NU Bukan Penyembah Kuburan

Menjawab Tuduhan sebagai Penyembah Kuburan Bantahan Terhadap Buku Mantan Kyai, Ahlussunnah Kok Nyembah Kuburan (Junaidi Khab)

Menjawab Tuduhan sebagai Penyembah Kuburan Bantahan Terhadap Buku Mantan Kyai, Ahlussunnah Kok Nyembah Kuburan (Junaidi Khab)

Judul               : Menjawab Tudahan sebagai Penyembah Kuburan Bantahan Terhadap Buku Mantan Kyai, “Ahlussunnah Kok Nyembah Kuburan”

Penulis             : Muhammad Ma’ruf Khozin

Penerbit           : Muara Progresif

Cetakan           : I, Januari 2014

Tebal               : xi + 204 hal. 14,5 x 21 cm

ISBN               : 978-602-17206-9-1

Peresensi         : Junaidi Khab*

Kaum muslimin yang berada dalam garis Nahdliyyin (NU) selalu mendapat tuduhan ahli bid’ah, bahkan musyrik dan murtad oleh kalangan aliran Islam tertentu. Utamanya hal-hal yang berkaitan dengan amaliyah (aktivitas) hidup sehari-hari warga Nahdliyyin yang dianggap menyimpang dari ajaran syariat Islam. Namun, ketika ditelisik lebih tajam lagi, tak ada aktivitas warga Nahdliyyin yang menyimpang dari garis-garis syariat Islam. Berbagai sumber dan dalil tentang aktivitas warga Nahdliyyin sudah valid, sesuai dengan al-Quran, hadis-hadis dan sumber keislaman lainnya.

Ada banyak tuduhan bid’ah, musyrik, dan murtad bagi warga Nahdliyyin dari aliran Islam di luar warga NU, lantaran amaliyah warga NU berbeda dengan mereka. Salah satunya tuduhan kepada warga NU yang dianggap sebagai penyembah kuburan.

Kehadiaran buku ini merupakan upaya untuk menjawab sebuah tuduhan kepada warga NU yang dianggap sebagai menyembah kuburan. Misalkan sebuah tuduhan kepada warga NU dalam suatu buku “Ahlussunnah Kok Menyembah Kuburan” yang ditulis oleh H. Mahrus Ali (yang mengaku sebagai mantan Kyai). Di dalamnya dikutip bahwa pada bagian mukaddimahnya orang yang mengaku Mantan Kyai ini menyebut tidak menyinggung ormas manapun.

Nyatanya yang ia sebut penyembah kubur adalah warga Nahdlatul Ulama (Nahdliyyin). Ini terlihat dari pernyataannya dalam buku tersebut: “NU Ahlussunnah kok nyembah kuburan”. Sementara di cover luarnya ia tidak menyebut NU dan hanya menggunakan judul “Ahlussunnah kok nyembah kuburan”. Di dalam buku tersebut membahas pokok materi tentang orang yang berziarah ke makam ulama dan wali dengan tujuan tawassul dan tabarruk, lalu ditudu sebagai penyembah kuburan (hlm. 1).

Tuduhan tersebut mungkin hanya anomali orang yang mengaku sebagai Mantan Kyai karena pengalaman keilmuannya (yang mungkin) masih kurang luas tentang keislaman, utamanya sejarah dan hadis-hadis yang pernah diriwayatkan oleh para sahabat dan ahli hadis. Orang yang mengaku dan menuduh benar sendiri dan orang lain selalu salah dan sesat, hakikatnya wawasan keilmuannya masih kurang luas. Misalkan, seseorang yang hanya tahu soto Madura, ketika bertemu dengan soto Lamongan akan bilang bahwa itu bukan soto, lantaran bumbu dan bahannya berbeda. Itu pun masih banyak soto-soto khas di tanah air ini. Jangan sampai soto (khas) Lamongan disebut bukan soto. Maka dari itu, wawasan itu sangat penting agar tidak gampang menuduh dan menyalahkan orang lain.

Secara tidak langsung, buku ini ingin mengatakan bahwa orang yang menuduh warga Nahdliyyin sebagai penyembah kuburan itu wawasannya masih kurang luas. Namun masih menggunakan etika yang lebih halus dengan menunjukkan dalil-dalil shohihnya tentang berziarah kubur. Selain itu, kehadiaran buku ini sebagai senjata dan perisai bahwa warga Nahdliyyin tidak pernah menyembah kuburan dan pelaku bid’ah, yang sering dianggap sebagai orang musyrik oleh mereka.

Pada dasarnya, berdoa bisa di mana saja, terutama di masjid. Namun secara logis makam adalah tempat yang membentuk psikis orang untuk ingat pada akhirat, ingat pada kematian, dan ditambah dengan bacaan bersama orang-orang yang berziarah. Maka dari kondisi tersebut seseorang menjadi khusyuk untuk berdoa. Oleh karena itu pula Rasulullah Saw. senanatiasa berdoa ketika melewati makam Baqi’ di Madinah. Makam ini tentu berbeda dengan lokasi lain seperti jalan umum, pasar, dan sebagainya sehingga berdoa di makam memiliki perbedaan dengan tempat lainnya (hlm. 87).

Cuma sayangnya, di tengah-tengah gugatan tentang tuduhan tentang NU sebagai penyembah kuburan, penulis buku terlalu banyak mengutip dalil-dalil. Sehingga gagasan pribadinya tertutupi oleh dalil-dalil tersebut. Setidaknya ada sebuah pendapat dalam suatu dalil atau referensi untuk menguatkannya, bukan hanya satu pendapat dalam beberapa paragraf saja, lalu dalil yang panjangnya bukan main. Memang bukan persoalan jika dalil itu sangat banyak, namun setidaknya juga imbang antara pendapat pribadi dan referensi yang dikutip.

Akan tetapi, hal tersebut bukan persoalan yang pelik bagi kita meski pendapat pribadi 20 % dan referensi 80 % di dalam buku ini. Hal yang sangat urgen, dari dalil atau referensi tersebut, yaitu masyarakat paham untuk menambah wawasan lebih luas lagi agar tidak mudah menuduh sesama saudaranya sebagai orang yang salah, apalagi menuduh warga Nahdliyyin sebagai penyembah kuburan. Maka dari itu, kita sebagai umat yang hidup di tengah-tengah pluralitas harus banyak menambah pengetahuan, pengalaman, dan wawasan.

Buku ini hadir bukan sebagai provokator bagi umat Islam. Tapi kehadirannya yaitu untuk menjawab tuduhan bagi warga Nahdliyyin yang dianggap sebagai penyembah kuburan. Buku ini Juga sebagai pegangan bagi warga Nahdliyyin mengenai dalil tentang aktivitas/ amaliyah/ ibadah sehari-harinya, utamanya kebiasaan ziarah kubur yang dianggap menyembah kuburan. Di dalamnya disajikan dalil dari berbagai literatur keislaman, mulai dari al-Quran, al-Hadis, dan kitab-kitab keislaman yang kevalidannya bisa dipertanggungjawabkan bukan sekadar omelan tiada artinya yang bisa diambil dari situs-situs di internet dan referensi yang kurang valid lainnya.

* Peresensi adalah Wakil Direktur Gerakan UIN Sunan Ampel Menulis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

One Response to NU Bukan Penyembah Kuburan

  1. Pingback: Harga Buku | junaidikhab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: