Kaldu Mie

Kaldu Mie (Junaidi Khab)

Kaldu Mie (Junaidi Khab)

Hari ini (Senin, 02 Februari 2015), aku kedatangan seorang teman, A’yat Khalili, penyair asal Sumenep Madura. Tetanggaku sendiri. Sebenarnya dia datang ke Surabaya pada hari Sabtu, 31 Januari 2015, akhir bulan. Tapi pada Senin, 02 Februari 2015 aku membuat sebuah masakan – anggaplah mewah – yaitu kaldu khas Sumenep Madura. Bahannya, kacang hijau sekitar secangkir. Kurebus hingga mendidih dan melepuh. A’yat pagi itu gak mau makan bareng aku, karena aku biasa makan pada pukul 11 siang ke atas. Dia pun berangkat ke warung mau cari makan katanya. Aku tak lupa menitip satu bumbu Masako dan kecap sachet kecil, kukasi uang Rp.1500.00 ternyata Rp.500.00 itu dikembalikan. Jujur ya?

Kuaduk-aduk kacang hijau dalam ricecooker milik teman kamarku – Syafi’i – anak Bangkalan. Lalu, ketika sudah kacang hijau itu sudah sangat melepuh, kutaburkan Masako dan kuaduk-aduk kembali. Kemudian kucicipi sedikit, eh enak dan sedap. Aku kok bingung dengan sisa Masako yang tinggal sedikit itu, akhirnya kutaburkan semua Masako tersebut. Kucicipi lagi, ah asin sekali. Bagaimana cara menghilangkan asinnya ya? Pikirku begitu. Lalu kecap kulubangi ujung pojoknya dan kulelehkan ke kacang hijau yang hampir setengah jadi kaldu itu. Pasti gak asin lagi, pikirku. Kucicipi lagi. Eh, ternyata masih asin.

Apa yang lakukan lagi? Aku pergi ke kamar belakang, kamar Surur, ada Idris, aku minta gula pasir. Lalu kutaburkan sesendok gula pasir ke kaldu setengah jadi tersebut dengan berharap bisa mengurangi rasa asinnya. A’yat hanya ngomel tak karuan tentang kaldu yang kubuat. Akhirnya, kaldu jadi dengan keadaan masih utuh asinnya. Kutuang ke piring plastik, lalu kuaduk-aduk biar dingin. Kutawari A’yat, tapi dia gak mau. Katanya kenyang dan tak biasa makan kaldu, oh kayak menghina saja, kayak pernah makan kaldu di rumah.

Aku iseng-iseng bertanya tentang kaldu yang asing tersebut pada A’yat, jawabannya tahu? Dia malah nanyak balik padaku. “Kok kamu tuang semua Masakonya?” Ya kujawab begini: “Aku eman, mubazzir kalau dibuang dengan bungkusnya.” Ya, dia kembali tanpa komentar lagi. Kusodorkan padanya, dia tetap gak mau, kukira dia malu yang mau mencicipinya.

Aku berpikir tujuh putaran, eh tujuh keliling bertawaf mencari cara agar kaldu yang sudah jadi dengan rasa asin ini bisa kumakan dengan nikmat dan lezat. Bagaimana caranya? Aku teringat mie instan duo (isi dua/ jumbo) yang kubeli di Indomaret dengan Surur. Oh, iya, aku dapat ide. Mending rebus mie duo ini, bumbunya disimpan dan belikan mie kriting yang tanpa bumbu nanti. Oke, ide itu pun jadi kupraktekkan. Kugodok mie dua tersebut hingga matang. Setelah matang, langsung kumengangkatnya ke atas kaldu asing itu. Kuaduk-aduk hingga rata seluruh kaldu dengan mie duo tersebut. Banyak sekali.

“Li, ini coba.” Tapi A’yat tetap menolak. Akhirnya kaldu-mie itu kumakan sendiri. Rasanya masih tak berubah, asin. Tapi asinnya sedikit hilang, namun tetap menonjol di lidahku. Oh, aku makan super jumbo dan banyak. Coba bayangkan, dua mie kriting dan kacang hijau satu cangkir. Habis kulahap sendiria! Kutawari A’yat setelah perutku terasa eneg, beliyet. Akhirnya aku berhasil menghabiskannya dengan susah payah. Setelah kaldu-mie itu habis, aku sekali berteriak menang karena telah berhasilnya menghabiskannya. Tak terasa, alias aku lupa, gelas yang dibuat dari batol air mineral yang berisi air minum kenak senggol, celana training-ku basah. Akhirnya kujadikan serbet air yang menggenang di lantai.

Aku ketawa-ketawa sendiri. Awal mula mau buat kaldu dengan rasa nikmat dan lezat, jadinya jadi kaldu-mie yang super asin tak sedap di lidah. Lalu aku membersihkan piring-piring dan ala pemasak lainnya. Aku harus membeli mie kriting tanpa bumbu lagi nanti. Eman dengan bumbu yang tersisa yang mie-nya kugunakan sebagai campuran kaldu yang asin. Ya, akhirnya aku jadi membeli mie kriting seharga Rp.3900.00 ke Indomaret dengan Surur. Alhamdulillah, enak dan nikmat meski kurang lezat menu pagiku saat itu.

Surabaya, Senin, 02 Februari 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: