Meneladani Sahabat Nabi Muhammad

Kabar Madura: Selasa, 16 Desember 2014

Sahabat Muhammad Kisah Cinta dan Pergulatan Iman Generasi Muslim Awal (Junaidi Khab)

Sahabat Muhammad Kisah Cinta dan Pergulatan Iman Generasi Muslim Awal (Junaidi Khab)

Judul               : Sahabat Muhammad Kisah Cinta dan Pergulatan Iman Generasi Muslim Awal

Penulis             : Dr. Nizar Abazhah

Penerbit           : zaman

Cetakan           : I, 2014

Tebal               : 394 Halaman

ISBN               : 978-602-1687-15-4

Peresensi         : Junaidi Khab*

Jangan sekali-kali kita merasa bangga karena bisa melaksanakan ibadah dengan tenang, damai, dan tenteram. Kita telah banyak melakukan berbagai ibadah seperti shalat, puasa, dan zakat bahkan berhaji. Itu pun tak ketinggalan yang sunnah-sunnah. Lalu kita mengultuskan diri paling banyak beribadah, iman telah kuat, dan paling shalih di antara umat manusia. Padahal hal tersebut belum cukup untuk menentukan kuat atau tidaknya sebuah iman yang ada dalam diri kita.

Seorang kiai yang belum banyak berhadapan dengan persoalan pelik keimanan, jangan mengaku keimanannya kuat. Atau tak pernah melihat gemerlapannya dunia, jangan sekali-kali mengaku kuat imannya. Jika pernah menghadapi persoalan keimanan yang pelik atau pernak-pernik dunia, keimanannya baru bisa dikatakan kuat jika tidak tergoda sama sekali. Saat ini banyak orang yang merasa diri paling beriman, keimanannya merasa sudah kuat, padahal seringkali terbawa arus dunia dan kesombongan diri saja.

Keimanan seseorang itu bisa dikatakan kuat jika sudah pernah diuji oleh banyak perkara yang bisa merusak iman. Seperti pernak-pernik dunia, ancaman mengubah haluan iman, dan lain sebagainya. Di sini kita perlu menyadari bahwa iman kita belum tentu kuat karena sedikit ujian, bahkan tak pernah merasakan gulatan keimanan dengan realita kehidupan. Berbeda dengan sahabat-sahabat nabi Muhammad Saw. yang benar-benar telah teruji keimanannya dengan mengorbankan jiwa dan raganya demi mempertahankan keimanan yang telah bersarang dalam jiwanya. Sahabat-sahabat nabi Muhammad Saw. ini yang harus menjadi teladan atau contoh yang bagi kita untuk memperkuat keimanan.

Buku yang berjudul Sahabat Muhammad Kisah Cinta dan Pergulatan Iman Generasi Awal karya Dr. Nizar Abazhah ini merupakan sekumpulan kisah-kisah perjuangan sahabat nabi Muhammad Saw. dalam memperjuangkan keimanannya. Misalkan Bilal bin Rabah yang disiksa karena mempertahankan keimanannya (hlm. 64).

Bilal didera siksaan kejam sebab keislamannya. Ia digiring oleh tuannya, Umayah bin Khalaf, ke tengah padang pasir pada tengah hari, saat panas matahari berada di puncak. Dadanya yang telanjang ditindih batu besar. Sementara Umayah menginjakkan kakinya. Namun, apa yang dilakukan oleh Umayah tersebut, sedikit pun tidak mengubah pendirian Bilal untuk mengimani ajaran yang dibawa oleh nabi Muhammad Saw. Begitulah pendirian Bilal dalam mempertahankan keimanannya.

Kesabaran

Satu hal yang menjadi kunci untuk mempertahankan keimanan dan prinsip hidup, yaitu kesabaran. Seseorang tidak akan mampu mempertahankan sesuatu, termasuk keimanan kecuali bersabar dalam menghadapi berbagai macam persoalan kehidupan di dunia ini. Baik cobaan yang berupa derita atau harta. Dua situasi semacam itu bisa menggoda keimanan seseorang. Namun, mayoritas tak sabar dengan derita sehingga banyak yang berbalik arah, menukar keimanan demi hidup. Tetapi tak jarang pula keimanan luntur karena harta atau kekuasaan.

Misalkan sahabat Shuhaib ibn Sinan ibn Malik yang rela meninggalkan rumah dan hartanya demi memenuhi perintah Rasulullah Saw. Ketika Rasulullah memerintahkan kaum muslimin untuk hijrah, Shuhaib segera mempersiapkan barang-barangnya, dan segera berangkat. Namun, karena kepergok oleh orang kafir saat akan berangkat, maka orang kafir tersebut melarang hartanya dibawa, karena Shuhaib dulu ketika masuk ke Makkah dalam keadaan miskin (hlm. 180).

Shuhaib melanjutkan perjalanannya menuju Yatsrib (Madinah). Ia menempuh medan perjalanan yang berat siang dan malam tanpa kenal lelah. Seluruh hartanya telah ia berikan kepada kaum kafir. Ia hanya berbekal keimanan dan kecintaan kepada Allah Swt. dan Rasulullah Saw. Setelah berhari-hari menempuh perjalanan, akhirnya dia tiba di Quba, pinggiran Yatsrib. Di tempat itulah ia bertemu dengan Rasulullah Saw.

Kehadiran buku ini akan mengajak kita agar sadar diri untuk terus memperkuat benteng keimanan yang telah tertanam dalam diri kita. Di dalamnya diceritakan kehidupan nabi Muhammad Saw. dan kehidupan para sahabat-sahabatnya dengan banyak cobaan, tapi penuh kesabaran. Namun, kisah-kisahnya didominasi oleh perjalanan hidup nabi Muhammad Saw. lalu para sahabatnya dengan berbagai macam persoalan yang harus dicarikan solusi bersama dengannya.

* Peresensi adalah Pecinta Baca Buku Tinggal di Surabaya.

Tulisan ini bisa dibaca dalam bentuk file PDF di: Kabar Madura, Selasa, 16 Desember 2014 Oleh Junaidi Khab. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: