Menyembuhkan Penyakit Leher (Kram)

Junaidi Khab

Junaidi Khab

Kadang kita merasa sakit di bagian leher. Tepatnya bagian samping leher, baik samping kanan atau kiri. Sehingga membuat kita sulit untuk menoleh. Biasanya, jika bagian leher kanan yang sakit, kita kesulitan untuk menoleh ke arah kanan. Begitu pula sebaliknya, jika bagian leher kiri yang sakit, kita kesulitan untuk menoleh ke arah kiri. Terasa sakit dan seakan-akan ada otot yang terpelintir di dalamnya. Hal demikian biasanya terjadi agak sedikit lama dan membuat diri kita tidak nyaman, kadang sampai badan terasa panas. Tentu kita tidak menginginkan hal demikian.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan leher kram. Pertama, kesalahan ketika tidur. Hal ini pernah aku alami sendiri juga oleh teman-teman yang pernah mengeluh sakit leher kepadaku. Aku pun menyarankan agar tidur dengan posisi yang benar agar otot-otot di bagian leher atau bagian tubuh lainnya tidak geser atau terpelintir. Kedua, olahraga yang tidak memerhatikan gerak otot (tidak sesuai dengan prosedur). Olahraga yang biasanya rentan membuat leher kram yaitu angkat barbel, baik dengan satu tangan atau dua tangan seperti angkat besi. Hal ini juga pernah aku alami ketika mengangkat barbel sesuka-suka. Ternyata leherku kram, sakitnya bukan main hingga badan terasa panas. Ketiga, duduk yang terlalu lama. Penyebab ketiga ini juga pernah kualami. Duduk terlalu lama bukan hanya bisa menyebabkan kram bagian leher, juga pinggang terasa diremas-remas, begitu pula punggung, dan kaki seakan kemeng (bhs. Jawa). Itu beberapa penyebab leher kram yang pernah aku alami.

Nah, kita juga perlu tahu cara mengobati leher yang kram akibat salah tidur, olah raga yang tidak sesuai dengan prosedur, dan duduk yang terlalu lama. Ada beberapa cara yang pernah kulakukan untuk menghilangkan (mengobati) leher yang kram. Cara-cara ini merupakan pengalaman pribadi dan sepertinya di rumah sakit umum tidak ditemukan resep yang demikian. Mungkin kalau ke rumah sakit umum kita hanya akan disuntik dengan penghilang rasa nyeri atau diberi obat penghilang rasa sakit yang efeknya bisa kambuh lagi jika penawar itu sudah habis jangkanya. Namun, terapi alami yang pernah kulakukan dan manjur untuk mengobati leher yang kram dengan izin Tuhan, mungkin bisa dipraktekkan kapan saja tanpa harus bergantung pada obat-obatan modern dan untuk menghemat uang.

Pertama, memijat otot bagian belikat kanan-kiri di punggung dengan perlahan ke atas ke bawah atau sebaliknya. Jangan sampai memijat ke kiri-kanan, kata orang tuaku yang ahli memijat tidak baik untuk mengembalikan otot yang lengser. Lebih mantap jika menggunakan balsem atau pemanas yang menjadikan kulit dan otot terasa nyaman. Tapi, jangan pakai cabe atau sambal ya. Ketika dipijat, posisi tubuh harus dalam keadaan tengkurap dan kepala tidak boleh miring serta dengan menengkurapkan kedua tangan di sisi tubuh kita agar pergerakan otot bisa seimbang dan lentur.

Kedua, memijat otot bagian pinggang. Salah satu alasan memijat otot di bagian pinggang karena otot terkuat untuk berdiri adalah pinggang. Begitu pula salurannya ke bagian belikat dan leher, alias ke bagian atas tubuh kita (manusia). Posisinya tetap sama dengan posisi pijat pada bagian pertama.

Ketiga, memijit bagian leher yang sakit (kram). Tapi ini cuma untuk menambah rasa nyaman karena pijatan. Kurang menjamin kesembuhannya jika dipijat bagian leher yang sakit. Setelah cara yang pertama hingga ketiga selesai, biarkan tubuh tetap santai dalam keadaan tengkurap. Baru setelah itu, tidur telentang dengan santai. Tangan dijulurkan di samping tubuh agar otot-otot kembali normal.

Keempat, ini adalah cara terakhir jika aku tidak ada orang (teman) yang bisa diminta bantuan untuk memijat. Meskipun aku kadang juga memijat sebisa mungkin di bagian leher yang sakit untuk menambah rasa nyaman. Cara yang keempat yaitu, membaringkan tubuh dengan posisi telentang. Kedua tangan diletakkan di samping tubuh dan kepala tegak lurus atau bersedekap. Sedikit dan perlahan menarik kepala dengan mengangguk pelan-pelan, jika terasa sangat sakit cukup telentang saja tanpa menarik kepala dengan menundukkannya. Hal demikian kulakukan untuk menarik otot yang kemungkinan besar bergeser agar kembali ke tempat asal. Cara demikian sering kulakukan hingga tertidur, dan hasilnya leherku sembuh dari kram. Ini caraku, bisa dipraktekkan juga bisa tidak. Jika tidak sembuh-sembuh ulangi lagi dengan tenang dan perlahan. Jika tidak sembuh, dengan sendiri juga akan sembuh. Penyakit semacam ini sering kualami.

Penyakit leher kram bisa dihindari dengan tidur dengan posisi yang benar. Telentang dengan membebaskan tangan lepas di sebelah tubuh kita atau disedekapkan di atas dada. Atau tidur miring ke sisi kanan (sebagaimana anjuran nabi Muhammad Saw.) dengan tujuan bukan hanya menghindari leher kram, tapi kondisi lambung, jantung (hati), dan paru-paru tidak tertindih oleh tubuh. Berolahraga dengan santai dan rileks mengikuti prosedur yang benar. Duduk dengan tetap memerhatikan situasi tubuh dan sendi-sendi tulang agar tidak berpengaruh pada pergeseran otot. Mungkin demikian yang bisa kubagikan. Jika terjadi hal di luar dugaan, segera pergi ke spesialis yang lebih ahli dariku. Semoga bermanfaat. Amin.

Surabaya, 26 Agustus 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: