Strategi Membangun Koneksi dan Relasi

Tribun Jogja: Minggu, 17 Mei 2015

Ngobrol Asyik dengan Siapa Saja (Junaidi Khab)

Ngobrol Asyik dengan Siapa Saja (Junaidi Khab)

Judul               : Ngobrol Asyik dengan Siapa Saja

Penulis             : Ian Dimas

Penerbit           : Saufa (DIVA Press)

Cetakan           : I, 2014

Tebal               : 210 halaman

ISBN               : 978-602-296-069-0

Peresensi         : Junaidi Khab*

Sangat menarik dan inspiratif, kehadiran buku ini merupakan suatu langkah strategis untuk membangun koneksi dan relasi dengan banyak orang. Perlu kita ketahui, bahwa membangun koneksi dan relasi dengan banyak orang tidak semudah kita membalikkan telapak tangan. Apalagi jika kita memiliki karakter pendiam dan pasif, sudah barang tentu, koneksi atau relasi yang kita miliki sangat terbatas. Lebih-lebih jika suka menyendiri dan menjauh dari lingkungan masyarakat karena males bertatap muka dan ngobrol atau acuh tak acuh dengan lingkungan sekitar.

Maka dari itu, kita perlu menyadarinya. Karena tidak semua orang mampu berbasi-basi dan berkomunikasi dengan baik secara alamiah. Beberapa orang lebih memilih hemat kata ketika ngobrol dan tak berani berbasa-basi. Beberapa orang merasa aneh untuk bersikap ramah dan bersahabat dengan orang yang tidak dikenalnya. Sementara, beberapa orang lainnya tak tahu tata cara mengobrol dengan asyik dan santai (hlm. 16).

Di sinilah pentingnya kita belajar berkomunikasi dengan baik. Komunikasi yang baik merupakan keniscayaan dan keharusan yang wajib dimiliki setiap individu jika hidupnya tidak ingin terpinggirkan atau tertinggal. Kesadaran untuk membangun koneksi dan relasi perlu ditanamkan sejak dini, sebisa mungkin sebagai bekal ketika kita akan menghadapi publik atau masyarakat.

Jika kita tak pandai dalam membangun koneksi atau relasi dengan orang lain, maka kita akan merasa terkucilkan. Mungkin karena cara bicara kita yang tidak enak didengar, atau bahkan langkah untuk memulai pembicaraan yang keliru. Sehingga berkesan di hati lawan bicara, kita identik dengan individu yang kurang pantas dijadikan relasinya. Maka, sangat penting kita belajar tata cara berbicara dan berkomunikasi dengan orang lain, salah satunya dengan menumbuhkan keakraban saat berbicara.

Menumbuhkan Keakraban

Sikap-sikap apatis dan egois harus segera dibuang jauh-jauh. Sejauh mungkin membuangnya. Itu kita lakukan jika memang benar-benar ketika berbicara bisa menyenangkan. Sehingga kita mudah untuk membangun koneksi dan relasi dengan orang lain. Tentunya dengan mereka yang bisa diajak berkomunikasi juga. Maka pengetahuan tentang situasi, kondisi, dan ekspresi lawan bicara menjadi hal urgen yang mesti dikuasai.

Dari sekian banyak strategi atau cara dalam menjalin relasi hanya ada beberapa cara yang ampuh. Salah satu sikap strategis untuk membangun koneksi dan relasi dengan banyak orang dan kalangan yaitu dengan menumbuhkan keakraban. Utamanya ketika berbicara atau ngobrol dengan orang lain. Cara untuk menumbuhkan keakraban tak lain dengan memulai obrolan dengan percaya diri (hlm. 18).

Sepintas memang sangat mudah. Namun, ketika kita akan mengimplimentasikan sangat sulit dan beratnya bukan main. Itu hal biasa yang perlu dijalani dalam roda kehidupan ini tak pernah berhenti berputar. Keakraban itu akan muncul jika kita pandai mengatur cara bicara dengan orang lain. Jika pembicaraan didominasi oleh pihak tertentu, maka keakraban sudah barang tentu mustahil terjalin.

Ada beberapa langkah tepat untuk menghidupkan keakraban dalam rangka membangun koneksi dan relasi. Misalkan memperkenalkan diri tanpa harus menunggu waktu jeda lama (hlm. 99). Mau mendengarkan lawan bicara (hlm. 108). Mampu mengatur panjang-pendeknya suatu obrolan (hlm. 115). Ciptakan ikatan dengan ketertarikan (hlm.124). Jika langkah tersebut bisa kita praktekkan dengan baik, dipastikan, koneksi dan relasi akan mudah kita jalin dengan baik.

Buku ini hadir di tengah-tengah tak lain dan tak bermaksud menggurui. Tapi kehadiran buku ini akan mengajak kita semua agar menjadi individu yang hangat ketika bertutur sapa dan banyak memiliki koneksi dan relasi. Sehingga, segala urusan yang kita laksanakan akan mudah untuk menemukan jalan keluar atau solusi melalui koneksi dan relasi yang telah kita jalin dengan baik. Mari bangun koneksi dan relasi dengan masyarakat seluas-luasnya. Yaitu melalui strategi-strategi cara berbicara atau memulai pembicaraan yang baik dan berkesan. Sehingga memudahkan kita untuk mengakrabkan diri dimana pun berada dan bertemu dengan melihat situasi dan kondisi yang tepat.

* Peresensi adalah Pecinta Baca Buku Asal Sumenep, Tinggal di Surabaya.

Tulisan ini bisa dibaca dan dinikmati lebih lanjut di: Tribun Jogja. Minggu, 17 Mei 2015 Membangun Koneksi dan Relasi oleh Junaidi Khab. Semoga memberikan manfaat bagi kita semua. Amin.

Advertisements

2 Responses to Strategi Membangun Koneksi dan Relasi

  1. materinya bisa dimanfaatkan untuk orang bertipe pendiam seperti saya .. dimana yaa kira2 saya bisa dapatkan ?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: