Menjadi Mahasiswa yang Berhasil dan Sukses

Jawa Pos Radar Madura: Minggu, 23 November 2014

Bintaro Spring Tide (Junaidi Khab)

Bintaro Spring Tide (Junaidi Khab)

Judul               : Bintaro Spring Tide

Penulis             : Aila Nadari & Dan Sigit

Penerbit           : PT Tiga Serangkai

Cetakan           : I, 2014

Tebal               : x + 142 hlm.; 20 cm

ISBN               : 978-602-9251-26-5

Peresensi         : Junaidi Khab*

Dunia kampus atau perguruan tinggi dalam anggapan masyarakat merupakan tempat orang-orang pintar, kaya, dan penuh dedikasi. Ada banyak anggapan bahwa anak-anak mereka yang berhasil kuliah, termasuk orang yang sukses. Stigma demikian membangun dunia kampus lebih baik citra dan almamaternya. Namun, kenyataan bahwa kampus tidak menjamin sukses bagi para mahasiswa. Di dalamnya tak jauh dengan materi pelajaran biasa, sekadar teori-teori dan lontaran kata-kata.

Ada banyak kemelut dan secarcah persoalan yang dihadapi oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Ketika lulus bisa menjadi sarjana muda dengan pengangguran di ijazahnya. Kemudian, kemelut itu menjadi rasa yang berujung pada kegundahan dan kegalauan dalam dunia akdemisi. Mulai menumpuknya tugas, sibuk berorganisasi, silih berganti kos-kosan, ngurusi pacar, dan hingga persoalan finansial yang selalu gali lobang tutup lobang untuk membayar hutang.

Dalam dunia kampus, mahasiswa selalu dihadapkan pada kegalauan hidup yang menjadi pilihannya. Ada banyak kegalauan yang dialami oleh mahasiswa yang distigmakan sukses dan berhasil oleh sebagian masyarakat. kegalauan-kegalauan itu bisa kita baca secara saksama dalam karya Aila Nadari dan dan Sigit yang berjudul Bintaro Spring Tide. Sebuah buku yang mengulas tentang kehidupan mahasiswa yang di-dropout dari kampusnya di Jakarta.

Raditya Deydan, ya namanya seperti itu. Mahasiswa semester V di salah satu kampus Jakarta. Dirinya selalu merasa malu saat pulang kampung ke Yogyakarta. Dia sering ditanya tentang waktu kelulusan dan wisudanya. Namun, dia tidak memberikan jawaban pasti. Dia mulai acuh tak acuh saat ditanya tentang kuliah dan kelulusannya. Dia pantas acuh, karena di kampusnya sibuk mengurusi organisasi dan seminar-seminar penting. Pastilah, jika ditanya tentang wisuda dia tidak memiliki jawaban dan alasan yang tepat (hlm. 8).

Kesadaran sebagai mahasiswa yang serba sibuk dengan tugas-tugas kuliah dan aktivitas di luar kampus bisa menjadikan mahasiswa galau setengah mati, seperti yang dialami oleh Radit. Apalagi jika nilai tiap semester terus menurun drastis. Mayoritas mereka yang aktif berorganisasi selalu mendapat nilai yang kurang memuskan, namun prestasi di luarnya bisa diberi acungan jempol. Tak banyak mahasiswa berhasil dalam dua sisi tersebut, antara ketekunan berkuliah dan aktivitas berorganisasi yang tujuannya untuk memperbanyak teman, relasi, dan kenalan-kenalan di lingkungan kampus.

Jalan Hidup dan Kesuksesan

Namun, setelah sekian lama kuliah, Radit lebih memprioritaskan acara-acara di luar jam kuliah, alias jarang memberi perhatian serius terhadap perkuliahan (hlm. 39). Dia lebih banyak mengurus seminar-seminar bergengsi dan berorganisasi di kampusnya. Selain itu, berorganisasi dan menjalankan segala egendanya itu penting bagi pengembangan soft skill-nya – sesuatu yang krusial di dunia kerja, tetapi tidak diajarkan di ruang kelas (hlm. 44).

Pada saat itulah Radit kurang banyak belajar materi-materi kuliah karena sibuk dengan beberapa agenda dalam aktivitas di luar jam kuliahnya. Dia selalu menggunakan SKS (Sistem Kebut Semalam) ketika akan menghadapi ujian materi kuliah. Tentu dapat dibayangkan hasilnya kurang maksimal. Hal seperti itu benar-benar menjadi kenyataan, hasil nilai ujian semesternya tidak baik.

Ketika pulang kampung ke Yogyakarta usai ujian semester dilaksanakan dan menunggu pengumuman ketentuan nilai, dia tersimpuh malu di hadapan orang tuanya. Ada sebuah telpon dari Jakarta, dia termasuk dari 20 mahasiswa yang harus di-dropout dari kampus karena standart nilainya tidak memenuhi kriteria kelulusan (hlm. 117).

Sebagai seorang mahasiswa dengan berangkat kuliah bermodalkan peluh dan keringat orang tuanya di ladang dan kebun bersama kambing-kambing piaraannya, dirinya merasa bersalah yang teramat besar. Harapan orang tuanya pupus seketika. Namun, di saat tengah gentingnya situasi pada waktu itu, orang tuanya masih dengan tangan terbuka menwarkan untuk kuliah lagi pada Radit. Tapi, dia menolak dengan sopan. Dia memilih untuk hidup bersama keluarganya. Dia ingin berusaha menghidupi kedua orang tuanya.

Takdir memang tidak bisa ditebak. Begitu pula jalan hidup tidak bisa diprediksi oleh akal manusia yang hanya beberapa volume itu. Ketika dia kembali ke Jakarta untuk memastikan kelulusannya, dia mendapat tawaran proyek dari salah satu dosennya. Hingga akhirnya dia mampu berdiri di atas kakinya sendiri untuk menghidupi kedua orang tua dan satu adiknya. Apa yang dia kerjakan di luar waktu kuliah, ternyata mampu menjadikannya mapan dan mandiri dalam berusaha.

Buku ini akan menceritakan tentang perjuangan seorang Mahasiswa, yang menjadi cerminan dari kegelisahan mahasiswa-mahasiswa yang lainnya di banyak kampus dan universitas. Dari perjuangan dan aktivitas kuliah serta berorganisasi menyebabkan nilai kuliahnya menurun, alias tidak sampai pada target. Sehingga dia harus di-dropout oleh kampusnya sendiri. Tapi bukan berarti dia tidak sukses. Jalan hidupnya berbeda, dia menemukan keberhasilan dan kesuksesan melalui jalan yang lain di saat teman-temannya lulus kuliah berkat nilainya sempurna seperti yang diharapkan.

* Peresensi adalah Pecinta Baca Buku Asala Sumenep, Tinggal di Surabaya.

Lebih lanjut karya/ tulisan ini bisa dinikmati/ dibaca/ di santap di: Radar Madura, 23 November 2014 atau di: Radar Madura, 23 November 2014 Menjadi Mahasiswa yang Sukses dan Berhasil. Semoga memberikan manfaat bagi kita semua. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: