Belajar dari Peristiwa Pelayaran Maritim Indonesia

Harian Bhirawa: Jumat Pon, 05 Desember 2014

Pirate Wind Cinta, Ketamakan, dan Pengkhianatan (Junaidi Khab)

Pirate Wind Cinta, Ketamakan, dan Pengkhianatan (Junaidi Khab)

Judul               : Pirate Wind Cinta, Ketamakan, dan Pengkhianatan

Penulis             : Yan Soe

Penerbit           : Metamind (PT Tiga Serangkai)

Cetakan           : I, Maret 2014

Tebal               : vi, 450 hlm.; 21 cm

ISBN               : 978-602-9251-24-1

Peresensi         : Junaidi Khab*

Tidak banyak orang menulis tentang kemaritiman Indonesia, lebih-lebih yang diungkap melalui sejarah fiksi yang cukup memukau dengan diksi dan kalimat-kalimat yang penuh arti. Memang ada sebagian yang menulis tentang kemaritiman Indonesia, namun hanya bisa dihitung dengan jari tangan saja. Itu pun masih dalam bentuk ulasan-ulasan sejarah yang membutuhkan daya pikir yang serius.

Maka dari itu, Yan Soe berinisitif melengkapi kekurangan itu. Kehadiran buku karya Yan Soe “Pirate Wind Cinta, Ketamakan, dan Pengkhianatan” akan menyuguhkan tentang kisah kemaritiman Indonesia sebelum Malaysia melepaskan diri dari nusantara. Kemaritiman dalam buku ini dihadirkan dalam bentuk sejarah fiksi yang diramu menggunakan bahasa-bahasa sastra yang bisa memberikan rasa nasionalisme yang tinggi bagi para pembaca. Dengan begitu, karya ini akan mampu menyuplai jiwa agar terus menjaga maritim Indonesia supaya tidak dicaplok oleh negara lain.

Kisah kemaritiman Indonesia ini membawa kisah pengkhianatan cinta oleh laki-laki dari perusahaan dagang Inggris, East India Company (EIC) pada abad VII. Armada kapal layar berbendera kompani Inggris ini memasuki selat Malaka pada tahun 1796. Semuanya berjumlah selusin (12) kapal, membawa barang dan penumpang. Dua orang gadis muda dan cantik (Geraldine adn Rowena) turut menumpang dalam salah satu rombongan kapal tersebut. Dua gadis ini yang membuat mata para awak kapal Albatros merasa lebih segar setiap kali curi-curi pandang ke arah mereka (hlm. 1).

Kemampuan Yan Soe dalam mendeskripsikan tentang kemaritiman Indonesia melalui karya fiksi atau novel ini perlu mendapat acungan jempol. Jarang sekali kita menemukan orang yang mau menulis tentang kemaritiman Indonesia versi novel yang memukau hati setiap pembaca. Gaya bahasa yang digunakan tidak terlalu berat, sehingga untuk memahami seputar kemaritiman sangat mudah dan gampang. Berbeda dengan buku-buku ilmiah dan penelitian yang membutuhkan kerja keras otak untuk memahami isinya yang penuh dengan skema dan teori-teori yang rumit.

Hakikatnya, karya ini menceritakan Pirate Wind (bajak laut) yang selalu merampok setiap kapal orang Eropa yang berlayar di laut nusantara. Bajak-bajak laut ini yang menjadi pemeran dalam menghebohkan karya ini. Para bajak laut itu, dalam merampok kapal yang beralyar tidak serta merta secara keseluruhan, namun mereka hanya merampok kapal yang ditumpangi oleh orang Belanda (VOC) (hlm. 10).

Bajak Laut vs Cinta

Sayangnya, meski karya ini mengulas tentang Pirate Wind sebagai judul utama, namun tokoh bajak laut menjadi tokoh kedua setelah Geraldine, Rowena, dan keluarganya yang kecewa atas cinta dan sebuah pertunangan. Di sini peran Geraldine, Rowena, dan keluarganya dijadikan tokoh utama. Kisah-kisahnya seputar percintaan yang sempat dikhianati, dan itu dikhianata secara permanen untuk selamanya. Ini salah satu kelemahan penulis dalam penokohan dalam karya ini, tak ada kekuatan judul dan substansi yang disampaikan, antara kemritiman, cinta, bajak laut yang selalu beraksi atas kapal VOC milik Belanda.

Dari dua gadis ini, kisah kemaritiman Indonesia dan pengkhianatan cinta di antara kedua bersaudari itu diolah dengan bahasa kelautan yang penuh hempasan nafas kekecewaan. Kisah cinta dan kekecewaan itulah yang mampu melayari maritim Indonesia yang luas dan kaya-raya ini. Dari satu pulau kecil, bajak laut mengintai, namun di sisi lain persoalan cinta terus berkobar untuk terus diperjuangan oleh orang-orang asing yang mau menjajah nusantara ini.

Junaidi Khab Sebelum Memasuki Ruangan Workshop Fotografi dan Kepulisan oleh KOMPAS KAMPUS di Taman Safari Indonesia II Prigen-Pasuruan Jawa Timur

Junaidi Khab Sebelum Memasuki Ruangan Workshop Fotografi dan Kepulisan oleh KOMPAS KAMPUS di Taman Safari Indonesia II Prigen-Pasuruan Jawa Timur

Karya ini cukup hebat dengan menjadikan tokoh utama dari luar negeri. Meski di dalamnya didominasi oleh penduduk pribumi sendiri, namun kemampuan penulis mengutarakan perasaan dari sisi yang berbeda ini sangat langka dan jarang. Dari novel sejarah fiksi ini kita akan mengetahui bahwa penjajah yang datang ke nusantara yang kelihatan tampak sangar, keren, gagah, dan penuh wibawa, di kalangannya sendiri kadang mereka juga terkucilkan. Baik mereka terkucilkan oleh bangsanya sendiri atau karena perasaan cinta yang menderanya sehingga segala aktivitas tersendat hanya karena persoalan hasrat, perasaan, dan naluri yang tak terpenuhi.

Buku ini hadir sebagai upaya mengenalkan kemaritiman Indonesia yang dipadu dengan kisah pilu pengkhianatan cinta yang terjadi pada orang asing dari Inggris. Cukup menarik sekaligus memilukan alur dan kisah yang disuguhkan dalam buku ini. Pengalaman cinta yang tragis akibat dijodohkan oleh orang tua, yaitu kekasih bukan pilihan mereka yang akan menjalani bahterah kehidupan di atas gelombang laut keluarga yang penuh dengan ombak cobaan dan godaan hidup. Selamat mengenal perasaan para penjajah dan mendapat inspirasi nasionalisme setelah mengarungi kemaritiman Indonesia melalui karya langka ini. Semoga!

* Peresensi adalah Pecinta Baca Buku Asal Sumenep, Tinggal di Surabaya.

Tulisan ini bisa dibaca lebih lanjut di link sebagaimana terlampir di: http://harianbhirawa.co.id/2014/12/peristiwa-pelayaran-maritim-indonesia/#, atau bisa dibaca dan dinikmati lanjut dalam bentuk PDF di: Harian Bhirawa, Jumat Pon, 05 Desember 2014 Peristiwa Pelayaran Maritim Indonesia Oleh Junaidi Khab. Semoga karya ini memberikan manfaat bagi kita semua. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: