Pendidikan Moral Berbasis Guru

Duta Masyarakat: Senin, 23 Februari 2015

Oleh: Junaidi Khab*

Junaidi Khab

Junaidi Khab

Jika guru kencing berdiri, maka murid akan kencing berlari”. Mungkin pepatah lawas tersebut bagi masyarakat sudah tidak asing lagi. Siapa pun sudah dapat dipastikan mengetahui hakikat pepatah tersebut. Meskipun kadang sebagian orang masih memaknainya secara harfiah (tersurat) juga secara mendalam (tersirat). Bahkan, belakangan ini, pepatah tersebut sudah berkembang dan diubah sesuai selera masyarakat: “Jika guru kencing berdiri, maka murid kencing berlari, lalu masyarakat kencing terbirit-birit”.

Begitulah gambaran tentang moral kehidupan bangsa Indonesia. Secara harfiah, pepatah tersebut mengungkapkan bahwa jika seorang guru ketahuan kencing berdiri, sudah dipastikan muridnya yang tahu akan lebih parah dari perilaku gurunya, yaitu kencing berdiri. Mereka akan melakukan Read more of this post

Advertisements

Memprioritaskan Kesejahteraan Masyarakat Agraris

Harian Analisa: Kamis, 05 Maret 2015

Oleh: Junaidi Khab*

Junaidi Khab

Junaidi Khab

Pemerintah perlu melihat kembali pada keberadaan para petani (masyarakat agraris) di Indonesia. Disadari dan diakui atau tidak, petani adalah tulang punggung kehidupan bangsa Indonesia, bahkan dunia. Dengan satu alasan, jika tidak ada para petani, rakyat dan para elite tentunya kebingungan untuk mengurus persoalan isi perutnya. Bahkan mereka bisa mati kelaparan jika petani tidak memiliki andil sebagai tulang punggung kehidupan bangsa. Kita tidak bisa menyangkal meskipun sebagian orang (misalkan) makan roti atau bukan beras dan gandum, sudah dipastikan sumber untuk pengganjal perut tersebut dari Read more of this post

Indonesia Berhenti Tertawa

Harian Analisa: Selasa, 17 Februari 2015

Oleh: Junaidi Khab*

Junaidi Khab di Depan Kebun Binatang Surabaya

Junaidi Khab di Depan Kebun Binatang Surabaya

Korupsi di negeri ini sudah benar-benar akut dan menjadi darah daging dalam kehidupan nyata. Bukan hanya orang-orang yang (secara fisik) bobrok moralnya yang terlibat kasus rasuah tersebut. Bahkan orang-orang yang berdarah hijau hingga orang yang berdarah jenaka pun harus menjadi tersangka penggelapan uang yang jumlahnya tidak sedikit. Memang, ketika seseorang melihat nominal uang cukup menggiurkan akan gelap mata, dan melakukan segala Read more of this post

%d bloggers like this: