Etika di Kamar Mandi

Oleh: JUNAIDI KHAB*

Junaidi Khab Berargumentasi

Junaidi Khab Berargumentasi

Aku sering merasa tidak enak ketika mandi di kamar mandi yang sebelahnya ada toilet atau water closed (WC) dan kebetulan ada yang buang hajat. Kadang aku hampir muntah karena aktivitas di kamar sebelah tersebut. Mungkin ada kebiasaan oleh teman-teman dan masyarakat umum yang buang air besar di WC dengan menumpuk terlebih dahulu, setelah penuh baru disiram. Ini mungkin yang menjadi penyebab aku hampir mau muntah oleh bau yang kurang sedap dari kamar mandi sebelah yang lengkap dengan WC-nya.

Setidaknya, kita juga punya etika atau mengerti perasaan orang lain. Ketika buang air besar di WC, secara berkala siramlah agar baunya tidak menyebar ke berbagai sudut ruangan. Sungguh sangat memuakkan ketika aku mandi dan di sebelah ada orang yang buang hajat tanpa menyiramnya secara berkala. Ini harus menjadi catatan bagi kita semua. Mungkin hal ini sangat sepele, tapi jika dilakukan tidak akan mengganggu orang lain yang mandi di sebelah.

Sungguh aktivitas yang sangat tidak kusuka. Selain itu, jika buang air besar usahakan tidak merokok atau lebih-lebih nyemil alias sambil makan. Selain untuk mengurangi sampah dari puntung rokok, juga menghindari tersemubatnya saluran air karena banyaknya puntung rokok yang masuk saluran air kamar mandi. Kadang ketika aku mandi yang kebetulan ada WC-nya, puntung rokok berceceran. Aku berhipotesa, hal tersebut merupakan kebiasaan perokok yang tidak becus dengan merokok saat buang hajat dan membuang puntungnya di kamar mandi. Kasihani yang lain, yang membersihkan kamar mandi, sudah tidak ikut bersih-bersih malah mengotori.

Ini harus menjadi catatan dan peringatan bagi kita semua agar belajar mengerti orang lain yang berada di sekitar kita. Jangan sampai tidak mengenakkan mereka di saat kita melakukan suatu aktivitas. Semoga saja kebiasaan menumpuk kotoran di WC saat buang hajat menjadi kesadaran untuk diubah dengan menyiramnya secara berkala. Dan semoga para perokok tidak membuang puntung rokoknya di sembarangan tempat agar tidak mengotori yang semestinya dibersihkan dan dijaga bersama. Utamanya anak kos dan pondok/ pesantren yang kadang tanpa peduli atau tanpa memikirkan orang lain yang membersihkan kotoran yang kita perbuat atau sampah yang kita buang sembarangan. Mari kita mulai segalanya yang positif dari diri sendiri! Semoga!

Surabaya, 12 Desember 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: