dunia buku dan resensi hingga apresiasi. Jika ada yang merasa tidak enak dengan catatan ini, mohon komentar sebaik dan selayaknya diedit sedemikian rupa agar lebih baik. Mohon maaf atas seluruh teman-teman dunia maya dan teman-teman dunia nyataku.

Surabaya, 08 September 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: