Impianku, Ingin Menjadi The Writer-Preneur

Oleh: Junaidi Khab*

Junaidi Khab

Junaidi Khab

Semua orang tentu memiliki impian masing-masing yang ingin dicapai dalam hidupnya. Ada yang berimpian atau bercita-cita menjadi pengusaha, model, akademisi, artis, polisi, pejabat, penulis hebat, dan motivator ternama. Berbagai cara pun dilakukan untuk mencapai impian yang kita harapkan. Dari impian tersebut ada titik temu yang ingin dituju, yaitu kebahagiaan. Ketika impian itu tercapai, tentu dalam pikiran yang terbesit hanyalah kebahagiaan. Maka dengan susah payah impian berusaha untuk digapai.

Dari sekian cara yang dilakukan oleh seseorang untuk meraih impian, mereka tidak lupa untuk belajar. Di sini belajar bukan hanya terpaku pada dunia sekolah, kampus, dan instansi-instansi formal lainnya, tetapi segala hal yang bisa memberikan manfaat dan motivasi dijalani dengan penuh semangat. Begitu pula dengan impian diri saya untuk menjadi The Writer-Preneur (seorang penulis sekaligus pengusaha) yang hebat, ‘belajar’ menjadi salah satu jalan untuk meraihnya. Dengan belajar, kita bisa mendapat banyak wawasan dan pengetahuan serta pengalaman yang bisa menunjang ketercapaian impian yang kita harapkan. Maka dari itu, belajar menjadi keharusan yang tidak boleh diabaikan.

Membaca dan Menulis

Sebagaimana kita tahu, bahwa Sang Utusan Tuhan – Nabi Muhammad Saw. – ketika pertama kali menerima wahyu, yaitu surat al-‘Alaq yang memerintahkan agar beliau membaca. Demikian, membaca menjadi sumber pengetahuan dan inspirasi untuk menambah ilmu pengetahuan, wawasan, dan pengalaman di dunia lain yang belum sempat kita jamah karena keterbatasan jarak dan waktu. Secara tidak langsung, membaca menjadi kunci keberhasilan seseorang dalam meraih impiannya. Sehingga, membaca harus dijadikan sebagai kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan.

Kata Pramoedya Anantatour, membaca bisa mengenalkan seseorang pada dunia. Melalui kegiatan membaca, jendela dunia akan terbuka dengan jelas dan lebar. Sehingga, seluruh informasi di seluruh dunia bisa diakses dan didapatkan dengan mudah, yaitu dengan cara membaca. Karena impian saya ingin menjadi The Writer-Preneur, maka membaca buku dan bahan bacaan lainnya menjadi kebiasaan yang tidak bisa ditinggalkan. Bukan hanya membaca, tapi dari hasil membaca dituangkan kembali dalam bentuk tulisan. Sehingga menyinergikan antara kekuatan membaca dan menulis.

Seorang penulis yang hebat, bukan hanya semata seorang penulis, tapi bisa menjadi seorang pengusaha yang andal. Istilahnya sebagaimana saya paparkan di atas, yaitu The Writer-Preneur. Seorang penulis yang karyanya menginspirasi dan memotivasi atau memberikan sebuah wawasan dan pandangan luas bagi orang lain bisa saja berharga mahal. Apalagi jika sudah dibukukan dan best-seller, dengan pembeli berjuta-juta orang. Maka, secara otomatis seorang penulis bisa menjadi seorang pengusaha dari hasil tulisannya. Tidak mengherankan jika belajar melalui membaca dan menulis menjadi salah satu jalan yang tepat menurut saya untuk meraih impian sebagai seorang penulis sekaligus pengusaha yang hebat.

Membangun Koneksi dan Relasi

Selain tekun dalam belajar yang ditransformasikan dalam bentuk membaca dan menulis, satu hal lagi yang saya lakukan untuk meraih impian menjadi The Writer-Preneur, yaitu membangun koneksi dan relasi dengan orang (pihak) lain. Saya menyadari bahwa seseorang bisa sukses tidak hanya berangkat dari pribadi masing-masing. Tapi orang lain menjadi salah satu faktor tidak langsung dalam merealisasikan impian yang kita harapkan. Salah satu keuntungan memiliki jaringan pertemanan atau relasi yang luas menurut Ian Dimas (2014:76), menyatakan bahwa yaitu kita akan mudah mendapat bantuan ketika sedang berada dalam kesusahan dan bisa berbagi persoalan yang dihadapi untuk mencarikan solusi.

Di sinilah pentingnya membangun koneksi dan relasi untuk merealisasikan impian yang kita bangun dalam hidup ini. Selama masa proses belajar untuk menjadi seorang penulis sekaligus pengusaha yang hebat, saya selalu membangun koneksi dan relasi dengan banyak orang atau kalangan. Dari relasi tersebut, berbagai inspirasi dan motivasi selalu hadir dan menyertai dalam perjalanan menuju impian tersebut. Dari relasi dan koneksi yang saya bangun tersebut, saya banyak belajar dan menginovasi segala kemampuan untuk menjadi seperti yang diinginkan, The Writer-Preneur.

Di tengah-tengah kesibukan membaca dan menuangkan hasil bacaan dalam bentuk tulisan, saya membangun relasi melalui diskusi atau berbagi dengan teman-teman tentang hal-hal yang sudah saya baca atau sesuatu yang saya tulis. Sehingga, berbagi ide dan gagasan pun bertukar-kelindan satu sama lain. Kadang-kadang ada teman yang suka membaca, tapi mereka selalu menyendiri, alias tidak mau berkumpul dengan orang lain. Dalam pandangan saya, cara demikian tidak tepat sebagai sarana atau inspirasi untuk merealisasikan impian yang kita harapkan. Hal tersebut mustahil untuk bisa mewujudkan impian, jika hanya belajar dan membaca tanpa membangun koneksi dan relasi dengan orang lain yang ada di lingkungan sekitar kita.

Maka dari itu, untuk mewujudkan impian yang saya harapkan agar menjadi The Writer-Preneur, saya selalu belajar dari membaca dan menumpahkan hasil bacaan melalui media tulisan. Lalu, sebagai penunjang, saya menjalin komunikasi yang baik dengan banyak orang. Hal itu selalu menjadi agenda harian, meskipun di samping saya sedikit sibuk dengan kegiatan membaca dan menulis. Cara demikian yang saya yakini bisa mengantarkan diri saya untuk menjadi seorang penulis sekaligus pengusaha hebat dengan karya-karya gemilang yang berupa buku berlogo best-seller di pasaran.

Surabaya, 07 April 2015

* Junaidi Khab adalah Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel, Surabaya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: