Kisah Perjuangan Panji Wirapati

Suara Merdeka: Selasa Legi, 14 Oktober 2014

Cover Kisah Perjuangan Panji Wirapati (Junaidi Khab)

Cover Kisah Perjuangan Panji Wirapati (Junaidi Khab)

Judul               : Panji Wirapati Pralaya di Tanah Jawa

Penulis             : Nugroho Widjajanto

Penerbit           : PT Tiga Serangkai

Cetakan           : I, Maret 2014

Tebal               : vi, 770 hlm.; 21 cm

ISBN               : 978-602-9251-23-4

Peresensi         : Junaidi Khab*

Pada mulanya Indonesia ini bernama nusantara, kemudian berganti Indonesia. Setelah orang-orang Eropa atau Belanda datang ke Indonesia pada abad XVI, sebagai daerah jajahannya, maka Indonesia kembali berubah menjadi Hindia Belanda. Sebagaimana dituturkan oleh Shikiyama-San berkebangsaan Jepang (dalam C.Z. Doepe, 1984:76) bahwa begitulah negeri kaya raya yang bernama Indonesia itu kalah perang. Sesudah menang Belanda ganti namanya jadi Hindia Belanda.

Memang tak begitu banyak yang berusaha merebut kembali kemerdekaan rakyat Indonesia dari tangan Belanda. Namun, meskipun demikian, perjuangan bergulir dan mengalir terus di tiap-tiap daerah yang dipimpin oleh tokoh tertentu, khususnya di Jawa sebagai pusat bercokolnya orang-orang Eropa. Misalkan pada abad XVIII Pangeran Diponegoro dengan pejuang-pejuang lainnya melawan Belanda. Perlawanan ini terjadi di seluruh pulau Jawa. Sehingga perang ini disebut dengan Perang Jawa.

Perang Jawa berakahir dengan tertangkapnya Pangeran Diponegoro. Akibat Perang Jawa ini, Belanda mengalami kerugian yang sangat besar. Maka untuk menutup kerugian tersebut, di Jawa diberlakukan kebijakan tanam paksa. Mulai saat itu rakyat kembali melarat. Namun, meski Pangeran Diponegoro telah tamat, masih ada pejuang-pejuang yang berusaha merebut kembali kemerdekaan Rakyat Indonesia.

Hal tersebut tergambar dari buku yang berjudul Panji Wirapati Pralaya di Tanah Jawa karya Nugroho Widjajanto ini. Secara gamblang buku ini menceritakan tentang sosok Panji Wirapati yang menjadi pendekar sekaligus pejuang tangguh setelah ayahnya meninggal dunia ketika melawan Belanda (hlm 34).

Kematian ayahnya menyisakan luka dalam batinnya dan luka-luka sayatan serta tusukan pedang pada kulitnya. Mulai Kiai Sancaka terbunuh, Laskar Sancaka juga ikut terpendam dalam kuburan massal, kecuali Panji yang terselamatkan dan tak diketahui oleh tentara dan pasukan Belanda. Hingga dia tumbuh besar menjadi dewasa, dia menjadi lelaki perkasa dengan ilmu silat dan kanuragan yang tiada tandingannya.

Ikut Tumbuh

Perjuangan ayahnya sebagai penerus perjuangan Pangeran Dipenegoro, ikut pula tumbuh dalam jiwa Panji Wirapati. Batinnya selalu berkata bahwa rakyat Indonesia harus bebas dari penjajahan. Mereka harus merdeka. Kemerdekaan yang dulu dimilikinya harus kembali ke dalam kehidupan sehari-harinya.

Inisiatif Panji Wirapati untuk melanjutkan perjuangan ayahnya sebagai teman seperjuangan Pangeran Dipenonegoro terus membara. Dia tidak mengenal rasa takut untuk menghadapi bedil-bedil Belanda dan senjata klewang pribumi yang bekerja untuk Belanda yang kapan saja bisa menyayat urat nadinya. Tapi berkat ilmu beladirinya yang tangguh dari pedagang kelontong itulah, Panji semakin kuat (hlm. 152). Apalagi setelah ditambah ilmu silat dan kanuragan dari kakek dan pamannya (hlm. 311).

Hingga akhirnya, dalam menjalankan misinya, Panji menyamar sebagai pekatik kuda. Namanya berganti Demung. Tapi, ketika hendak mencegal pasukan Belanda di tengah jalan yang membawa harta rakyat yang diperoleh dengan paksa, Panji kembali menyamar menjadi Rangga Bledek. Dia menjadi perampok ulung yang sulit dikalahkan. Hasil rampasannya dibagikan kepada rakyat yang hartanya dirampas oleh Belanda.

Kisah-kisah perjuangan untuk mengembalikan kemerdekaan rakyat Indonesia dalam buku ini sungguh sangat menarik. Dari buku ini kita akan menemukan spirit perjuangan penduduk pribumi yang rela berkorban demi kemerdekaan rakyat Indonesia.

* Peresensi adalah Pecinta Baaca Buku Tinggal di Surabaya.

Biodata Penulis:

E-Mail             : john_gapura@yahoo.com

URL                : junaidikhab.wordpress.com

FB/Twitter      : Junaidi Khab (john_khab@yahoo.com)

Bisa dinikmati dan dibaca lebih lanjut di korannya secara langsung dalam bentuk PDF di: Suara Merdeka, Selasa, 14 Oktober 2014 Kisah Perjuangan Panji Wirapati oleh Junaidi Khab. Semoga memberikan motivasi, manfaat, dan berkah bagi kita semua. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: