Sentuhan Iman dan Keajaiban di Hari Natal

KORAN JAKARTA: Selasa, 23 Desember 2014

A Treasurey of Christmas Miracles (Junaidi Khab)

A Treasurey of Christmas Miracles (Junaidi Khab)

Judul               : A Treasury of Christmas Miracle

Penulis             : Karen Kingsburry

Penerbit           : PT Elex Media Komputindo

Cetakan           : 2014

Tebal               : 138 hlm

ISBN               : 978-797-27-6188-7

Peresensi         : Junaidi Khab*

Hari Natal, atau sebagai hari kelahiran Yesus Kristus yang dirayakan setiap tanggal 25 Desember oleh umat Kristiani memiliki nilai religi tersendiri. Bagi umat Kristiani, Hari Natal merupakan hari yang agung dan mulia. Berbagai hadiah dan pohon natal pun dikemas seindah mungkin demi menyambut kehadiran hari yang sakral tersebut. Banyak kejadian yang dialami oleh umat Kristiani yang mengimani keagungan Hari Natal berupa keajaiban di luar dugaan logika manusia, istilahnya ada mukjizat atau pertolongan dari Tuhan bagi manusia yang beriman.

Kehadiran buku ini merupakan suatu ungkapan kisah keimanan oleh umat Kristiani yang mengalami kejadian-kejadian luar biasa di luar dugaan akal pikiran manusia. Kejadian tersebut merupakan berkat keyakinan atas keagungan Hari Natal yang memberikan berkah bagi mereka yang mengimaninya. Di sinilah kita akan menemukan kemuliaan dan keagungan Hari Natal versi umat Kristiani.

Kisah-kisah yang diceritakan dalam buku ini merupakan kisah nyata yang difiksikan untuk menghindari atau melindungi orang-orang yang terlibat di dalamnya (hlm. vii). Tujuan mulia ini merupakan penetralan cerita dari para pelaku/ orang yang diceritakan terkait peristiwa keajaiban yang terjadi atas keyakinan Hari Natal yang penuh dengan pertolongan.

Suatu pertolongan pada malam Natal dirasakan oleh tokoh Katy Anderson dan suaminya, Steve. Malam itu kabar buruk datang, ibu Katy sakit keras di negara berbeda, sekitar satu jam penerbangan. Sementara mereka hanya memiliki uang cukup untuk satu kali penerbangan untuk membeli tiket. Akhirnya Katy yang berangkat sendirian menjenguk ibunya. Katy menemui ibunya seorang diri. Tapi akhirnya Steve bisa menyusulnya meski tidak memiliki uang untuk penerbangan. Mereka berdua bersyukur dan berdoa atas pertolongan dan kemurahan Tuhan (hlm. 1).

Tidak ada hal yang mustahil bagi kuasa Tuhan jika Dia menghendaki bagi hambanya suatu hal atau keajaiban dalam hidup ini. Jika Tuhan berkehendak menciptakan sesuatu, maka cukup berfirman “jadilah”, maka akan terciptalah apa yang dikehendakinya. Begitu juga keajaiban yang terjadi pada diri manusia, baik secara langsung atau melalui perantara. Seperti hal perantara Natal atau hari-hari suci lainnya. Ada banyak keajaiban di luar logika manusia yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, itulah kuasa Tuhan atas ciptaannya.

Dari peristiwa di malam Natal tersebut, kita bisa mengambil hikmah bahwa keimanan menjadi kunci kita menjalani kehidupan di dunia ini. Kita harus yakin atau beriman kepada kuasa Tuhan, bukan pada usaha apa saja yang kita lakukan. Tanpa kuasa Tuhan, pekerjaan kita akan sia-sia dan tidak menghasilkan apa-apa. Maka dari itu, keimanan atau keyakinan atas kuasa Tuhan menjadi jalan terang di dunia ini.

Keimanan seorang polisi tergugah pada Hari Natal karena melihat para sopir truk yang begitu perhatian seorang ibu dan dua anaknya yang papa di trotoar jalan. Para sopir truk itu yang biasanya tidak markir truknya di dekat ibu tersebut karena biasanya polisi biasanya berjaga di sana, malam itu mereka berani memarkirkan truk-truknya. Malam itu pula mereka berani meski ada polisi patroli tadi. Biasanya mereka takut ditilang, malam itu dengan berani datang polisi patroli itu dan menyerahkan segepuk uang untuk diserahkan kepada ibu-ibu yang sedang kesusahan di pinggir jalan. Ternyata uang yang diberikan kepada ibu malang itu dari hasil bekerja dengan teman sopir truknya karena tidak tega melihat ibu dan dua anaknya yang sedang papa (hlm. 10).

Ada banyak keajaiban di Hari Natal jika mereka beriman atas kekuasaan-Nya. Hati seseorang akan terenyuh untuk merasakan derita sesama, dan hati seseorang akan tersentuh ketika melihat kebaikan seperti yang dilakukan oleh para sopir truk itu. Padahal polisi itu lebih mampu untuk memberi kepada ibu dengan dua anak tersebut. Pada saat itulah tumbuh semangat untuk berbagi dengan mereka yang papa dan kekurangan. Lalu, ibu dan dua anak itu serta polisi tersebut meyakini atas keajaiban yang terjadi bagi mereka merupakan bagian dari kesakralan Hari Natal.

Buku ini hadir sebagai refleksi Hari Natal untuk menebalkan kembali keimanan dalam lubuk hati kita masing-masing, bahwa Tuhan Mahasegalanya. Sentuhan kisah pada Hari natal di dalam buku ini akan menumbuhkan semangat kebersamaan hidup dan tolong-menolong satu sama lainnya. Mukjizat (pertolongan atau keajaiban Tuhan) selalu ada bagi mereka yang beriman dan mengimani segala sifat dan kuasa-Nya. Mari tingkatkan keimanan kita bersama. Semoga Hari Natal menjadikan umat manusia damai dan aman. Selamat Hari Natal!

* Peresensi adalah Pecinta Baca Buku Tinggal di Surabaya.

Tulisan ini bisa dibaca secara langsung di website Koran Jakarta. Semoga memberikan inspirasi bagi kehidupan kita dan semangat keimanan untuk terus berbuat baik bagi kepentingan umat. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: