Mengenal Hakikat Seorang Ayah

Kabar Madura: Kamis, 13 Agustus 2015

Mengenal Hakikat Seorang Ayah (Junaidi Khab)

Mengenal Hakikat Seorang Ayah (Junaidi Khab)

Judul               : Super Father

Penulis             : Amanda Ratih Pratiwi dan Tim FLP Bekasi

Penerbit           : Metagraf (PT Tiga Serangkai)

Cetakan           : I, Januari 2015

Tebal               : xii, 252 hlm.; 20 cm

ISBN               : 978-602-257-109-4

Peresensi         : Junaidi Khab*

Membaca kumpulan esai tentang ayah yang termaktub dalam buku yang berjudul “Super Father” ini pembaca akan diajak untuk melihat kembali tentang peran seorang ayah dalam lingkungan keluarga. Tapi, kadang sosok ayah jarang dibicarakan karena dia tidak memiliki karakter sebagaimana seorang ibu. Keras, dingin, dan kaku, kira-kira begitu karakternya.

Memang, surga ada di telapak kaki ibu. Akan tetapi, selayaknya kita sebagai anak jangan terlalu mendiskreditkan sosok ayah sebagai tokoh antogonis dalam keluarga. Di balik sifatnya yang keras, apa pun itu istilahnya, beliau tetaplah ayah yang patut kita hormati (hlm. viii).

Sebagaimana disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar, ra. Dia berkata; “Seseorang datang menghadap Nabi Saw. memohon izin untuk ikut berperang. Nabi Saw. bertanya: apakah kedua orang tuamu masih hidup? Orang itu menjawab: Ya. Nabi Saw. bersabda: Maka, kepada keduanyalah kamu berperang (dengan berbakti kepada mereka)”. (HR. Muslim No. 4623).

Selayaknya begitu yang dilakukan oleh anak-anak dalam kehidupan keluarga. Kedua orang tuanya adalah medan untuk mengabdi selama hidupnya. Tidak boleh memandang sebelah tentang peran seorang ayah dan ibu, mereka berdua memiliki peran yang sama dalam membangun sebuah keluarga dan membesarkan anak-anaknya. Lebih-lebih seorang ayah adalah pahlawan keluarga dan ibu adalah kesatrianya (hlm. 1).

Kadang kita mengakui tentang sosok ayah yang memiliki sifat atau karakter kebalikan dari seorang ibu. Jika ibu lembut dan penyayang, maka seorang ayah tampak keras dan tanpa ampun. Jika seorang ibu penuh perhatian, maka seorang ayah seakan tampak menyepelekan, dan beberapa pandangan lainnya tentang sosok ayah. Padahal, di balik itu semua, ada sikap lemah lembut dan penyayang serta perhatian yang sulit diungkap oleh anak-anaknya. Hal itu yang perlu disadari oleh setiap anak tentang sosok seorang ayah yang kadang dipandang sebagai orang tua yang jahat dan kejam dalam kehidupan keluarga. Logikanya, tidak ada orang tua yang rela anaknya terjerumus dalam bahaya. Ayah adalah pahlawan bagi keluarga dan anak-anaknya (hlm. 135).

Dalam buku ini, pada intinya sosok ayah bukan lagi orang tua yang menakutkan. Dia memiliki sifat penyayang kepada anak-anaknya, kadang karena seorang anak yang lebih didominasi oleh jiwanya yang masih labil, tidak jarang seorang ayah disebut sebagai orang tua yang kejam. Padahal tidak demikian. Kita bisa membaca dalam buku ini tentang hakikat seorang ayah dan perannya dalam sebuah keluarga. Selamat membaca dan merenungi lalu mengabdi kepada kedua orang tua kita!

* Peresensi adalah Pecinta Baca Buku Asal Sumenep dan Bergiat di Komunitas Sastra UIN Sunan Ampel Surabaya.

Tulisan ini bisa dibaca lebih lengkap dalam bentuk PDF di: menyusul. Semoga memberikan manfaat bagi kita semu. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: