Shalawat Pangkal Bahagia

Wasathon: Ahad, 15 Februari 2015

Shalawat Pangkal Bahagia Plus Ragam Shalawat & Fadhilahnya (Junaidi Khab)

Shalawat Pangkal Bahagia Plus Ragam Shalawat & Fadhilahnya (Junaidi Khab)

Judul               : Shalawat Pangkal Bahagia Plus Ragam Shalawat & Fadhilahnya

Penulis             : Muhammad Habibillah

Penerbit           : Safirah (DIVA Press)

Cetakan           : I, September 2014

Tebal               : 194 halaman

ISBN               : 978-602-279-050-1

Peresensi         : Junaidi Khab*

Dari sekian banyak kebutuhan dalam hidup ini, segala apa yang kita lakukan semata-semata hanya untuk menemukan kebahagiaan dan kasih-sayang. Banyak cara yang dilakukan oleh manusia untuk menggapai sebuah kebahagiaan, namun tak segalanya memberikan kebahagiaan penuh. Hal tersebut karena tempat memperoleh kebahagiaan tidak melalui pangkal atau akarnya. Maka dari itu perlu kiranya kita mengetahui dan menemukan hakikat dari pangkal kebahagiaan itu.

Untungnya ada inisiatif baru yang dilakukan oleh Muhammad Habibillah, keberhasilan Habibillah dalam menyampaikan pesan melalui buku ini perlu menjadi bahan renungan dan amalan. Ia memberikan solusi jitu guna menemukan pangkal dari segala kebahagiaan dan kasih sayang dari dunia hingga akhirat.

Di saat orang-orang hanya sibuk bekerja, mengajar, kencan, bercanda-tawa dengan keluarga, dan melakukan berbagai upaya untuk memperoleh kebahagiaan, kita dianjurkan agar tetap melantunkan shalawat atas nabi Muhammad Saw. Lebih-lebih khususnya di bulan Rabi’ul Awal sebagai bulan kelahirannya, dan tidak salah jika membacanya di bulan-bulan atau hari yang lain..

Hal tersebut dilakukan agar jalan yang kita lalui untuk menemukan kebahagiaan bisa sepenuhnya menemukan pangkalnya yang kita cari penuh dengan keberkahan. Allah Swt berfirman: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershlawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (QS. al-Ahzab [33]:56).

Imam al-Bukhari meriwayatkan, Abu ‘Aliyah berkata: “Shalawat Allah adalah berupa pujian-Nya untuk Nabi di hadapan para malaikat. Adapun shalawat para malaikat adalah doa”. (hlm. 40).

Begitu mulianya baginda nabi Muhammad Saw., sehingga Allah dan para malaikat-Nya saja bershalawat untuknya. Tentu di balik peristiwa bershalawat ada makna yang tersirat di dalamnya. Salah satunya jika kita bershalawat untuk nabi Muhammad Saw. selain mendapat pahala dan rahmat, jaminan hidup bahagia menjadi salah satu taruhannya. Bahkan bukan hanya kebahagiaan, di balik bershalawat ada banyak keaijaiban yang melebihi faedah seperti yang kita bayangkan. Dengan bershalawat atas nabi Muhammad Saw. sebagai bentuk rasa cintanya, ada seorang hamba yang terkabulkan doanya dan disembuhkan dari penyakitnya.

Ada seorang ibu yang ditinggal mati oleh anak gadisnya. Ia sangat merindukannya. Sehingga ia dianjurkan melaksanakan shalat malam lalu membaca shalawat. Pada malam itu bermimpi bertemu dengan puterinya. Tapi puterinya itu sedang disiksa di alam kubur. Kemudian ia diperintahkan oleh seoarng Syaikh agar bersedekah untuknya. Pada malam harinya Syaikh itu bermimpi bertemu dengannya dalam keadaan cantik jelita di sebuah taman. Syaikh itu pun heran dan terkagum. Lalu menanyakan penyebab ia memperoleh derajat tersebut. Gadis itu pun berujar bahwa di atas kuburnya ada seorang shaleh yang membaca shalwat untuknya, sehingga ia terbebas dari jeratan siksa kubur seperti yang diceritakan oleh ibunya (hlm. 89).

Sangat menakjubkan, shalawat bukan hanya sebagai pangkal kebahagiaan di dunia. Hingga akhirat pun, shalawat pun tetap memberikan kebahagiaan dengan rahmat Allah Swt. Sehingga orang yang disiksa di kuburnya bisa terselamatkan. Seseorang yang ingin doanya terkabulkan bertemu dengan anak perempuannya pun jadi kenyataan. Kebahagiaan pun tampak dari pahala bershalawat dari kisah tersebut.

Selain itu, dengan membaca shalawat sebagai bentuk rasa cinta pada nabi Muhammad Saw., berbagai macam penyakit bisa sembuh, termasuk penyakit lumpuh. Seperti yang dialami oleh Imam al-Bushiri, ia tersembuhkan dari penyakit lumpuhnya dengan menggubah puisi dan shalawat (hlm. 121).

Kehadiran buku ini merupakan jendela untuk menemukan hakikat dari pangkal kebahagiaan yang bersumber dari shalawat. Di dalamnya disajikan mengenai hakikat shalawat atas nabi Muhammad Saw., alasan Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada nabi Muhammad Saw., macam-macam shalawat dan fadhilahnya, kisah-kisah inspiratif keajaiban shalawat, dan kisah-kisah inspiratif para pengamal shalawat.

* Peresensi adalah Pecinta Baca Buku Asal Sumenep, Tinggal di Surabaya.

Tulisan ini bisa dibaca di: Wasathon. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: