Mencerahkan Pendidikan dan Kerukunan Umat

Kabar Madura: Selasa, 10 Februari 2015

Suryadharma Ali Gagasan, Ucapan, dan Tindakan dalam Mencerahkan Pendidikan Islam dan Kerukunan Umat (Junaidi Khab)

Suryadharma Ali Gagasan, Ucapan, dan Tindakan dalam Mencerahkan Pendidikan Islam dan Kerukunan Umat (Junaidi Khab)

Judul               : Suryadharma Ali Gagasan, Ucapan, dan Tindakan dalam Mencerahkan Pendidikan Islam dan Kerukunan Umat

Penulis             : Ruchman Basori, dkk.

Penerbit           : LkiS

Cetakan:          : I, 2014

Tebal               : xvi + 290 halaman; 14,5 x 21 cm

ISBN               : 978-602-14913-3-1

Peresensi         : Junaidi Khab*

Kehadiran buku ini merupakan suatu refleksi atas pemikiran dan gagasan Suryadharma Ali yang cukup inspiratif dan mencerahka. Kita memang tidak bisa melihat dengan sebelah mata untuk menemukan suatu kesempurnaan. Nama Suryadharma Ali menjadi celah hitam kementerian agama RI setelah dirinya menjadi penghuni rumah asing oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Namun, meskipun demikian yang terjadi pada Suryadharma Ali, ada banyak ide atau gagasan brilian yang cukup memberikan sumbangsih bagi perkembangan pendidikan dan kerukunan umat di Indonesia. Kita mengacu pada suatu ungkapan Arab yang menyatakan bahwa kita harus melihat apa yang diucapkan oleh orang dan jangan melihat pada yang orang yang mengucapkannya. Sangat inspiratif meski kadang hati sangat sulit untuk menerima ungkapan tersebut.

Kenyataannya, kita akan menemukan terobosan baru dari gagasan dalam buku ini meski yang mengucapkan, Suryadharma Ali tersandung kasus wisma haji. Meskipun Ali tersandung pengadaan wisma haji, dia telah berhasil membangun fondasi bagi kemajuan pendidikan Indonesia dan harmonisasi bagi kerukunan antar-umat beragama. Hal tersebut bisa dilihat dari komitmennya yang menyatakan bahwa pemerintah daerah jangan pernah ragu-ragu untuk mengucurkan dana untuk membantu pendidikan (agama). Karena pendidikan adalah urusan kita bersama (hlm. 1).

Segala sesuatu dapat dicapai dan terwujud apabila dimulai dari adanya sebuah komitmen dan motivasi yang kuat yang didasarkan pada kemauan dan ikhlas dari pribadi seorang individu. “Individual commitment to a group effort-that is what makes a team workd, a society work, a civilization work” (Vince Lombardi). Begitulah apa yang dikatakan oleh Vince Lombardi. Komitmen yang tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan membangun harmonisasi bagi kerukunan antar-umat beragama di Indonesia adalah dua hal penting yang dapat dijadikan inspirasi dan motivasi dari masa kepemimpinan Suryadharma Ali untuk melakukan perubahan bagi Indonesia agar lebih baik di masa depan.

Selain itu, Suryadharma Ali menyatakan tentang keharmonisan antar-umat beragama. Dia mengungkapkan idenya bahwa sesungguhnya tidak ada konflik agama. Konflik itu terjadi karena adanya keinginan atau nafsu manusia yang berupa amarah yang tidak terkendalikan. Kalau masayarakat bisa mengendalikan amarahnya, maka konflik itu tidak akan terjadi. Agama sesungguhnya sudah memberikan pedoman secara memadai agar manusia saling menyayangi, saling mencintai, dan saling memahami antara satu dengan lainnya (hlm. 206).

Itu salah satu gagasan yang dilontarkan pada saat kunjungan ke Ambon. Di sana tidak hanya terdiri dari satu agama, namun lebih ari satu. Tetapi kerukunan dan keharmonisan tetap terjaga. Sehingga Ambon patutu menjadi panutan dalam keharmonisan umat beragama bagi daerah-daerah lain yang masyarakatnya terdiri dari beberapa agama yang berbeda.

Jika agama dijalankan dengan benar sesuai dengan ajaran-ajarannya, maka dapat dipastikan bahwa agama akan menjadi jalan keselamatan bagi umat manusia dan masyarakat luas (hlm. 215). Masing-masing agama, baik agama Islam, Kristen, Katolik, Budha, dan Hindu memiliki ajaran tersendiri yang akan mengarahkan penganutnya pada kedamaian dan ketenangan hidup umat manusia. Hanya tinggal manusia yang harus mampu mengamalkan ajaran agamanya yang dianut.

Buku ini hadir untuk mengabadikan gagasan cemerlang Suryadharma Ali di bidang pendidikan dan perdamaian umat. Bagian pertama, yaitu tentang gagasan, ucapan, dan tindakan Suryadharma Ali dalam mencerahkan pendidikan Islam serta spesialisasi dan apresiasi baginya. Hal ini ditandai dengan catatan perjalanan kunjungannya untuk meresmikan STAIN menjadi IAIN dan IAIN menjadi UIN yang dibarengi dengan pidato-pidatonya yang berisi peneguhan untuk memajukan kulitas pendidikan di Indonesia.

Bagian kedua, buku ini menyajikan tentang gagasan, ucapan, dan tindakan Suryadharma Ali dalam mencerahkan kerukunan umat. Serta spesialisasi dan apresiasi terhadapnya dalam mencerahkan kerukunan umat. Mari kita perbaiki kualitas pendidikan Indonesia melalui ide cemerlang dalam buku ini dan pasang kuda-kuda untuk membangun keharmonisan antar-umat beragama di Indonesia. Semoga kualitas pendidikan dan keharmonisan umat di Indonesia menjadi kenyataan seperti yang kita harapkan bersama. Amin.

* Peresensi adalah Pecinta Baca Buku Asal Sumenep, Tinggal di Surabaya.

Tulisan ini bisa dibaca di: Kabar Madura, Selasa, 10 Februari 2015 Mencerahkan Pendidikan dan Kerukunan Umat oleh Junaidi Khab. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: