Hikmah dan Kenikmatan Puasa Ramadan

DUTA MASYARAKAT: Kamis, 25 Juni 2015

Oleh: Junaidi Khab*

Junaidi Khab

Junaidi Khab

Mayoritas umat manusia tidak memahami makna puasa yang dilakukan setiap bulan Ramadan oleh kalangan umat yang beragama Islam. Acuh tak acuh merupakan sikap paling ampuh sebagai bentuk kecongkakan bagi mereka yang tidak mengetahui makna di balik puasa. Selain itu pula, bukan hanya umat selain yang beragama Islam saja yang tidak memahami makna di balik puasa itu. Umat Islam sendiri hanya tidak makan dan tidak minum saja sebagai penuntas kewajiban kepada Tuhan Yang Maha Mulia. Tidak lebih dari itu, puasa hanya sebatas menahan makan, minum, bersetubuh, dan merokok. Padahal di balik itu semua, puasa banyak memberikan nilai-nilai penting bagi kehidupan manusia.

Salah satu hikmah yang terkandung di balik puasa itu dari sisi sosial yaitu mampu untuk mengajak umat manusia merasakan penderitaan orang yang miskin dan sulit mendapatkan sesuap nasi. Pembangunan ekonomi melalui pemberian zakat sebagai bentuk menuju kefitrahan mereka yang berpuasa. Selain memberi zakat sebagai bentuk penyucian diri, zakat juga mampu memberikan sumbangsih perbaikan ekonomi bagi mereka yang papa dan tidak memiliki apa-apa. Sehingga negara yang mengalami krisis kemiskinan dan minim makna kemanusiaan dengan maraknya pembunuhan sedikit banyak akan terbantu dengan kehadiran bulan suci Ramadan ini. Maka dari itu, bulan Ramadan yang penuh hikmah ini perlu digali dan direnungi sebagai upaya perbaikan kehidupan yang lebih suci, sejahtera, dan makmur.

Secara tidak langsung hikmah puasa Ramadan yang demikian merupakan bentuk pengobatan psikologi bagi anak bangsa yang selama ini mengalami keterpurukan. Baik keterpurukan yang diakibatkan oleh persoalan ekonomi, pendidikan, dan utamanya keterpurukan jiwa. Ada satu hikmah di balik puasa yang terkadang terlewatkan oleh umat Islam sendiri. Yaitu hikmah kesehatan bagi psikologi atau kejiwaan. Di mana jiwa dan pikiran menemukan titik kenikmatan yang tiada bandingannya. Yaitu ketika orang yang berpuasa berbuka puasa dan ketika mereka berjumpa dengan tuhannya.

Dalam suatu hadits Rasulullah Saw. bersabda; “Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman, “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kegembiraan yaitu kegembiraan ketika dia berbuka dan kegembiraan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi”. (HR. Muslim).

Hikmah kenikmatan puasa bagi mereka yang beriman ketika masih hidup di dunia sebenarnya sudah didapat. Cuma terkadang mereka sendiri kurang begitu memperhatikan dan membaca keagungan Tuhan secara sempurna. A. Fuadi (2013) mengisahkan bahwa seorang ateis sekaligus temannya mencoba menantang Fuadi sendiri dengan mencoba untuk berpuasa menahan makan dan minum. Namun, apa daya ketika matahari hampir terbenam sang ateis tak mampu menahan haus dan lapar. Ketika itu juga ia minum. Ketika itu pula ia melihat penyesalan sekaligus kenikmatan minum setelah seharian perutnya tidak terisi oleh sesuatu pun. Ia pun baru sadar bahwa berpusa yang dilakukan oleh umat Islam di seluruh dunia memberikan kenikmatan tersendiri.

Puasa bukan sekadar berlapar-laparan dan haus tanpa ada makna yang terkandung di dalamnya. Tidak sia-sia mereka yang berpuasa dengan penuh keikhlasan, kenikmatan selalu menantinya ketika sang surya mulai menutupi wajah beringasnya. Begitu pula bagi mereka yang beriman dan menunaikan ibadah puasa akan merasakan kenikmatan yang melebihi dari kenikmatan saat berbuka puasa. Itu tak lain ketika mereka berjumpa dengan Tuhan Yang Maha Sempurna yang tidak mampu dilihat dengan kekuatan mata biasa.

Abu Hurairah, sebagaimana yang diriwayatkan oleh At-Thabrany (dalam Wahjoetomo, 1997:15), menyatakan bahwa Rasulullah saw bersabda: “Berpuasalah kamu, niscaya kamu sehat”. Pengertian sehat sebagai hikmah dari ibadah puasa yang dinyatakan oleh Rasulullah SAW bukan sekadar mengandung pengertian sehat secara jasmani. Tetapi juga mengandung pengertian sehat secara psikis. Hasil penelitian Wahjoetomo (1997) dan Najib (1990) menyimpulkan bahwa ibadah puasa bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan fisik atau jasmani.

Di samping bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan fisik atau jasmani, puasa bermanfaat pula bagi kesehatan psikis. Cott (Ancok & Suroso, 1995), seorang ahli jiwa bangsa Amerika menyebutkan bahwa pernah dilakukan eksperimen untuk menyembuhkan gangguan kejiwaan dengan cara berpuasa. Eksperimen tersebut dilakukan oleh Dr. Nicolayev, seorang guru besar pada The Moscow Psychiatric Institute.

Hasil eksperimen tersebut menyimpulkan bahwa pasien-pasien yang tidak bisa disembuhkan dengan terapi medis ternyata bisa disembuhkan dengan cara berpuasa. Selain itu kemungkinan pasien untuk tidak kambuh lagi setelah enam tahun kemudian ternyata tinggi kemungkinan dengan terapi melalui puasa. Cott juga menyebutkan bahwa penyakit susah tidur (insomnia), dan rasa rendah diri juga dapat disembuhkan dengan cara melakukan puasa. Begitulah hikmah nikmat puasa bagi fisik dan psikis manusia jika kita sebagi umat Islam mau berpikir dan merenungi tiap lini perjalanan Ramadan ini.

* Penulis adalah Akademisi UIN Sunan Ampel Surabaya.

Tulisan ini bisa dibaca lebih lanjut di: DUTA MASYARAKAT, atau bisa menggunakan file berikut; DUTA MASYARAKAT. Kamis, 25 Juni 2015 Hikmah dan Kenikmatan Puasa Ramdan oleh Junaidi Khab. Semoga memberikan manfaat bagi kita semua. Amin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: