Mensyukuri Wajah yang Berminyak

Junaidi Khab

Junaidi Khab

Beberapa minggu lalu aku mendapat SMS, sebuah pertanyaan dari seorang teman yang ada di Madura. Dia teman sekaligus berstatus ponakan sepupu. Sebuah pertanyaan yang kadang juga diresahkan oleh diriku sendiri. Tapi, pada saat itu aku menyadari bahwa pertanyaan itu ada keinginan yang jika kujawab pasti dalam bentuk larangan. Kalian tahu apa bentuk pertanyaannya? Jika tidak salah, bunyi pertanyaan dalam SMS itu begini: “Jun, kamu tahu bagaimana cara menghilangkan wajah yang berminyak?” Maksudnya, mungkin begini: “Jun, kamu tahu cara menghilangkan minyak pada wajah?” Mungkin seperti itu pertanyaan yang ingin ditanyakan padaku. Tapi, aku paham dan mengerti maksudnya.

Sebenarnya, aku susah-payah untuk menghilangkan minyak di wajah. Beberapa cara pun pernah kulakukan. Tapi, minyak di wajah tetap ada. Pada saat itu, aku menyadari dan sangat menyadari tentang fungsi minyak pada kulit wajah manusia. Hal itu aku yakini setelah membaca salah satu artikel di internet. Jika tidak salah, demikian yang kuingat tentang kulit berminyak. Selain aku menyadari manfaat minyak pada kulit, aku juga pernah membaca salah satu artikel bahwa minum minuman bersoda bisa menjadi penyebab tumbuhnya jerawat. Katanya demikian yang akan terjadi. Begitu pula, jika minum minuman yang beralkohol akan cepat menjadikan kulit keriput.

Menurut analisis sederhanaku begini. Mengapa jika banyak mengkonsumsi minuman beralkohol bisa menyebabkan kulit cepat keriput? Alasannya sederhananya begini, kalian tahu kan rasa alkohol? Paling tidak tahu dari orang-orang yang pernah minum lah. Sedikit panas dan nyes dalam mulut. Biasanya seperti itu meski aku tidak minum, aku sedikit tahu dari teman-teman. Lah, di sana penyebabnya. Berhubung alkohol memiliki unsur panas tadi, minyak pada tubuh terbakar sehingga memudahkan kulit cepat keriput. Coba kita lihat, orang-orang Barat, Amerika atau Eropa sebagai masyarakat pengkonsumsi alkohol atau bir, ketika sudah menghadapi masa tua, kulitnya mayoritas keriput.

Penyebab kulit keriput sebenarnya bukan hanya alkohol atau bir yang diminum oleh masyarakat (manusia), tapi kemungkinan besar banyak faktor yang salah satu alasannya juga tidak jauh berbeda dengan pembakaran lemak secara besar-besaran. Kita coba telisik lebih dalam lagi tentang penyebab-penyebab lainnya. Mungkin saja ada. Misalkan jarang minum air, sehingga tubuh kering dan mengalami panas, sehingga pembakaran minyak lebih besar. Entahlah. Begitu yang dapat kuanalisa.

Kembali kepada persoalan minyak pada kulit wajah seperti yang ditanyakan oleh temanku di rumah via SMS. Aku sebenarnya ingin mengatakan: “Jangan melakukan hal seperti itu. Biarkan saja minyak pada kulit wajahmu. Itu ada fungsinya. Tuhan tidak akan sia-sia menciptakan sesuatu, utamanya yang ada pada tubuh kita. Jika wajahmu tidak berminyak, lalu akan tampak seperti apa? Sudah tentu akan keriput dan kamu akan tampak lebih tua dari sebenarnya. Padahal kamu tidak ingin punya wajah keriput kan?” Cuma aku balas dengan pertanyaan balik kepadanya sebagai penegasan untuk siap-siap memberikan saran seperti yang tadi. Kita perlu bersyukur kepada Tuhan bahwa wajah kita berminyak. Jangan sering-seiring menggunakan pembersih untuk menghilangkan minyak pada wajah, agar wajah kita tetap kencang dan tidak keriput.

Kalian tahu kan kenapa manusia memiliki air ludah atau liur? Salah satunya agar mulut kita tidak kering. Coba kering, apakah kita bisa makan dan merasakan berbagai macam makanan? Atau, mengapa mata kita ada airnya? Coba tidak airnya. Bisakah kita membolak-balikkan bola mata ke kanan, kiri, atas, dan bawah? Begitu pula dengan keringat. Kita pikir saja sendiri, meski kadang aku ini kurang suka dengan keringat yang berlebihan karena terlalu banyak makan atau minum air. Tapi, manfaat tubuh berkeringat itu sangat banyak.

Jadi, jangan berharap agar minyak pada kulit wajah kita hilang tanpa bekas. Banyak produk yang menawarkan solusi katanya untuk menghilangkan minyak pada kulit wajah. Kita perlu mengingat dampak buruk jika wajah tidak berminyak, kulit akan mudah keriput dan kita akan tampak tua ketika wajah sudah keriput meskipun usia kita masih muda. Mari kita syukuri kulit wajah kita yang berminyak dan jangan sampai mengutuk atau membencinya. Tapi rawat lah wajah kita agar tampak indah meski berminyak. Belum tentu wajah berminyak membuat seseorang jelek. Hal itu tergantung pada perawatan yang kita lakukan. Semoga bermanfaat! Amin.

Surabaya, 02 Mei 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: