Menjadi Supervisor yang Profesional

Kabar Madura: Selasa, 25 Agustus 2015

How To Become A Great Supervisor (Junaidi Khab)

How To Become A Great Supervisor (Junaidi Khab)

Judul               : How To Become A Great Supervisor

Penulis             : Andin Andiyasari dan Ardiningtiyas Pitaloka

Penerbit           : Metagraf (PT Tiga Serangkai)

Cetakan           : I, Oktober 2014

Tebal               : vi, 378 hlm.; 19 cm

ISBN               : 978-602-9212-21-1

Peresensi         : Junaidi Khab*

Memasuki pintu gerbang dunia kerja seseorang mungkin pada awal mula jika tidak memiliki pengalaman atau kemampuan di bidang yang akan digeluti tentu sangat berat sekali. Apa pun profesi yang akan menjadi tugasnya, keharusan untuk pandai dan ulet memaksanya agar profesional dan andal. Lebih-lebih menjadi seorang supervisor yang bertugas meliputi mengawasi, mengendalikan, membawahi, mengurus, atau mengelola suatu tim kerja. Di sinilah langkah dan strategi tersebut perlu dipelajari dan dikuasai dengan sebaik mungkin.

Jika komitmen untuk menjadi seorang supervisor yang andal dan profesional benar-benar dibutuhkan, tidak salah belajar strategi-strateginya agar apa yang kita inginkan tercapai dan berhasil. Kehadiran buku yang berjudul “How To Become A Great Supersvisor” merupakan sebagai guru sekaligus pemandu agar berhasil menjadi seorang pengawas sebuah tim dalam suatu perushaan atau organisasai.

Secara khusus, supervisor itu memiliki tugas utama. Dengan tugas itu suatu perusahaan atau organisasi bisa bangkit dan maju. Tugas utama tersebut yaitu menerjemahkan dan menyampaikan kebijakan tingkat perusahaan kepada para bawahan dan memastikan bahwa kebijakan dijalankan secara efektif dan efesien. Sehingga suatum tim mampu bekerja dengan produktivitas yang tinggi (hlm. 3).

Bisa dibilang, supervisor berkontribusi besar dalam mengawasi penyelesaian pekerjaan di level tim yang paling kecil dalam sebuah oraganisasi atau perusahaan. Sebelum pada akhirnya naik ke level menajerial yang menuntut kemampuan yang lebih strategis. Maka dari itu, seorang supervisor harus memiliki kemampuan dan keterampilan membina hubungan yang baik; keterampilan bekerja kreatif, efektif, dan efesien; membangun sinergi dengan banyak pihak; dan membangun pola pikir konstruktif di level tim.

Salah satu langkah yang harus dijadikan bahan pijakan oleh seorang supervisor yaitu komunikasi yang efektif (hlm. 104). Dalam pengefektifan komunikasi, seorang supervisor wajib mendengarkan bawahan/ orang lain tanpa penilaian tajam (judgement). Disadari atau tidak, ketika pendengar sudah membentuk penilaian (judgment) terkait yang disampaikan pembicara, pada saat itu juga pendengar akan berhenti mendengarkan.

Selain itu, langkah lain yang perlu dikuasai oleh supervisor yaitu kemampuan membangun rasa kepemilikan (hlm. 260). Memang, tuga membangun rasa kepemilikan orang lain (bawahan) terhadap pekerjaan atau organisasi merupakan tugas yang menantang serta sedikit sulit. Akan tetapi jika cara demikian berhasil dilakukan, maka secara penuh kesadaran bawahan akan lebih proaktif atau mengambil langkah-langkah aktif serta konstruktif untuk melakukan perbaikan terhadap pekerjaannya.

Hakikatnya, melalui komunikasi yang efektif itulah rasa kepemilikan bisa terbanung di antara bawahan (orang-orang yang siap bekerja) unuk organisasi atau perusahaan. Jika bawahan sudah memiliki rasa kepemilikan atas pekerjaannya, mereka bukan hanya bersedia melakukan pekerjaannya lebih baik, tapi juga kemungkinan besar memberikan sumbangsih ide (masukan) kreatif untuk tim, serta tanpa harus diwanti-wanti dengan sukarela akan mengorbankan waktu untuk kepentingan organisasi atau perusahaan yang membwahinya selain supervisor.

Kepemimpinan bukan sekadar mengarahkan dan mengawasi, tetapi juga tentang menjadi diri sendiri yang otentik, yang mau melayani organisasi, dan mengembangkan orang lain. Pemimpin yang paling diingat, tahu bagaimana secara natural membuat impresi (tekanan/ kesan) pertama yang kuat (hlm. 318).

Strategi kepemimpinan tingkat supervisor dalam buku ini sangat membantu bagi para calon supervisor, dan orang-orang yang ingin mempelajari strategi memimpin suatu tim kerja. Toh meski sejatinya strategi tersebut bukan hanya untuk supervisor saja, tapi untuk mereka yang ingin belajar kepemimpinan yang baik dan efektif serta profesional. Ada beberapa strategi yang harus dipelajari dalam buku ini sebagai penunjang keberhasilan profesi seorang supervisor dalam sebuah oraganisasi atau perusahaan. Selain itu disuguhkan pula langkah-langkah jitu untuk menghadapi berbagai macam bentuk persoalan, keluhan, dan saran dari orang-orang yang dipimpin (bawahan) dengan yang bijak.

* Peresensi adalah Akademisi dan Pecinta Baca Buku Asal Sumenep, Tinggal di Surabaya.

Tulisan ini bisa dibaca di menyusul. Semoga memberikan manfaat bagi kita semua. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: