Ali Mortopo dan Akar-Akar Orde Baru

KORAN MADURA: Jumat, 05 Desember 2014 No. 0500 Tahun III

Rahasia-Rahasia Ali Mortopo (Junaidi Khab)

Rahasia-Rahasia Ali Mortopo (Junaidi Khab)

Judul               : Rahasia-Rahasia Ali Mortopo

Penyunting      : Arif Zulkifli dkk.

Penerbit           : KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)

Cetakan           : I, April 2014

Tebal               : xii + 163 hlm.; 16 x 23 cm

ISBN               : 978-979-91-0701-5

Harga              : Rp. 37.200,-

Peresensi         : Junaidi Khab*

Mungkin nama Ali Mortopo tidak begitu fenomenal dalam perjalanan sejarah politik Indonesia dibanding dengan tokoh-tokoh besar lainnya. Misalkan Bung Karno, Tan Malaka, Sjahrir, Kartosuwirjo, dan tokoh-tokoh lain yang namanya telah mendarah daging dalam sejarah perjalanan politik di Indonesia. Yang jelas, sosok Ali Mortopo bukan sembarang orang, dia seorang militer yang tidak mudah disepelekan peran politiknya. Dia memiliki peran dalam penenggelaman sinar Orde Lama dan penyingsingan cahaya Orde Baru, yaitu masa pemerintahan Soeharto.

Kehadiran Seri Buku Tempo ini akan mencoba menguak rahasia panggung politik Ali Mortopo yang menjadi terowongan atas terbitnya sinar orde baru. Ali Mortopo merupakan dalang yang bermain di balik layar. Sementara dalang utamanya adalah Soeharto untuk naik ke panggung presiden melalui Surat 11 Maret 1965 (Supersemar). Perjalanan politik Ali Mortopo untuk menopang kursi kekuasaan Soeharto berjalan lancar dan mulus.

Sehingga, tak heran jika Seri Buku Tempo ini menguak rahasia-rahasia panggung politik Ali Mortopo. Sebenarnya, bukan kali pertama ini panggung politik Ali Mortopo ditelusuri. Majalah Prisma edisi khusus 20 Tahun Prisma 1971-1991 juga mengulas dan menelusuri hal serupa, yaitu tentang Sejarah dari Sultan ke Ali Murtopo.

Sebagaimana diungkap oleh Krissantono (Prisma, 1971-1991:137) bahwa Ali Mortopo merupakan seorang intelijen militer. Memiliki peranan menonjol dalam perintisan dan konsolidasi politik Orde Baru. Dia telah membantu Jenderal Soeharto sejak di KODAM Diponegoro sampai menjadi Aspri (asisten pribadi) bidang politik. Ali Mortopo, seorang kepercayaan Pak Harto, ia mampu menerjemahkan pikiran-pikiran atasannya. Di tengah lawan dan kawan politiknya, dia ternyata mampu mewarnai kehidupan politik Orde Baru.

Kehadiran majalah Prisma yang lebih awal tersebut merupakan titik lemah kehadiran Seri Buku Tempo di saat menguak dan menelusuri tentang Ali Mortopo yang sudah menjadi bayang-bayang sejarah nasional. Kekalahan langkah terhadap majalah Prisma ini bukan hal buruk dalam sejarah detektif pengungkapan rahasia Ali Mortopo. Namun, sebagai tolok ukur saja untuk melihat panggung sejarah politik Orde Baru agar lebih luas dan jelas.

Hal ini menjadi sebuah garis takdir yang mesti diterima dan disadari bahwa bukan hanya Seri Buku Tempo saja yang menelusuri dengan bersumber wawancara dan buku rujukan berjudul Kepak Sayap Putri Prajurit yang ditulis oleh Ani Yudhoyono, buku TB Simatupang yang berjudul Laporan dari Banaran dan buku AH Nasution, Memenuhi Panggilan Tugas. Meskipun demikian, buku ini sangat mengagumkan, ulasan dan paparannya lebih dalam serta mengena terhadap peran politik Ali Mortopo.

Tulang Punggung Soeharto

Hakikatnya, pemerintahan Orde Baru yang dipegang oleh Soeharto tidak akan berdiri tegak tanpa ada peran politik Ali Mortopo yang menopang dari belakang. Soeharto tidak akan memiliki kekuatan dan pamor apa-apa untuk merebut kursi Orde Lama dari pangkuan Soekarno tanpa ada sokongan dari Ali Mortopo di belakangnya. Titik terang kekuasaannya yaitu setelah penerimaan Supersemar yang dimandatkan oleh Soekarno dan MPRS.

Setelah menerima Supersemar, Soeharto sebagai pemegang amanat tersebut, posisinya semakin kuat. Mandat untuk dia datang dari MPRS, bukan hanya dari Soekarno. Sebagai mandataris MPRS, Soekarno tak bisa lagi menarik atau melakukan tindakan apa pun atas pemegang Supersemar. Pada saat itulah, jalan bagi Soeharto makin lapang saja, walau dia belum tegas menyatakan kesediaan. Namun, berkat Ali Mortopo yang memfasilitasi jalan politiknya, hingga akhirnya Soeharto siap dan Ali sendiri yang menjadi tulang punggung Soeharto sebagai pemegang pemerintahan Orde Baru (hlm. 18).

Ali Mortopo banyak memberikan masukan bagi arah kebijakan politik presiden Soeharto. Dia pandai membaca situasi, jernih menganalisis persoalan, dan jitu merancang taktik untuk kepentingan sang presiden. Itulah kelebihan Ali di mata teman-teman dekatnya. Ali juga yang menjadi dalang dalam memperkenalkan konsep peran ganda ABRI, sehingga Orde Baru bertahan cukup begitu lama. Selain mengacu pada Seri Buku tempo ini, jejak pemikiran Ali ini bisa dilacak pada buku Strategi Pembangunan Nasional (hlm. 36).

Buku tersebut ibarat pintu gerbang bagi siapa pun yang ingin memahami landasan dan orientasi kebijakan pemerintahan Orde Baru. Gagasan pemikiran di dalamnya terbentang luas, dari persoalan ideologi bangsa, analisis kondisi masyarakat, sampai strategi kebudayaan. Konsep yang lebih praktis, seperti peleburan partai politik, tata hukum, dan fungsi ganda Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, dikupas tuntas dalam buku tersebut. Semua gagasan tersebut merupakan antitesis terhadap Orde Lama.

Dari Seri Buku Tempo ini kita akan menjumpai peranan politik Ali Mortopo bagi tegaknya roda pemerintahan Orde Baru. Dia bermain di balik layar panggung sejarah pergeseran Orde Lama ke Orde baru, namun perannya menjadi fondasi kuat serta tulang punggung bagi kekuasaan Soeharto. Jika Ali ditanya perihal perannya di balik layar panggung politik, dia akan menjawab visi-misinya demi negara, namun sejatinya apa yang dilakukan semata-mata hanya untuk sang Presiden Soeharto.

* Peresensi adalah Pecinta Baca Buku dan Akademisi UIN Sunan Ampel Surabaya.

Tulisan ini bisa dibaca lebih lanjut di: KORAN Madura, Jumat, 5 Desember 2014 Menyingkap Rahasia Ali Mortopo dan Orde Baru Oleh Junaidi Khab. Semoga memberikan manfaat bagi kita semua. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: