Menentang Imperialisme Amerika

Harian Analisa: Rabu, 3 September 2014

Cover Musuh-Musuh Amerika Sepanjang Sejarah (Junaidi Khab)

Cover Musuh-Musuh Amerika Sepanjang Sejarah (Junaidi Khab)

Judul               : Musuh-Musuh Amerika Sepanjang Sejarah

Penulis             : Muhammad Goenawan

Penerbit           : Saufa (DIVA Press)

Cetakan           : I, April 2014

Tebal               : 184 Halaman

ISBN               : 978-602-279-125-6

Peresensi         : Junaidi Khab*

Amerika Serikat merupakan negara yang diakui sebagai negara adikuasa. Dengan kekuasaan penuh, Amerika memiliki peran dan ruang gerak lebih luas dan bebas. Namun, tak dapat kita bayangkan, gelar adikuasa sering membawa Amerika pada hal-hal yang negatif, meresahkan, kelicikan, dan sombong di mata dunia.

Kekuasaan penuh itulah yang menjadikan Amerika sombong. Sehingga, dengan kesombongannya apa yang dilakukan Amerika menyimpang dari nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan. Untuk saat ini, Amerika dipandang sebagai negara imperial yang membahayakan bagi kehidupan bangsa dan negara lain di dunia.

Walentina Waluyanti de Jonge dalam bukunya (2013:141) mengatakan bahwa Amerika khawatir. Jika Pope (salah satu warganya yang menjadi agen CIA dan kapalnya tertembak jatuh di perairan Ambon pada 18 Mei 1958) dihukum maka ia akan buka mulut. Ini artinya rahasia negara tentang keterlibatan Amerika melalui CIA yang mempersenjatai pemberontakan di daerah melawan pemerintah Indonesia akan terkuak. Jika rahasia negara tersingkap, mau ditaruh di mana muka Amerika? Agar tidak kehilangan muka, maka Amerika pun memulai misinya untuk membebaskan Pope.

Banyak kebijakan menjadi kelicikan yang dilakukan oleh Amerika. Kemudian ditentang oleh para tokoh pemberani untuk membela bangsa dan rakyatnya yang merasa dirugikan oleh imperial Amerika. Bukan tanpa alasan Amerika mendapat tentangan dan perlawanan dari pemimipin negara yang dianggap kecil. Ada banyak faktor penyimpangan yang dilakukan oleh Amerika. Sehingga tak ragu-ragu sebagian pemimpin geram dan berani melawan Amerika yang adikuasa itu.

Semua orang sudah tentu tahu bahwa Amerika adalah negara adidaya. Kebijakan luar negerinya selalu hadir di seluruh penjuru dunia. Ia laksana dewa penolong dan berlagak menjadi pahlawan. Sekilas, kebijakan yang dikeluarkan oleh Amerika akan memberikan angin segar bagi dunia. Namun, di balik itu semua, Amerika memiliki tujuan licik, yaitu untuk menguasai dunia. Amerika menginginkan dunia ada dalam genggaman tangannya (hlm. 10).

Kehadiran buku ini bukan semata akan menceritakan siapa saja tokoh dunia yang menentang kebijakan imperial Amerika. Namun, selain buku ini menyajikan para tokoh tersebut, juga akan diulas tentang kebijakan licik Amerika yang ditentang oleh para tokoh dunia tersebut. Kita akan disuguhi tentang seluk beluk dan biang kerok kelicikan Amerika sebagai satu-satunya negara adikuasa dengan otoritasnya dalam membuat aturan dan kebijakan yang hanya menguntungkan pihak Amerika sendiri dan merugikan negara lain.

Salah satu tokoh yang pernah menjadi musuh dan pemimpin menakutkan Amerika yaitu Ir. Soekarno sebagai presiden pertama Republik Indonesia. Pada tahun 1958 penyusup dari agen CIA tertangkap basah oleh pemerintah di bawah pimpinan Soekarno. Dengan berbagai upaya, Amerika memberikan berbagai permintaan Soekarno untuk membebaskan agen CIA tersebut agar rahasia kelicikan Amerika tidak terbongkar saat agen tersebut dipenjara dan diinterogasi (hlm. 18).

Soekarno juga pernah mempermainkan Amerika saat pembebasan Papua, dengan memanfaatkan Uni Soviet. Sehingga tak menjatuhkan banyak korban di tanah Papua. Selain Soekarno masih ada tokoh-tokoh dunia yang menentang kebijakan licik Amerika. Seperti Mahmoud Amadinejad yang berkata: “Jika nuklir ini dinilai jelek dan kami tidak boleh memilikinya, mengapa kalian (Amerika) sebagaia negara adikuasa boleh memilikinya? Sebaliknya, jika teknonuklir ini baik untuk kalian, mengapa kami juga tidak boleh memakainya?”.

Para tokoh dunia menentang kebijakan yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat bukan semata-mata iri atau sok jagoan di mata dunia internasional. Akan tetapi, dari kebijakan yang ditetapkan oleh Amerika sebagai negara adikuasa selalu kontroversial dan merugikan negara-negara lainnya. Sementara, Amerika memiliki kekuasaan penuh untuk melakukan atau melanggara kebijakan atau aturan yang dibuatnya sendiri. Atau mengubah suatu peraturan jika menurutnya kurang efektif dan tak efisiesn bagi dirinya sendiri. Sehingga bermunculan banyak penentang Amerika di belahan dunia.

Ada sekitar 25 (dua puluh lima) tokoh penentang imperialisme Amerika karena menyimpang dari nilai-nilai keadilan bagi umat manusia. Penentangan terhadap Amerika bukan tanpa alasan. Tapi, ada beberapa faktor yang menyebabkannya. Dengan bahasa yang renyah dan uraian yang mudah dipahami, buku ini hadir untuk mengantarkan kita pada dunia dimana Amerika membuat kebijakan untuk kepentingan dan keuntungan sepihak. Karena menentang itulah, kemudian tokoh-tokoh tersebut menjadi musuh Amerika, padahal mereka menentang demi menegakkan keadilan bagi umat manusia. Selamat membca dan menemukan sisi terang-gelapnya tentang Amerika dan tokoh-tokoh penentangnya yang menuntut keadilan!

* Peresensi adalah Pecinta Baca Buku Tinggal di Surabaya.

E-Mail             : john_gapura@yahoo.com

URL                : junaidikhab.wordpress.com

FB/Twitter      : Junaidi Khab (john_khab@yahoo.com)

Bisa dinikmati di: http://analisadaily.com/news/read/menentang-imperialisme-amerika/60339/2014/09/03 

atau juga bisa dibaca di: Harian Analisa Rabu, 03 September 2014 Menentang Imperialisme Amerika . Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: