Cara Mudah untuk Mencintai Indonesia

Jawa Pos – Radar Madura: Minggu, 26 April 2015

How To Love Indonesia (Junaidi Khab)

How To Love Indonesia (Junaidi Khab)

Judul               : How to Love Indonesia

Penulis             : Duma M. Sembiring

Penerbit           : Mitamind (PT Tiga Serangkai)

Cetakan           : I, November 2014

Tebal               : vi, 274 hlm.; 20 cm

ISBN               : 978-979-045-774-4

Peresensi         : Junaidi Khab*

Bendera merah putih telah dikibarkan di berbagai tempat, acara, dan seluruh dunia. Lagu Indonesia raya sebagai lagu kebangsaan pun bergema di mana-mana, bahkan juga dibawa ke berbagai penjuru dunia. Tombak-tombak, bayonet, dan bedil mengacung-ngacung pada setiap refleksi kemerdekaan. Itu katanya sebagai simbol keberanian untuk melindungi Indonesia dari kaum penjajah. Itulah nasionalisme yang banyak kita kenal sejak kemerdekaan yang diraih oleh Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Tapi, hanya begitukah mencintai Indonesia yang kadang hanya berupa semacam refleksi dan tak ada hasilnya sebagai tindakan nyata atas kecintaan kepada Indonesia? Tentu tidak. Ada banyak hal yang kita lupakan padahal lebih mulai dan nyata. Mencintai Indonesia bukan hanya semacam perayaan dan menyenandungkan lagu Indonesia raya. Seperti apakah mencintai Indonesia yang sebenarnya?

Kehadiaran novel remaja yang berjudul “How to Love Indonesia” ini akan menjawab segalanya. Yaitu tentang mencintai Indonesia dengan cara-cara yang sederhana tapi dampak dan pengaruhnya bagi bangsa Indonesia akan terasa dan nyata. Bukan hanya sekadar refleksi yang hampa dan semu. Sejenak kita harus merenungi setiap kata-kata dan kalimat dalam novel ini, tujuannya untuk menyadari tindakan nyata sebagai wujud kecintaan pada tanah air Indonesia.

Ada beberapa langkah pasti sebagai perwujudan cinta tanah air Indonesia. Satu di antaranya adalah nilai gotong royong atau saling membantu tanpa mengharap bayaran. Sebagai ciri-ciri atau karakter bangsa Indonesia, gotong royong mampu membangun kehidupan bangsa ini dengan semangat kebersamaan. Namun, seiring zaman bergulir, gotong royong sebagai karakter bangsa Indonesia kini memudar bahkan hilang. Segalanya sudah diukur dengan uang. Semangat gotong royong dan saling bantu tanpa pamrih sudah ditinggalkan. Masyarakat hidup secara individualistik (hlm. 41).

Luar Biasa

Ada banyak cara sederhana tapi luar biasa dalam mencintai tanah air Indonesia. Bukan hanya semangat gotong royong, tapi mencintai produk dalam negeri seperti pakaian batik sudah menjadi semangat nasionalisme secara utuh (hlm. 71). Kita tahu sendiri, batik merupakan produk asli Indonesia. Kadang orang tidak mau mengenakan batik, karena tampak berumur sudah tua, sedangkan mereka ingin tampak muda. Di sinilah kita bisa menemukan semangat nasionalisme secara sederhana yang nyata. Tapi ingat, memilih batik harus sesuai selera dan usia agar ketika memaki batik tidak tampa lanjut usia.

Selain itu, jangan memasang nasi terlalu banyak di piring jika sekiranya kita tidak bisa menghabiskan. Selain menghormati nasi, di luar sana banyak saudara kita yang kelaparan, sementara kita buang-buang makanan (hlm. 81). Nenek moyang kita dulu pada masa penjajahan Belanda-Jepang untuk sekadar mengisi perut sangat sulit menemukan beras, jagung, atau makanan pokok lainnya.

Membuang sampah pada tempatnya merupakan bentuk cinta tanah air Indonesia yang kadang tidak disadari. Jika kita memang mencintai Indonesia, maka kita harus membuang sampah pada tempatnya. Jangan sampai membuang sampah sembarangan. Apalagi dibuang ke sungai atau ke tempat yang menjadikan air tersumbar hingga menyebabkan banjir (hlm. 129). Sebagaimana kita tahu bahwa di Indonesia marak pemberitaan tentang banjir yang melanda Indonesia, lebih-lebih kota besar.

Cara-cara demikian cukup sederhana, selain menguntungkan diri kita, juga orang lain, dan umumnya tanah air Indonesia. Semangat gotong royong sebagai karakter rakyat Indonesia, memakai batik sebagai produk Indonesia, menghemat sandang-pangan, dan tidak membuang sampah sembarangan akan menjadi wujud nyata atas kecintaan kita pada Indonesia di mana kaki berpijak dan bernafas penuh kemerdekaan.

Kisah-kisah konyol dalam novel ini akan membangkitkan kesadaran kita untuk mencintai Indonesia dengan cara yang sederhana tapi luar biasa bagi Indonesia. Ada tindakan sederhana yang terlupakan atau pura-pura dilupakan, dan ini perlu kita sadari sebagai wujud kecintaan kepada Indonesia. Kita tak harus berperang melawan bedil dan tembak untuk menjaga Indonesia, karena itu sudah bukan masanya lagi. Tapi, bagaimana kita bertingkah dalam berbabagai tindakan agar Indonesia tidak rusak dan hancur. Temukan kisah unik-inspiratif dalam novel ini untuk mencintai Indonesia.

* Peresensi adalah Akademisi dan Pecinta Baca Buku Asal Sumenep, Tinggal di Surabaya.

Tulisan ini bisa dibaca dan dinikmati lebih lanjut di: . Semoga memberikan manfaat bagi kita semua. Amin.

2 Responses to Cara Mudah untuk Mencintai Indonesia

  1. Ina says:

    Sangat menarik dan tidak sesederhana judulnya.
    Berapa harga bukunya ya?
    Thanks

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: