Bung Hatta dan Perannya bagi Kemerdekaan RI

Lampung Post: Minggu, 4 Januari 2015

Untuk Negeriku (Junaidi Khab)

Untuk Negeriku (Junaidi Khab)

Judul               : Untuk Negeriku Sebuah Otobiografi

Penulis             : Mohammad Hatta

Penerbit           : KOMPAS

Cetakan           : IV, 2014

Tebal               : XLIX + 746 hlm.; 14 cm x 21 cm

ISBN               : 978-979-709-540-6

Peresensi         : Junaidi Khab*

Tidak semua pendiri bangsa ini memiliki otobiografi. Padahal riwayat hidup mereka sangat penting sebagai refleksi diri bagi generasi berikutnya. Jarang sekali kita menemukan otobiografi para bapak bangsa, kecuali segelintir orang saja. Termasuk di antaranya yang memiliki otobiografi sebagai tulisan pribadi, yaitu Mohammad Hatta yang berjudul Untuk Negeriku Sebuah Otobiografi.

Karya yang berupa buku ini merupakan karangan otobigorafi Mohammad Hatta sendiri yang dieditori oleh Mulayawan Karim. Perjalanan panjang kehidupan sang bapak bangsa ini mampu ditulisnya dengan runtut, mulai semenjak kana-kanak hingga menjadi dewasa. Kemudian belajar ke Eropa, dan kembali sebagai penggerak kemerdekaan untuk berjuang, lalu dibuang, hingga kemerdekaan Republik Indonesia (RI) bisa dipegang.

Sebenarnya karya ini sebelumnya sangat tebal, namun atas inisiatif penerbit buku ini dijadikan tiga jilid. Salah satu alasannya agar lebih handy, mudah ditentang, dan juga agar pembaca lebih fokus melihat perjalanan hidup Bung Hatta sejak kanak-kanak hingga Indonesia merdeka (hlm. xii).

Pendidikan Bung Hatta

Jilid pertama dari buku otobiografi ini diberi judul “Bukittinggi-Rotterdam Lewat Betawi”. Pada jilid ini Mohammad Hatta mengisahkan perjalanan kehidupan sejak kanak-kanan saat mengenyam dunia pendidikan. Pada masa itu, pendidikannya lebih banyak didominasi oleh pendidikan agama Islam, seperti kebiasaannya ketika mengaji (membaca al-Quran) di surau ketika malam hari atau sore hari.

Perjalanan riwayat pendidikan Bung Hatta ini, hakikatnya dia akan diberangkatkan ke Makkah agar belajar agama di tanah suci tersebut. Namun takdir berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga Bung Hatta tidak jadi berangkat ke Makkah karena alasan usia masih muda. Dia masuk sekolah Belanda di Padang. Lalu melanjutkan pendidikannya ke Betawi/ Jakarta (hlm. 73).

Usai melanjutkan sekolah di Betawi, dia mendapat beasiswa untuk meneruskan pendidikannya ke Rotterdam, Belanda. Di Belanda lah Bung Hatta banyak belajar tentang kemajuan ekonomi internasional dan beberapa-pergerakan kemerdekaan negara-negara internasional, termasuk Hindia Belanda (Indonesia) dan India pada saat itu. Di belanda, selain aktif dalam pergerakan, Bung Hatta juga aktif dalam dunia politik, hingga dia pernah ditahan di Belanda, namun segera dibebaskan.

Perjuangan Kemerdekaan

Jilid kedua berjudul “Berjuang dan Dibuang”. Dari karya jilid kedua ini menceritakan tentang kepulangan Bung Hatta ke tanah air untuk berjuang merebut kemerdekaan bangsa Indonesia dari Belanda. Di tanah air dia lebih aktif lagi dalam dunia pergerakan dan politik serta dunia jurnalistik. Dia pernah melawat ke Jepang dengan pamannya untuk berdagang, sekaligus Bung Hatta untuk mengetahui perkembangan ekonomi di Jepang (hlm. 76). Akibat aktivitas pergerakan dan politiknya, Bung Hatta dibuang oleh pemerintah Hindia Belanda ke Boven Digul pada minggu pertama bulan Januari 1935 (hlm. 141).

Bung Hatta dipindahkan dari Boven Digul ke Banda Neira pada bulan November 1935 (hlm. 158). Lalu pada hari Minggu, 1 Januari 1942 Bung Hatta dipindah ke Sukabumi Jawa Barat dengan mengendarai pesawat Catalina (hlm. 184). Sehingga buku-buku yang tersimpan dalam 18 kotak besi ditinggal di Neira karena terlalu berat. Ini yang sangat disayangkan oleh Bung Hatta.

Kemerdekaan Indonesia

Jilid ketiga berjudul “Menuju Gerbang Kemerdekaan”. Pada jilid ketiga ini, Bung Hatta bebas dari tangan Belanda. Dia kembali berhadapan dengan tentara Jepang yang menduduki Batavia. Belanda memilih untuk menyerah saja kepada militer Jepang. Kemerdekaan Indonesia sudah berada di ambang pintu. Namun perjuangannya tidak mudah karena masih akan menghadapi kebengisan tentara Jepang yang baru menginjakkan kakinya pada tahun 1942 (hlm. 4-5).

Di sini Bung Hatta menuliskan tentang perang pasifik, yang Jepang menduduki Indonesia. Lalu tentang penyerahan Jepang karena tepat pada pukul 08.15 waktu Jepang, 6 Agustus 1945, sebuah bom atom meledak di atas Hiroshima (John Hersey, 2008:1). Kemudian Bung Hatta menemui Tuan Maeda yang dikawal oleh Tuan Miyoshi untuk penulisan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia (hlm. 91). Sejak saat itulah, proses kemerdekaan Indonesia berlangsung. Hingga pada persoalan persetujuan dan hubungan internasional, dan hingga aksi militer kedua.

Dari karya otobiografi Bung Hatta yang dijadikan tiga jilid ini, kita akan menemukan inspirasi untuk memulai suatu perjuangan kemerdekaan Indonesia yang baru. Mulai pendidikannya di Bukittinggi dan Padang hingga ke Rotterdam, lalu perjuangan yang mengakibatkan dirinya dibuang, kemudian berjuang untuk kemerdekaan tak menjauhkan Bung Hatta dari dunia pergerakan dan politik, serta dunia jurnalistik yang paling digelutinya sebagai sarana ampuh pergerakan kemerdekaan dan politik kenegaraannya. Bung Hatta adalah kutu buku dan seorang penulis. Dengan produktivitas kepenulisannya, dia bisa mencukupi keperluan hidupnya, bahkan menyebabkan dia juga dibuang karena tulisannya yang dimuat di media pada saat itu.

* Peresensi adalah Pecinta Baca Buku, Tinggal di Surabaya.

Jika ada yang ingin membaca versi koran cetaknya, bisa mengakses dengan mengklik tulisan berwarna sebagaimana berikut. Lampung Post, Ahad, 4 Januari 2015 Bung Hatta dan Perannya bagi Kemerdekaan RI oleh Junaidi Khab. Semoga memberikan manfaat bagi kita semua. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: