Doa dan Jalan Kehidupan

Junaidi Khab

Junaidi Khab

Khutbah Jumat, 06 Juni 2014 masjid Ulul Albab UIN Sunan Ampel Surabaya membahas tentang “Doa dan jalan Kehidupan”. Khatib menyebutkan bahwa hidup ini penuh dengan warna-warni dan bermacam-macam kejadian yang mesti dialami oleh umat manusia. Misalkan, manusia akan merasakan sedih, senang, melarat, mudah, dan buruk-baik. Itu semua pasti dialami oleh umat manusia. Hidup bagaikan roda yang terus berputar. Segalanya akan bergilir secara berkala. Sebagaimana firman Allah Swt. “Sesungguhnya setiap ada kemelaratan, ada kemudahan” (QS: al-Insyiroh, 5/6).

Itulah hukum alam yang tak mungkin jauh dari kehidupan umat manusia. Namun, kemelaratan atau kesengsaraan hidup itu bisa dihilangkan dengan kekuatan doa. Sehingga, dengan doa yang terus dilantunkan, kemudahan hidup akan datang dengan sendirinya, menghampiri umat manusia yang meminta dan mencarinya. Di sinilah, manusia harus tetap berdoa dan berusaha agar hidupnya mendapat berkah dan kemudahan. Tanpa ada usaha dan doa, hidup ini terus menjadi petaka yang hanya akan menyalahkan Tuhan dan orang lain bila kita mendapat berbagai macam musibah dan kesengsaraan hidup di dunia.

Ada suatu kejadian di Pakistan. Seorang dokter yang sedang naik pesawat terbang dengan tujuan untuk mengobati orang yang sakit di berbagai dunia. Ia bernama Ihsan, dokter Ihsan. Di tengah perjalanan, pesawat yang ditumpanginya mengalami kerusakan teknis. Sehingga pesawat harus mendarat darurat. Dokter Ihsan pun mengoceh pada kabin kapal. Bahwa dirinya dibutuhkan banyak orang untuk pengobatan. Sementara pesawat yang ditumpanginya mendarat bukan di tempat tujuan.

Pada saat itu, kabin kapal memberikan petunjuk. Di tempat yang tak begitu jauh dari pesawat mendarat darurat, ada taksi yang bisa mengantar sang dokter ke tempat tujuan. Paling tidak bisa sampai sekitar dua atau tiga jam dengan taksi tersebut. Dokter Ihsan pun mendekati taksi yang diinstruksikan oleh kabin kapal. Di sana terjadi percakapan singkat antara dokter Ihsan dengan sopir taksi. Akhirnya, dokter Ihsan berangkat pada alamat yang diberitahukan pada sopir taksi tersebut dengan berharap dua atau tiga jam, dirinya bisa sampai pada alamat yang hendak dituju.

Apalah daya jika kehendak Tuhan dan takdir manusia berjalan tak sesuai dengan keinginan dokter Ihsan. Di tengah perjalanan dengan mengendarai taksi, tiba-tiba hujan lebat turun. Lebat sekali. Pemandangan di depan taksi hanya terlihat sekitar lima meter dari tatapan mata. Sehingga taksi yang ditumpanginya berjalan sangat begitu pelan. Sekitar dua jam dokter Ihsan diguyur hujan dalam taksi, tiba-tiba hujan reda. Ternyata, sang sopir taksi kebingungan. Dia sesat arah, dia berhenti bukan pada alamat yang sebelumnya diberikan oleh dokter Ihsan. Sang sopir taksi pun meminta maaf. Tak jauh dari taksi berhenti, ada sebuah rumah sederhana. Sopir taksi itu pun membujuk dokter Ihsan untuk mampir sekadar beristirahat dan bertanya-tanya. Dokter Ihsan langsung mengiyakan karena mungkin dirinya merasa lelah dan tak tahu arah alamat yang dituju.

Ketika sampai di rumah sederhana itu, dokter Ihsan bertemu dengan sang pemilik rumah, seorang nenek. Penampilannya tak begitu tampak sebagai orang kaya raya. Sudah tentu jelas, rumahnya saja apa adanya. Tak begitu mewah dan megah seperti rumah-rumah penduduk lain di sekitarnya. Tak lama dari percakapan dengan sang nenek, dokter Ihsan bertanya:

“Apa di sini ada telpon?”.

“Di sini daerah terpencil pak. Saya tidak punya telpon rumah”. Kata sang nenek pemilik rumah dengan nada biasa dan sangat sederhana.

Lalu, sang dokter dan sopir taksi tersebut disuguhi teh hangat dan makanan ringan. Karena begitulah kesederhanaan nenek penghuni rumah sederhana itu. Dokter Ihsan sangat takjub dan mengagumi nenek tua itu. Meski dalam keadaan serba terbatas dan sederhana, ia masih sempat menyuguhkan hidangan ala kadarnya dan apa adanya. Begitulah kiranya cara kita memperlakukan tamu, meski kita tak saling kenal satu sama lain jauh hari sebelumnya. Kita sesama hamba Allah yang harus saling memberi, apalagi seorang tamu, yang dalam ajaran agama Islam harus dihormati.

Tak jauh dari percakapan itu, sang nenek pergi ke dalam. Di sana dia melaksanakan salat dan berdoa sangat begitu lama. Usai salat dan doa yang lama itu, dokter Ihsan menghampirinya. Lalu dia bertanya perihal doa yang dibaca itu. Kemudian sang nenek menjelaskan bahwa doa-doanya terkabul. Kecuali hanya satu yang belum dikabulkan. Dia melihat pada cucunya yang terbaring lemas di ranjangnya. Dengan air mata mengalir di pipinya, ia mengatakan bahwa cucunya sakit dan hanya bisa disembuhkan oleh seorang dokter yang jauh. Dan dirinya tak mungkin sampai ke tempat dokter itu karena alasan tak mempunyai biaya cukup.

Dokter Ihsan dengan bibir bergetar dan rasa bahagia di dekat nenek duduk, menanyakan perihal orang yang bisa mengobati penyakitnya itu. Lalu sang nenek bilang bahwa orang itu adalah dokter Ihsan. Pada saat itulah, dokter Ihsan berteriak kalau doa sang nenek telah terkabulkan. Orang yang ada di hadapan sang nenek dan cucunya yang terbaring adalah dokter yang memang bisa menjadi perantara penyembuhan cucunya itu. Air mata pun di antara keduanya mengalir deras menyambut kebahagiaan yang tiada tara. Begitulah kiranya kekuatan doa. Orang yang dalam kemeleratan biaya, dengan mudah dia (sang nenek) didatangi dokter yang bisa mengobati cucunya. Maha Suci Allah yang mengabulkan segala doa.

Begitulah kiranya jalan kehidupan yang kita jalani. Di balik kesulitan, pasti ada kemudahan hidup yang akan kita temukan. Tentunya dengan melakukan usaha-usaha agar hidup kita bisa menemukan jalan kemudahan. Salah satunya dengan berdoa kepada Tuhan Yang Kuasa. Maka dari itu, pesan khotbah Jumat tanggal 06 Juni 2014 di masjid Ulul Albab UIN Sunan Ampel Surabaya yaitu bahwa dalam menjalani kehidupan ini kita harus melakukan berbagai usaha dan doa untuk menemukan kemudahan hidup, bukan hanya berdiam diri.

Surabaya: Jumat, 06 Juni 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: