Jalan Keluar Menghadapi Problematika Kehidupan

KABAR MADURA: Senin, 01 Desember 2014

Selalu Ada Jalan Keluar (Junaidi Khab)

Selalu Ada Jalan Keluar (Junaidi Khab)

Judul               : Selalu Ada Jalan Keluar

Penulis             : Ustadz Ali Amrin al-Qurawy

Penerbit           : Saufa (DIVA Press)

Cetakan           : I, September 2014

Tebal               : 168 halaman

ISBN               : 978-602-255-634-3

Peresensi         : Junaidi Khab*

Perjalan kehidupan tidak akan berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Kehidupan bagaikan roda yang terus berputar. Kadang kita berada di bawah, samping, atau atas. Kita bisa saja suatu waktu bahagia, sedih, untung, rugi, galau, ceria, lancara dalam berbagai hal, dan atau selalu menemukan problematika serta kompleksitas kehidupan yang selalu menghantui sehari-hari. Jika boleh memilih, semua orang ingin terbebas dari berbagai macam kompleksitas dan problematika kehidupan. Tapi tanpa itu, hidup akan terasa hambar tak ada apa-apanya, tak ada yang berkesan.

Namun, tak selamanya problem dan kompleksitas kehidupan itu bertahan. Suatu ketika juga hilang, namun juga akan datang lagi. Menghadapi hal yang seperti ini, kita tidak perlu dibuat susah dengan perputaran hidup yang beragam ini. Tentunya secara tak langsung problematika dan kompleksitas kehidupan juga diharapkan di tengah-tengah kita. Namun, dengan berbagai upaya kita harus siap untuk menyikapinya dengan jernih agar tidak menjadi beban hidup. Kita membutuhkan senjata dan tameng untuk menghadapinya.

Tameng-temang dan senjata yang kita butuhkan tersebut melalui karya Ustadz Ali ini bisa kita dapatkan dengan mudah. Asal kita mau belajar menggunakan dan memanfaatkan sebaik mungkin. Ada banyak tameng dan senjata sebagai solusi dalam mengahadapi problematika kehidupan. Senjata dan tameng itu berupa doa-doa yang cukup baik digunakan dalam kehdiupan sehari-hari. Dengan senjata-senjata itu, segala macam problematika kehidupan akan mudah ditangkal dengan penuh kemenangan.

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa nabi Muhammad Saw. bersabda: “Doa adalah senjata orang mukmin, tiangnya agama, serta cahaya bagi langit dan bumi”. (Musnad Abu Ya’laa). Doa menjadi senjata kehidupan orang mukmin dan umumnya mereka yang berdoa. Misalkan berdoa agar mendapat jalan keluar dari kesusahan dalam menjalani kehidupan ini. Sudah banyak bukti tentang kedahsyatan doa, dengan berdoa keyakinan yang semu dalam jiwa akan menjadi terang. Sehingga pikiran jernih dan hati selalu sabar, akhirnya menemukan kebahagiaan dan jalan keluar dalam berbagai problematika kehidupan melalui doa yang kita panjatkan setiap waktu (hlm. 11).

Melalui doa yang kita anggap sebagai perisai atau tameng, setidaknya ketika ada musibah yang akan menimpa kita tidak terlalu parah walaupun terlanjur terjadi. Dengan begitu, kita akan memiliki renungan agar kita terus bersyukur dan tiada henti untuk berdoa. Selain itu, tidak akan rugi orang yang selalu berdoa dan berharap rahmat Tuhan untuk jalan kebaikan agar terhindar dari segala macam cobaan yang meresahkan.

Namun, hal yang sangat penting dalam berdoa yaitu keterbukaan hati dan pikiran dalam menjalani kehidupan. Dengan begitu, segala apa yang merintangi hidup kita akan segera ditemukan solusinya. Pikiran cerdas dan hati bersih akan memudahkan bagi kita untuk memecahkan berbagai macam persoalan dan segala kebuntuan. Maka dari itu, kita dianjurkan agar selalu membaca doa pembuka segala kebuntuan hidup di dunia sebagai bekal di hari kemudian (hlm. 65).

Junaidi Khab di Depan Baleho Safari Aquatic Land Baby Zoo Taman Safari Indonesia II Prigen-Pasuruan Jawa Timur

Junaidi Khab di Depan Baleho Safari Aquatic Land Baby Zoo Taman Safari Indonesia II Prigen-Pasuruan Jawa Timur

Selain itu, juga dianjurkan agar tidak hanya membaca doa-doa yang hanya fokus pada kebutuhan tertentu saja. Aktivitas doa untuk mengabulkan suatu keinginan harus dilakukan dengan rutin. Karena ketika sudah rutin, doa-doa itu akan menjelma dengan sendirinya saat substansi dari doa itu dibutuhkan. Dalam setiap waktu, doa bisa menjadi teman dan lebih-lebih ketika waktu sore, pagi, tengah malam, dan di kala hujan datang. Kita juga harus memilih waktu yang memudahkan doa yang kita panjatkan agar mudah dikabulkan oleh Tuhan.

Buku ini hadir di tengah-tengah kita guna menemani diri kita yang kesepian tentang doa-doa yang selayaknya dan sepatutnya dilantunkan ketika dilanda problematika kehidupan. Di dalamnya disajikan sekitar seratus dua puluh tiga (23) berbagai macam doa. Mulai dari doa agar terhindar dari kesulitan dan kesusahan, supaya mendapatkan perlindungan dari penindasan, supaya hidup dalam kebahagiaan, dan hingga doa agar terhindar dari berbagai macam penyakit dan musibah.

* Peresensi adalah Pecinta Baca Buku Asal Sumenep, Tinggal di Surabaya.

Karya ini bisa dibaca dan dinikmati lebih lanjut dalam bentuk file PDF di: 1Kabar Madura, Senin 01 Desember 2014 Jalan Keluar Menghadapi Problematika Kehidupan. Semoga karya ini bisa memberikan manfaat bagi kita semua dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: