Mengapa Dosa Kecil Harus Dihindari?

Kabar Madura: Kamis, 11 Juni 2015

Mengapa Dosa Kecil Harus Dihindari? (Junaidi Khab)

Mengapa Dosa Kecil Harus Dihindari? (Junaidi Khab)

Judul               : Ngegemesin tapi Jerumusin

Penulis             : Insan Nurrohiem

Penerbit           : Safirah (DIVA Press)

Cetakan           : I, 2015

Tebal               : 196 halaman

ISBN               : 978-602-255-703-6

Peresensi         : Junaidi Khab*

Mungkin kita semua sudah tahu tentang hakikat dosa, yaitu segala sesuatu yang menurut pandangan kita tidak baik dikerjakan itulah dosa. Sebenarnya, tentang prinsip pemaknaan dosa masih banyak pendapat di kalangan ulama dan cendikiawan. Tapi, yang jelas, dosa itu secara substansial tampak sejenak menguntungkan diri manusia, namun hakikatnya berdampak buruk jika ditelusuri hingga ke akar-akarnya. Dosa-dosa itu akan membuat pelakunya hidup sengsara dan melarat.

Menurut karya molek yang hadir di tengah-tengah kita ini, buku berjudul “Ngegemesin Tapi Jerumusin” akan mengantarkan pada perihal dosa-dosa yang mesti kita jauhi agar tidak sengsara dan melarat hidup di dunia hingga akhirat. Secara sederhana, Nurrohiem menyatakan bahwa dosa berasal dari bahasa Sansekerta. Kata “dosa” biasanya digunakan dalam konteks keagamaan untuk menjelaskan perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum agama atau yang bertentangan dengan prinsip-prinsip moral (hlm. 13).

Sudah sangat jelas apa yang kita sebutkan sebelumnya, bahwa dosa tak lain pelanggaran atas agama dan norma yang berlaku. Sementara agama dan norma menghendaki kehidupan manusia yang adil, sejahtera, aman, dan tidak saling mengganggu kenyamanan orang lain. Di sini, dosa tampak jelas sebagai perilaku tertentu (negatif) seseorang yang memiliki pengaruh buruk baik bagi diri sendiri dan lebih-lebih pada orang lain.

Dosa masih terbagi ke dalam dua termin. Pertama, dosa besar. Di antara contoh-contohnya yaitu; meninggalkan shalat (Islam), tidak puasa, meramal nasib, minum arak, zina, judi, suap, riba, memfitnah, mengumpat, dan membunuh. (hlm. 19). Ancaman dosa besar sangat besar di dunia, bahkan hingga akhirat. Bukan tanpa alasan dosa besar ancamannya sangat besar, karena dampak dari dosa besar juga sangat besar pula. Logikanya seperti itu. Besar kamar mandinya, sudah dapat dipasatikan limbah comberannya juga tak mustahil kecil.

Kedua, dosa kecil. Dosa kecil adalah dosa-dosa yang tidak mengakibatkan hukuman di dunia dan tidak ada ancaman di akhirat (hlm. 20). Inilah, dosa yang sering disepelekan dalam kehidupan sehari-hari. Kadang manusia melakukan dosa kecil sehari-hari tanpa dirasa. Sehingga kadang mereka tertimpa keresahan dan kemelaratan hidup yang tidak ditemukan penyebabnya. Ketika ditelusuri, mereka ternyata selalu melakukan dosa kecil

Di antara contoh dosa kecil yang berimplikasi dosa besar yaitu Gosip (hlm. 55). Menggosip akan menjerumuskan kita pada kedustaan, fitnah, ghibah (membicarakan kejelekan orang lain), dan namimah (mengadu domba). Begitulah dosa kecil bisa menjadi dosa besar dengan ancaman dunia-akhirat.

Selain itu, yaitu berbohong (hlm. 65), dan sirik/ iri (hlm. 84). Berbohong menyebabkan fitnah karena apa yang disampaikan tidak benar, bahkan bisa menjadi penyebab adu domba dan kehancuran yang terjadi pada akhirnya. Begitu pula dengan sirik/ iri. Penyakit (dosa) ini bisa mendorong seseorang yang iri untuk melakukan hal-hal yang menyebabkan iri itu berusaha dihilangkan dari orang lain. Misalkan, tetangga kita kaya raya. Karena iri, kita selalu membicarakan kejelekannya. Bisa jadi kita menyuruh maling agar kekayaannya dicuri.

Pada sisi yang lain juga ada dosa kecil yaitu, sombong alias membanggakan diri di hadapan publik (hlm. 91), dan tamak (hlm. 172). Dua dosa ini terkategori kecil, karena dampaknya tak terlihat mata. Namun, jika dua penyakit ini terjadi pada seseorang, sudah barang tentu orang tersebut akan dibenci secara tidak langsung masyarakat dan lingkungannya sendiri.

Sangat penting sekali buku ini untuk dijadikan bahan permenungan dalam menata diri agar lebih baik dan terhindar dari berbagai kesengsaraan serta kenestapaan hidup akibat dosa-dosa kecil yang kita perbuat tanpa disengaja. Ada beberapa macam dosa kecil yang disodorkan oleh buku ini, sehingga mengungkit dan memaksa kesadaran kita agar menjauhinya. Secara eksplisit dosa-dosa kecil ini tidak tampak berpengaruh. Tapi secara implisit pengaruhnya lambat-laun merusak tatanan kehidupan, yang pada akhirnya dosa kecil berubah menjadi dosa besar.

* Peresensi adalah Pecinta Baca Buku Asal Sumenep, Tinggal di Surabaya.

Tulisan ini bisa dibaca lebih lanjut di: Kabar Madura. Kamis, 11 Juni 2015 Mengapa Dosa Kecil Harus Dihindari oleh Junaidi Khab. Semoga memberikan manfaat bagi kita semua. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: