Menyejahterakan Kehidupan Nelayan

Duta Masyarakat: Rabu, 22 April 2015

Oleh: Junaidi Khab*

Junaidi Khab

Junaidi Khab

Pemerintah, lebih tepatnya Jokowi dan aparatur negara jangan hanya memikirkan nasib mereka sendiri. Dalam beberapa media, sudah sering didengar tentang anggaran-anggaran untuk kepentingan aparatur dan pegawai negara yang sangat besar, namun tentang nasib rakyat selalu dikesampingkan. Ini menjadi fenomena yang perlu kita daur-ulang supaya kebijakan pemerintah tidak hanya untuk memikirkan nasibnya sendiri, tapi mereka harus memikirkan nasib rakyatnya, khususnya para nelayan yang hidup jauh dari pemerintahan, tapi peranannya secara tidak langsung dibutuhkan.

Sebagaimana kita tahu, nelayan adalah orang yang menggantungkan hidupnya pada laut. Laut bagi nelayan menjadi ladang perekonomian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-harinya. Ibarat sebuah kantor yang selalu menjanjikan penghasilan bagi karyawannya dari hasil bekerja seharian. Kehidupan nelayan memang tergolong melarat, kecuali bagi mereka yang memiliki usaha tambak ikan sebagai penghasilan yang tetap, tapi tidak menentu besar-kecilnya ketika panen ikan.

Di Indonesia, nelayan merupakan salah satu penyambung hidup masyarakat. Melalui lautnya yang luas, menu makanan masyarakat Indonesia selalu dihidangkan dengan beberapa ikan hasil tangkapan para nelayan. Akan tetapi, mungkin mereka yang menyantap ikan di atas piring makannya tidak merasa bahwa nelayan yang berusaha untuk mendapatkan ikan harus berjemur di bawah terik sinar matahari untuk mengarungi samudera yang begitu luas. Ketika hendak membeli, masyarakat menawar harga ikan yang sudah ditetapkan oleh nelayan dengan begitu murah.

Setidaknya, sebagai sesama manusia yang hidup di bawah naungan Pancasila dan NKRI, masyarakat yang bukan nelayan harus memahami sikap dalam berjual hasil tangkapan ikan dari para nelayan. Apresiasi kepada nelayan yang sebisa mungkin untuk menyambung hidupnya sendiri dari hasil tangkapan ikan, juga secara tidak langsung membantu penghidupan masyarakat banyak di seluruh negeri ini. Maka dari itu, salah satu apresiasi bagi nelayan yaitu dengan menghargai berbagai jenis tangkapan ikannya menurut harga yang sesuai dengan jarih payahnya.

Dukungan Pemerintah

Ketika kita membincang nasib rakyat Indonesia, uluran dan perhatian pemerintah menjadi salah satu tonggak yang harus dikokohkan. Bagaimana pun juga, pemerintah dalam segala hal yang menyangkut kehidupan rakyat Indonesia memiliki tanggung jawab penuh untuk mendukung segala aktivitas dan dan usaha yang dilakukan oleh rakyat untuk kesejahteraan hidupnya. Termasuk juga dukungan pemerintah bagi para nelayan, baik dari aspek kesejahteraannya atau beberapa kebutuhan masyarakat nelayan.

Sepertinya, pada pemerintahan Joko Widodo ini, pemerintah masih belum seutuhnya menyentuh kehidupan para nelayan, meski pada kenyataannya banyak kapal asing yang – katanya mencuri ikan – diledakkan di beberapa perairan Indonesia. Secara tidak langsung memang memberikan keuntungan bagi nelayan Indonesia. Akan tetapi, hal tersebut dilakukan masih jauh panggang dari api atas kebutuhan primer para nelayan. Sebagaimana terjadi, beberapa nelayan masih kerepotan dalam urusan tempat untuk membuat kapal. Lahan yang mau digunakan untuk membuat kapal harus membayar, padahal cuma ditempati untuk sementara waktu saja. (Jawa Pos-Radar Madura, Minggu, 29 Mei 2015).

Peristiwa tersebut terjadi di Pamekasan, Madura. Sebagaimana dilansir bahwa keterampilan nelayan Pamekasan dalam membuat kapal ternyata terkendala lahan. Tidak adanya lahan yang bisa dimanfaatkan untuk membuat kapal memaksa mereka untuk merogoh kocek dalam-dalam. Selama tiga bulan untuk ditempati pembuatan kapal, mereka harus menyewa lahan sebesar tiga juta rupiah.

Begitulah nasib nelayan yang terjadi di Pamekasan, Madura. Setidaknya pemerintah pusat melalui pemerintah daerah harus mampu mengayomi seluruh elemen masyarakat. Bukan hanya masyarakat petani yang mendapat berbagai bantuan, tetapi para nelayan juga harus mendapat kebijakan yang tidak menyusahkan dan menghambat usahanya. Bahkan, jangan petani dan nelayan saja, namun seluruh segala profesi rakyat Indonesia harus mendapat dukungan dari pemerintah untuk menjalankan segala usahanya. Tujuan tersebut, agar rakyat Indonesia tidak terlalu banyak bergantung pada pemerintah dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Sebuah Keniscayaan

Mungkin dalam pandangan masyarakat umum yang bukan nelayan sudah tahu dan merasakan pahitnya menjadi nelayan. Ketika cuaca buruk, mereka tidak mungkin melaut, sehingga pendapat mereka berkurang. Ada juga yang nekat melaut ketika cuaca buruk demi mendapat untung, namun nyawa yang menjadi ancaman sebagai jaminan keberuntungannya di tengah samudera nan luas itu.

Tidak boleh tidak, ini menjadi keniscayaan bagi para nelayan untuk tetap bertahan hidup. Sementara, pemerintah dengan segala upah minimumnya setiap bulan yang diambil dari pajak retribusi daerah hanya duduk santai tanpa memikirkan nasib orang-orang yang sengsara dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Bahkan hanya memikirkan nasib golongannya sendiri, tanpa peduli pada rakyat yang menjerit karena kelaparan dan pemerasan yang tiada henti.

Hal tersebut sebenarnya menjadi sebuah keniscayaan bagi pemerintah, agar roda pemerintahan ini berjalan dengan baik dan imbang. Jika pemerintah tidak memiliki respon baik kepada rakyat Indonesia, secara khusus masyarakat nelayan yang sedikit banyak tidak begitu dihiraukan karena hidupnya bergantung pada laut, maka dapat dipastikan ketimpangan sosial memang sengaja dibiarkan begitu saja oleh pemerintah. Dari itulah, pemerintahan Jokowi di pusat melalui pemerintahan daerah harus benar-benar mengayomi masyarakat secara adil, utamanya di kalangan nelayan dan tidak lupa juga para petani. Karena pada umumnya, masyarakat tidak hanya berprofesi dalam satu bidang, segala bidang ditekuninya hanya karena pendapatannya yang tidak tetap dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

*Penulis adalah Akademisi dan Pengamat Sosial UIN Sunan Ampel Surabaya.

Semoga tulisan sederhana ini bisa memberikan manfaat bagi kita untuk membangun Indonesia agar lebih baik, berkembang, dan maju. Khususnya rakyat kecil yang selalu menjadi permainan bola politik pemerintah. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: