Kisah yang Menyindir Presiden

Kedaulatan Rakyat: Minggu, 16 Agustus 2015

Kisah yang Menyindir Pemimpin (Junaidi Khab)

Kisah yang Menyindir Pemimpin (Junaidi Khab)

Judul               : Lotus Feet Girl

Penulis             : Wiwid Prasetiyo

Penerbit           : Metamind (PT Tiga Serangkai)

Cetakan           : I, Februari 2015

Tebal               : viii, 296 hlm.; 21 cm

ISBN               : 978-602-72097-1-8

Peresensi         : Junaidi Khab*

Aku memang gubernur, tetapi aku tidak berdiri sendiri. Di belankangku ada sekian pasal peraturan istana yang harus kutaati.” Tang Tsu Chi.

Kutipan dari percakapan dalam novel berjudul “Lotus Feet Girl” ini mungkin bisa ditafsirkan sebagai sebuah sindiran bagi pemimpin yang tidak memiliki kebijakan sendiri, khususnya di Republik ini. Segala keputusan dan kebijakan politik seorang pemimpin selalu diatur oleh orang-orang yang berjasa atas karir politiknya. Seperti yang terjadi pada Tang Tsu Chi, gubernur kekaisaran Tiongkok. Dia seorang gubernur, tapi tidak memiliki kekuasaan atas segala aturan yang dibuat oleh ibunya. Sementara aturan yang dibuat hanya untuk kepentingan istana, bukan untuk kepentingan rakyat jelata.

Karya ini dibalut dengan kisah-kisah asmara rakyat jelata hingga berakhir dengan tragis. Kisah tersebut diperindah dengan tradisi Tiongkok kuno, yaitu setiap gadis yang akan dipersunting oleh gubernur Tang harus dipingit. Pada saat dipingit sang gadis harus melakukan banyak proses. Proses utamanya adalah pencucian kaki yang diikuti dengan pencabutan kuku-kuku kaki, lalu kakinya diremukkan, kemudian ditekuk agar bisa masuk ke dalam sepatu ukuran super kecil (hlm. 68).

Novel berlatar Tiongkok kuno ini akan menceritakan tentang dunia perpolitikan dan hakikat pemimpin yang menjadi boneka politik. Akhir kisah dalam novel ini cukup tragis. Perjalanan cinta Wu Ying berakhir dengan cacata dan kematian, serta Dinasti Tang hancur atas kebijakan yang selalu mengedepankan pada kepentingan istana, yaitu kepentingan pribadi para pemimpin dan koleganya. Dengan membaca novel ini, kita akan tahu tentang hakikat pemimpin boneka yang bisa kita temukan di Republik ini. Selamat membaca dan menghayati kisah-kisah kepemimpinan yang hancur!

* Peresensi adalah Pecinta Baca Buku, Asal Sumenep dan Bergiat di Komunitas Sastra UIN Sunan Ampel Surabaya.

Tulisan ini bisa dibaca di situs resminya melalui file versi PDF di menyusul. Semoga memberikan manfaat bagi kita semua. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: