KKN 2014 Aku Batuk Bercampur Darah

(Belakang berdiri) Saiful Hasan, Yusron Arridho, Muhammad Ibnuddin, Muhammad, (Depan Duduk) Ludfi Chandra A, Junaidi Khab (Maaf Di-Crop)

(Belakang berdiri) Saiful Hasan, Yusron Arridho, Muhammad Ibnuddin, Muhammad, (Depan Duduk) Ludfi Chandra A, Junaidi Khab (Maaf Di-Crop)

Ketika itu, aku akan mengikuti rapat evaluasi sekaligus diskusi dengan mas Saiful Hasan yang menjadi salah satu pendamping perwakilan Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) UIN Sunan Ampel Surabaya. Tepatnya tanggal 25 Januari 2014 sekitar pukul 12:40:40 WIB. Perasaan dan badanku terasa kurang nyaman. Aku lebih memilih diam saja daripada banyak bicara saat itu. Tak lama setelah mas Saiful Hasan memandu rapat diskusi tersebut, tenggorokanku terasa gatal hingga aku terbatuk-batuk. Sampai aku tersendat dan batukku memuncratkan sedikit ludah dari mulut di depan teman-teman KKN-PAR di desa Geger kecamatan Kedungadem kabupaten Bojonegoro.

Aku pun langsung keluar dari tempat diskusi. Aku menuju teras rumah kontrakan. Di sebelah utara bagian teras, aku batuk untuk menghilangkan rasa gatal dalam tenggorokanku. Tapi tanpa sengaja, dadaku terasa sedikit ada yang mengganjal. Aku pikir mungkin biasa karena batuk. Tapi setelah itu, dalam mulutku seakan ada bau yang pernah kukenal. Dalam mulutku terasa amis atau ada aroma darah. Setelah kuludahkan ternyata benar. Ada sedikit bercak darah yang bercampur dahakku.

Aku pun merasa bingung. Mengapa tiba-tiba aku seperti itu? Padahal sebelumnya aku tak pernah batuk bercampur darah. Kecuali saat di pantai Tanjung Papuma mulut keluar darah karena hempasan air laut yang kencang masuk ke dalam mulut saat menyelam ke dalam ombak agak besar dan tinggi. Setelah aku batuk dan meludahkan sisa-sisa darahku, aku sejenak berdiam diri. Mataku seakan akan menjadi gelap seperti orang yang pusing (pandanganku sedikit kabur) saat itu.

Pikiranku langsung mengarah pada kata temanku di kontrakan KKN di Bojonegoro. Aku pikir, aku terkena penyakit paru-paru. Ya, paru-paru basah. Ada tanda-tanda paru-paru basah pada diriku yang sering aku dengar sebagai pemicunya. Aku sering tidur di lantai. Aku sering kena angin. Aku sering berkeringat berlebihan dan utamanya telapak tangan.

Salah satu alasan aku tidur lantai, aku merasa tubuhku panas terus akibat sering berkeringat. Aku sering kena angin saat akan tidur, utamanya di Surabaya selalu menggunakan kipas angin semalaman. Itu kulakukan karena aku tak betah dengan kondisi tubuhku yang selalu berkeringat dan terasa panas. Aku sering berkeringat berlebihan. Aku pikir keringat berlebihan itu hanya dampak dari olahragaku yang keseringan sebelum masuk dunia kuliah. Aku dengan teman-teman yang lain jika berolahraga, aku sudah berkeringat, teman-temanku masih belum merasakan ada keringat keluar dari pori-pori kulitnya. Aku katanya terlalu sehat. Aku jadi bingung dengan kondisiku ini. Jika persoalan minum air putih yang katanya menyehatkan itu, aku tak pernah kekurangan sepertinya. Saat aku minum air putih, aku kira sudah cukup sering dalam hidup sehari-hari. Tapi, karena aku over keringat, maka aku kadang mengurangi minum air. Aku pikir, agar keringatku berkurang. Tapi, apa yang terjadi? Sama saja, aku tetap merasa panas dan berkeringatan.

Setelah aku menuntaskan batuk di teras kontrakan, aku kembali bersama teman-teman KKN-ku untuk ikut rapat-diskusi. Tak lama setelah itu, aku merasa lelah dan bingung dengan keadaanku tadi. Aku langsung tanpa pamit menuju kamar untuk cowok. Aku tiduran sambil SMS pada Muna. Dengan air mata menggenang di pelupuk mataku, SMS-ku terkirim meski sangat sulit karena jaringan di tempatku sangat sulit. Ada goncangan dalam batinku. Antara mati dan hidup. Sejenak aku teringat mati dan tak mau mati. Namun sejenak pula, aku teringat buku karya Komaruddin Hidayat – Psikologi Kamatian. Aku ingin segera mati. Ingin rasanya bertemu dengan Tuhanku.

Tapi, aku bingung. Ada banyak hal yang belum aku bicarakan pada orang-orang, pada tulang rusukku. Aku takut mereka merindukanku. Aku merasa kasih sayangku begitu tinggi pada mereka. Aku tak mau ditangisi karena kepergianku di tempat yang jauh. Sejenak lagi aku melegakan perasaanku. Lalu aku coba SMS Sherly, teman SMS gelapku yang tak pernah bertemu. Namun dia baik padaku. Nasehatnya bisa kujadikan panduan hidup. Namun kadang juga ada vulgar dari kata-kata SMS-nya. Ternyata batukku yang berdaha campur darah sedikit mengarah pada penyakit paru-paru atau TBC. Aku semakin bingung. Aku jarang terkena penyakit parah sebelumnya.

Usai aku SMS-an konsultasi kecil-kecilan untuk mendapatkan penjelasan mengenai batukku yang berdahak dan bercampur darah, aku pun bertanya perihal obat paru-paru basah pada Yusron (teman kelompok KKN-ku) yang datang ke kamarku. Aku tebayang lansung untuk mencari dan membelinya ke apotek. Tapi khawatir harganya mahal. Uangku takut tidak cukup untuk membeli obat itu. Aku cuba buka file Mozillah Firefox yang aku download dari internet pada hari Jumat, 24 Januari 2014 tentang paru-paru basah. Di sana aku menemukan obat lain untuk paru-paru basah. Ace Max’s nama obatnya. Campuran ekstrak kulit manggis, daun sirsak, dan bunga osella hitam, serta rasa manisnya dari madu murni. Tapi harganya Rp. 220.000,- itu katanya masih belum biaya kirim setelah aku SMS yang berjualan sebagaimana nomor ponsel yang tertera di web yang ku-download itu.

Aku hanya terdiam setelah tahu harga obat itu. Perasaan penuh dengan tangis hingga tergambar melalui lekuk-lekuk dua mataku. Aku merasa perasaanku baru kali ini tersentuh. Aku menangis lagi setelah sekian lama tak menumpahkan air mataku. Aku cukup bersabar dulu. Aku mau menunggu tulisan-tulisanku dimuat di media untuk membeli obat. Atau aku juga berhasrat untuk membeli obat dengan uangku yang pas-pasan di ATM bank BTN. Nanti kalau sempat ke ATM bersama mau ambil uang dan mau cari obat untuk penyembuh paru-paru basah.

Bojonegoro, 26 Januari 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: