Menumbuhkan Minat Baca Anak

Jawa Pos-Radar Madura: Minggu, 28 Desember 2014

Membaca Membuka Pintu Dunia Program Succes for All Model yang Jelas dan Kuat untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Anak Sekolah Dasar (Junaidi Khab)

Membaca Membuka Pintu Dunia Program Succes for All Model yang Jelas dan Kuat untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Anak Sekolah Dasar (Junaidi Khab)

Judul               : Membaca Membuka Pintu Dunia Program “Success for All”: Model yang Jelas dan Kuat untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Anak Sekolah Dasar

Penulis             : Robert E. Slavin dkk.

Penerbit           : Pustaka Pelajar

Cetakan           : I, 2014

Tebal               : 562 halaman

ISBN               : 978-602-229-288-3

Peresensi         : Junaidi Khab*

Al-Quran sebagai kitab suci umat Islam banyak memberikan gambaran ilmu pengetahuan secara universal. Setiap ayat dan surahnya memiliki makna yang cukup luas. Apalagi ayat yang pertama kali diwahyukan kepada nabi Muhammad Saw. yang terdapat dalam surat al-Alaq. Bacalah! Dari wahyu pertama itu, segala pintu ilmu pengetahuan bisa dibuka. Maka dari itu, membaca merupakan suatu aktivitas yang harus menjadi kebiasaan dan peradaban yang perlu diturunkan kepada generasi muda.

Pramoedya Ananta Toer pernah menyatakan bahwa dengan membaca, kita akan kenal dunia. Dengan menulis, kita akan dikenal oleh dunia. Senada pula dengan pendapat Imam al-Ghazali yang mengatakan bahwa jika kita bukan anak raja, bukan anak ningrat, dan bukan anak konglomerat, maka jadilah penulis. Pendapat dua tokoh tersebut menyiratkan bahwa dengan menulis atau membaca akan menjadikan kita lebih dari yang lain. Sudah banyak tokoh-tokoh dengan budaya literernya mampu menorehkan sejarah kehidupan bagi manusia dan memberikan kilasan tentang dunia.

Akan tetapi, kita tidak mudah untuk menjadikan budaya baca dalam kehidupan sehari-hari, utamanya menumbuhkan minat baca dan tulis anak-anak kita agar terbiasa dengan budaya dan tradisi tersebut. Mereka lebih suka bermain dan bersantai ria menikmati hidup ini. Bukan hanya kalangan anak-anak, tetapi kalangan remaja, dewasa, dan orang tua pun mengalami hal yang sama. Membaca manjadi aktivitas yang menjemukan. Padahal dengan membaca kita akan tahu dunia dan pemikiran-pemikiran para ilmuwan terdahulu ataupun yang termodern saat ini.

Namun, bukan persoalan pelik lagi dalam menghadapi kesulitan untuk menumbuhkan minat baca anak. Kehadiran buku ini merupakan suatu wahana dan solusi jitu untuk menumbuhkan minat tersebut. Dengan menumbuhkan minat baca anak, maka kebiasaan tersebut akan menjadi aktivitas, tradisi, dan budaya baca sehari-hari yang akan terus melekat dalam dirinya hingga dewasa. Yang mana dalam buku ini memprioritaskan anak yang masih usia sekolah dasar (SD) atau sederajat.

Pengembangan kosakata dan kemampuan berbahasa lisan dan kecintaan terhadap buku serta aktivitas membaca merupakan kunci terpenting menuju keberhasilan dalam menguasai keterampilan baca. Buku-buku atau karya sastra terkenal dan aktivitas mengarang baik secara lisan maupun dalam bentuk tulisan memungkinkan seorang anak untuk membangun dan mengembangkan konsep-konsep tentang naskah cetak sejalan dengan perkembangan pengetahuannya tentang struktur cerita (hlm. 22).

Dengan menguasai keterampilan pengembangan kosakata akan memancing seoarng untuk lebih kreatif dalam menyampaikan ide atau apa yang menjadi gejolak pikirannya secara indah dan lebih rasional. Melalui kecintaannya terhadap buku-buku yang dibaca, secara tidak langsung akan menginspirasi mereka untuk menjadi seperti penulis buku, yaitu menuangkan idenya melalui tulisan. Sehingga, budaya baca anak akan menstimulasi kehidupannya untuk belajar menulis dan menuangkan ide-idenya melalui huruf-huruf yang menjadi kata-kat bermakna.

Peran Guru dan Ortu

Aktivitas membaca sejatinya memang harus dimulai pada anak sejak usia dini. Hal tersebut melalui beberapa proses dan prosedur yang sesuai dengan kemampuan dan kecakapannya. Tidak memaksakan hal yang berat, tapi menyesuaikan dengan taraf atau dayaguna otaknya dalam menerima suatu hal baru misalkan cerita dalam karya sastra untuk memancing rasa penasarannya untuk mengetahui dengan membaca secara langsung suatu cerita yang didengar dari bahasa lisan orang lain.

Dalam hal ini, peran seorang guru dan keluarga atau orang tua (Ortu) harus berjalan imbang dan selaras. Kadang dalam usaha dan proses menumbuhkan minat baca, belajar, dan kreatif seorang anak hanya bertumpu kepada para guru. Tetapi peran Ortu sangat menjamin atas keberhasilan seorang anak untuk memiliki minat baca, belajar, maupun kreativitas dari budaya baca tersebut (hlm. 98).

Buku ini menyajikan menu yang berupa strategi untuk memberikan stimulasi penumbuhan minat baca anak. Bukan hanya strategi belaka yang menjadi menu sajian utamanya, tapi praktik yang menyokong dari keberhasilan strategi yang dihidangkan di dalamnya. Dalam hal ini, antara strategi dan praktik yang disajikan merupakan metode terbaik yang bisa digunakan untuk menumbuhkan minat baca anak. Strategi dan praktik terbaik ini didasarkan pada pengalaman ribuan sekolah untuk membantu menumbuhkan minat baca anak sebagai generasi muda yang memiliki potensi besar untuk kemajuan. Sementara konsep dan pendekatan buku ini sangat relevan dengan anak usia dini untuk mengembangkan minat bacanya.

* Peresensi Pecinta Baca Buku Asal Sumenep, Tinggal di Surabaya.

Tulisan/resensi ini bisa dibaca lebih lanjut secara langsung di koran online Jawa Pos-Radar Madura secara langsung. Semoga memberikan manfaat dan berkah bagi kita semua. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: