Lautan di Tengah Padang

Junaidi Khab, Laut di Tengah Padang

Junaidi Khab, Laut di Tengah Padang

Mungkin tidak akan banyak orang yang tahu dimana tempat aku duduk dengan sebuah laptop mini dan sedang menikmati dengan penuh kekhusyuan. Mungkin, orang beranggapan bahwa aku sedang main-main saja di padang itu. Tapi, aku pada saat itu berusaha mencari sinyal untuk modem. Di rumahku, modem merk SmartFrend tidak ada sinyal. Yang ada hanya jika pergi ke padang gersang itu. Aku menggunakan baju biru dan sarung warna kuning, dan rambutku baru saja dipotong. Jadi sedikit rapi dan enak dipandanga dari belakang.

Fotografer fotoku ini adalah temanku sendiri, Marsus. Di berada di sisi timur. Tepatnya di jalan raya (aspalan) sembari santai menikmati suasana sore menjelang malam. Ada banyak jepretan yang dilakukan oleh Marsus. Tapi, dari sekian jepretan yang diambil olehnya, hanya satu yang bagus dan menarik menurutku. Ya, hanya foto ini satu-satunya yang unik dan menarik perhatian dan pandanganku. Mungkin, teman-teman juga memiliki pandangan bahwa foto ini juga menarik. Entahlah. Bagiku foto ini sangat menarik dengan pemandangan yang unik.

Perlu diketahui, bahwa anak perempuan yang memakai seragam kuning itu ponakan Marsus. Dia maksa ikut karena baru bertemau dengan pamannya. Jadi, kemana-mana dia selalu bilang mau ikut. Ya, akhirnya diajak juga jalan-jalan. Namanya Dina Hanifah Fitroh kalau tidak keliru. Tanpa kuhiraukan, anak itu bermain di sekitarku, dan sesekali menghampiri Marsus untuk melihat hasil jepretannya. Aku menikmati jaringan saja, mumpung masih lancar untuk mengirim beberapa tulisan ke media lokal dan nasional.

Tahukah kalian? Hal yang sangat unik dan menarik menurutku dari foto ini yaitu, tata letak pengambilan foto yang tepat dan pas. Sehingga, pemandangan sore hari di ufuk barat tampak begitu memukau dengan pancaran warna langit yang biru. Sementara seorang anak perempuan kecil berdiri dengan begitu santai dan lugu sebagai sebuah ekspresi natural yang tidak dibuat-buat.

Padang itu terletak di desa Banjar Barat, kecamatan Gapura, kabupaten Sumene, Madura. Biasanya, waktu aku masih sekolah (MTs dan SMA), ketika malam-malam selalu pergi ke sana untuk sekadar menikmati sinar rembulan sambil membakar jagung atay ketela yang dibawa dari rumah. Pokoknya padang itu indah, menarik, dan unik untuk dijadikan tempat menyegarkan otak.

Surabaya: Ahad, 19 April 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: