Peran Orang Tua

Keluarga (Junaidi Khab)

Keluarga (Junaidi Khab)

“Anak-anak tidak pernah lupa janji orang tuanya. Berhati-hatilah. Kadang-kadang sampai dewasa mereka masih ingat sesuatu janji yang tidak dipenuhi” (Marga T. dalam Karmila-428).

Orang tua memiliki peran yang sangat penting bagi anak-anaknya. Jika orang tua salah mendidik anak-anaknya, maka mereka akan memiliki perilaku yang buruk. Hal yang sangat urgen bagi orang tua adalah memberikan perhatian sepenuhnya terhadap anak-anak mereka. Salah satu tujuannya agar mereka bisa hidup dalam lingkungan yang penuh kasih dan sayang dari orang tua, utamanya dari seorang ibu.

Seorang babu masih kurang cukup bagi perkembangan anak-anak meski sehari-hari mengurus anak-anak majikannya. Hasilnya sangat berbeda antara anak yang selalu mendapat perhatian kedua orang tuanya dengan mereka yang hanya dirawat dan diasuh oleh babu. Sudah sangat jelas, babu tidak memiliki ikatan batin terhadap anak yang diasuhnya. Babu hanya sekadar memberikan kebutuhan yang bersifat sementara belaka (dalam hal ini saya mendefinisikannya sebagai kebutuhan hanya untuk melayani belaka).

Kita lihat saja, sudah banyak anak-anak yang jiwanya liar karena kehidupan rumah tangganya selalu berantakan. Orang tuanya selalu bertengkar. Bahkan ada yang sampai cerai. Keadaan demikian akan membangun jiwa anak-anak untuk mencari tempat lain sebagai pelampiasan terhadap apa yang dialaminya. Di sinilah, konflik keluar (antara seorang istri dan ayah) harus dihindari, utamanya jangan sampai menampakkan sesuatu yang buruk di depan anak-anak.

Dari sini, saya tarik kesimpulannya bahwa menjadi orang tua harus memberikan contoh yang baik bagi anak-anaknya. Hal ini dilakukan agar mereka selalu memiliki perilaku terpuji. Jika suatu keluarga berantakan apalagi suami-istri sering bertengkar atau selalu adu mulut di depan anak-anaknya, maka kemungkinan terbesar anak-anak mereka akan menjadi anak liar, tempramental, dan melakukan hal-hal negatif yang amoral.

Maka dari itu, anak-anak harus diberi asupan gizi hidup yang lebih baik dan penuh dengan dedikasi agar hidupnya sesuai dengan yang diharapkan. Dan perlu kita ketahui pula bahwa mendidik anak harus benar-benar atas dasar minat dan bakat mereka masing-masing. Jangan sampai memaksakan kehendak kita pribadi. Ini yang sangat sulit biasanya bagi para orang tua, karena para orang tua merasa memiliki otoritas mutlak untuk mengatur anak-anaknya. Tapi hendaknya hal ini perlu disadari demi masa depan anak-anak agar tumbuh lebih baik dan memiliki prospek yang lebih cemerlang dalam hidupnya.

Surabaya, 09 Oktober 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: