Cinta dan Kerinduan dalam Puisi Ishadi SK

Jawa Pos-Radar Madura: Minggu, 29 Maret 2015

Puisi Untuk Meis Puisi-puisi Cinta dan Sebayanya

Puisi Untuk Meis Puisi-puisi Cinta dan Sebayanya

Judul               : Puisi Untuk Meis Puisi-puisi Cinta dan Sebayanya

Penulis             : Ishadi SK

Penerbit           : KOMPAS

Cetakan           : II, April 2014

Tebal               : xiv + 194 hlm.; 14 cm x 21 cm

ISBN               : 978-979-709-811-7

Peresensi         : Junaidi Khab*

Keindahan kata-kata dengan diksi yang tepat akan memberikan makna yang dalam dan penuh arti. Tapi, terkadang kata-kata itu biasa-biasa saja, namun makna yang tersirat di dalamnya mampu meluluhkan setiap hati orang yang membaca atau mendengarkannya. Begitulah sifat puisi yang menjadi salah satu bagian dari karya sastra. Puisi dengan kata-kata dan diksi yang tepat akan menghipnotis manusia sejagad raya. Akan tetapi, tidak semua orang mampu melakukan hal tersebut – mencipta puisi yang penuh sihir. Untuk itu, perlu bunga yang kuncup untuk dimekarkan agar orang atau kumbang yang menikmatinya tertarik dan terpanah.

Tak heran bila bunga-bunga yang mekar sebagai penerus kehidupan yang pernah terukir, melekat pada diri Ishadi SK melalui puisinya. Ishadi melalui serbuk kata-kata dan ejaan nektar huruf yang manis berhasil menjadi tunas dari wewangian yang mampu menghipnotis dan pernah tercium dari serbuk sari para penyair di tanah air Indonesia. Ia mulai mengepakkan sayapnya menatap kumbang-kumbang kehidupan dan kupu-kupu waktu yang terus berjalan melewati lembah kata-kata yang penuh bunga-bunga indah.

Karya “Puisi Untuk Meis” ini merupakan sebuah ungkapan hati dan perasaan yang melalui deraian kata-kata dan huruf yang penuh makna dan filosofi tentang kehidupan yang dijalani oleh Ishadi. Secara eksplisit, karya ini merupakan representasi dari ungkapan hatinya yang selalu dilanda suatu kerinduan dan cinta yang selalu mengharukan. Lantunan syairnya mewakili sebagian keindahan naluri dalam memandang kehidupan ini yang cukup memikat dan memukau hati setiap jiwa yang menghayatinya.

Putu Fajar Arcana, seorang Editor Seni dan Budaya Kompas Minggu menyatakan bahwa jika ada orang yang bertanya tentang teman yang paling setia di kala kesepian, maka jawabannya adalah puisi. Sementara, puisi bagi Ishadi merupakan sebuah ungkapan kejujuran. Ia bukan milik para penyair mumpuni, tetapi milik semua orang, yang terus-menerus menggelorakan cinta-kasih dan pengabdian hidupnya. Puisi-puisi dalam kumpulan ini telah mampu menjelma menjadi rasa syukur atas dedikasi begitu banyak orang, yang telah bekerja keras dan menjadikan dirinya sendiri duta-duta kemanusiaan sejati.

Sejatinya, Ishadi SK dalam sajak-sajaknya ini ingin menarasikan dan menyambung suara hatinya. Jika D Zawawi Imron dalam menggambarkan kelembutan masyarakat madura bagaikan tidur berbantal ombak dan berselimut angin, maka Ishadi tak jauh berbeda dalam melukiskan dirinya yang penuh rasa kerinduan yang tinggi serta keindahan yang tak tertandingi ketika menemukan suatu makna hakikat cinta dan kerinduan yang melanda dirinya.

Sayangnya, karya ini merupakan suatu dialog indah yang tak seluruhnya menggambarkan tentang humanisme, di dalamnya masih ada nilai politik yang dinarasikan sebagai ungkapan rasa rindu seperti puisi yang berjudul: MPR (hlm. 71) dan Tragedi Amerika (hlm. 151). Memang sangat menjadikan diri kita selalu melankolis jika yang tergambar hanya setengah dan tak utuh, apalagi disinyalir dengan perombakan rasa haru dan kekhawatiran yang menderu. Namun, uniknya karya ini akan mencoba memberikan suatu makna baru tentang kondisi jiwa yang sedang dilanda rasa cinta dan kerinduan yang begitu dahsyat.

Dalam “Puisi Untuk Meis”, segalanya terukir dengan penuh makna yang akan mengartikulasikan narasi makna kerinduan yang pernah melesat dalam keseharian manusia, termasuk Ishadi dalam mengarungi hari-harinya. Misalkan puisi yang berjudul: Exelibris/ Cinta mestilah berseberangan,/ Berseberangan sukma, berseberangan pandangan/ Berseberangan hati,/ Bersebrangan luka berseberangan duka,/ Berseberangan kulit dan tulang,/ Berseberangan dada dan pinggang,/ Cinta mencoba melayari batas yang memisahkan,/ Menggapai buah yang ranum di dahan,/ Menghirup harum di kejauhan/ (hlm. 4).

Ada banyak makna cinta yang diungkap oleh Ishadi. Dari ungkapan-ungkapan itu, tumbuh banyak tunas tentang hakikat cinta yang kadang membahagiakan dan menyusahkan. Cinta menurutnya bukan bicara kebahagiaan, namun bagaimana kita mengatur perasaan. Memang, cinta bisa membawa pemiliknya pada kerinduan yang selalu positif, begitu pula sebaliknya, bisa membawa pemiliknya pada hal yang negatif.

Kumpulan puisi ini akan mengantarkan para pembaca menuju behterah kehidupan yang terus dicaci namun juga dipuji. Narasi dan untaian kata-kata yang penuh pengharapan kedatangan wahyu literasi dari balik diksi yang tersembunyi. Sajak-sajak Ishadi ini merupakan lirik naratif yang patetis. Dalam hubungan penciptaan sajak-sajak yang demikian, Zarathustra yang dipakai F.W. Nietzsche (1844-1900) puisi sebagai corong kata-kata dan pikiran menyebutkan bahwa pencipta melayani imajinasi di dalam penderitaan yang indah.

Kehadiran buku ini merupakan sebuah rekonstruksi kehidupan Manusia secara umum yang direpresentasikan dari kehidupan pribadi Ishadi SK. Bahasa dan diksi yang digunakan mampu mengupas hakikat yang tersirat dan tersurat tentang kehidupan yang kompleksitas antara cinta, kerinduan, dan kebencian. Kata-katanya terus hidup dan menyala meski sajak ini sudah berusia cukup tua. Jika kita ibaratkan, sajak ini bagaikan Ibrahim dan Siti Hajar yang meski renta tetap mendapat mukjizat untuk mendapat keturunan, Ismail. Begitu kiranya sajak-sajak Ishadi SK yang selalu hidup dan beranak-pinak meski umurnya termakan usia.

* Peresensi adalah Pecinta Baca Buku Tinggal di Surabaya.

Tulisan ini bisa dinikmati di: Jawa Pos-Radar Madura, Minggu, 29 Maret 2015 Cinta dan Kerinduan dalam Puisi Ishadi SK oleh Junaidi Khab. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: