Melestarikan Budaya dan Tradisi

Riau Pos: Ahad, 28 September 2014

Oleh: Junaidi Khab*

Melestarikan Budaya dan Tradisi oleh Junaidi Khab

Melestarikan Budaya dan Tradisi oleh Junaidi Khab

Indonesia merupakan negara kepulauan yang kaya dengan beranekaragam budaya, adat-istiadat, seni, dan tradisi. Memang perlu diakui, negara Indonesia banyak memiliki budaya, adat-istiadat, seni, dan tradisi yang banyak dikagumi oleh orang-orang dari seluruh negeri, umumnya orang-orang pelancong dari luar negeri yang ingin menikmati dan mengetahui seperti apa dan bagaimana indahnya panurama, budaya, dan tradisi yang ada di Indonesia. Seperti contoh, dalam tayangan sebuah stasiun televisi sering ditayangkan sebuah acara “Belajar Indonesia”, yang mana tokoh yang dijadikan bintang film adalah wisatawan asing yang sedikit bisa menggunakan bahasa Indonesia dan ingin mengetahui/mempelajari adat atau tradisi yang ada di Indonesia.

Keberanikaragaman budaya, adat-istiadat, seni, dan tradisi yang ada di Indonesia menyebabkan banyak wisatawan asing yang berkunjung untuk mengetahuinya. Beranekaragamnya adat dan tradisi ini disebabkan oleh banyaknya pulau yang ada di Indonesia sehingga setiap pulau memiliki adat dan tradisi yang berbeda, bahkan tidak hanya beda pulau yang beda adat dan tradisi dalam satu daerah saja sudah ada banyak tradisi yang berbeda. Perbedaan adat dan tradisi semacam itu tidak menjadikan rakyat Indonesia menjadi tidak saling mencintai, akan tetapi mereka saling share dalam hal kebudayaan demi sama-sama menuju kemajuan bersama di dalam hidupnya.

Pulau-pulau yang ada di Indonesia memiliki banyak adat dan tradisi. Budaya dan tradisi yang ada di Indonesia dapat kita jumpai di berbagai daerah. Seperti di pulau Kalimantan, Sumatera, Jawa, Bali, Madura, dan banyak lagi pulau-pulau kecil yang memiliki banyak budaya dan tradisi yang sangat unik dan menarik untuk dijadikan sebuah momen hiburan dan kesempatan untuk belajar bersama dalam perbedaan.

Pulau Madura memiliki budaya “Kerapan Sapi” yang terkenal, yang mana “Kerapan Sapi” biasanya diselenggarakan setiap tahun setelah panen tembakau atau pada musim kemarau berlangsung. Kerapan sapi tersebut dilaksanakan setelah panen tembakau karena memang setelah panen tembakau masih masuk musim kemarau dan itu merupakan sebuah pesta para petani tembakau yang beruntung dengan hasil jual tembakaunya yang sangat tinggi, sehingga modal yang dijadikan untuk menggelar kerapan sapi tercukupi, merka rela mneghabiskan banyak uang demi mengikuti penggelaran kerapan sapi meskipun hadiah yang diterimanya tidak sesuai dengan modal yang mereka keluarkan, biasanya hadiah yang diperoleh hanya berupa seekor kambing, bahkan kadang kala hanya sebuah jam dinding yang tidak begitu berharga, itu mereka lakukan demi menjaga adat yang mereka miliki. Setelah itu, sapi yang menjadi juara biasanya menjadi lelangan di antara para penggemar sapi dan kerapan sapi.

Di pulau Madura tidak hanya kerapan sapi yang dapat kita jumpai, masih banyak lagi adat atau tradisi yang sangat unik dan menarik yang bisa kita jumpai, seperti Ojung, Mancak, Saronén, Pandhél, Mamaca, Pérét Kandung, Tande’, Polang Aré, dan lain sebagainya. Namun yang perlu kita jadikan sebuah pelajaran dari kerapan sapi ini adalah meskipun mereka yang menjadi juara dan hanya mendapat hadiah seekor kambimg atau bahkan sebuah jam dinding, tapi ini sudah menjadi kebanggaan tersendiri, mereka tidak pernah berputus asa untuk tetap ikut berpartisipasi.

Di pulau jawa tradisi wayang yang terkenal. Pada awalnya masyarakat Indonesia memeluk kepercayaan animisme berupa pemujaan roh nenek moyang yang disebut hyang atau dahyang, yang diwujudkan dalam bentuk arca atau gambar. Wayang merupakan seni tradisional Indonesia yang terutama berkembang di Pulau Jawa.

Pertunjukan wayang di setiap daerah memiliki teknik dan gayanya sendiri. Dengan demikian, wayang Indonesia merupakan buatan orang Indonesia asli yang memiliki cerita, gaya, dan dalang yang luar biasa. Kadangkala repertoar cerita Panji dan cerita Menak (cerita-cerita Islam) dipentaskan pula.

Wayang, oleh para pendahulu negeri ini mengandung arti yang sangat dalam. Sunan Kalijaga dan Raden Patah sangat berjasa dalam mengembangkan wayang. Para Wali di tanah Jawa sudah mengatur sedemikian rupa menjadi tiga bagian. Pertama Wayang Kulit di Jawa Timur, kedua Wayang Wong atau Wayang Orang di Jawa Tengah, dan ketiga Wayang Golek di Jawa Barat. Masing masing sangat bekaitan satu sama lain. Yaitu “Mana yang Isi (Wayang Wong) dan Mana yang Kulit (Wayang Kulit) harus dicari (Wayang Golek)”.

Bagaimanakah agar semua budaya dan tradisi yang ada di negeri Indonesia ini tidak lenyap begitu saja? Pertanyaan semacam itu mungkin sering tumbuh di benak kita, namun kita tidak tahu cara terbaik untuk bisa melestarikannya. Persoalan yang semacam ini tidak boleh kita abaikan, jika kita abaikan bagaimana dengan nasib bangsa ini dan lebih-lebih kita sendiri apabila budaya dan tradisi itu pindah pada luar Indonesia (diambil negara lain).

Karena sudah terbukti sebuah hasil karya bangsa Indonesia diaku oleh negara lain, seperti hasil batik, asal batik itu merupakan asli dari Indonesia, namun Malaysia telah mengaku bahwa batik itu merupakan hasil karya bangsa malaysia. Hal demikian yang kita tidak inginkan. Bisa jadi kemudian hari budaya dan tradisi Indonesia diaku dan dimiliki oleh negara lain. Terbukti dengan penayangan sebuah stasiun televisi yang menayangkan sebuah acara yang saya sebutkan di atas “Belajar Indonesia” yang dibintangi oleh tokoh dari luar negeri.

Dalam menghadapi dan menanggapi hal yang semacam ini, kita perlu melestarikannya sendiri telebih dahulu. Akan tetapi yang sangat penting adalah bagaimana Negara lebih berperan aktif dalam melestarikannya, dengan mengeluarkan semacam surat pengakuan resmi yang ditandatangani oleh Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Budaya), disamping itu juga harus diadakan/digelar semacam Hari Pertunjukan Budaya dan Tradisi (Hapebut) yang ada di seluruh nusantara ini agar budaya dan tradisi yang ada di Indonesia ini tidak bisa diaku oleh negara lain.

Selain itu juga agar bangsa Indonesia mengetahui macam-macam budaya dan tradisi yang dimiliki oleh negara Republik Indonesia yang akhir-akhir ini sepertinya sudah mulai memudar dikarenakan majunya teknologi modern saat ini, sehingga adat atau tradisi yang bersifat kolot mulai untuk ditinggalkan, padahal adat atau tradisi meskipun bersifat kolot itu merupakan hasil budaya para pendahulu kita yang patut kita lestarikan.

Dari itulah sangat penting peran pemerintah dalam menyelenggarakan sebuah peringatan yang bisa mengingatkan kita dan mengakui terhadap semua kekyaan budaya, adat, dan tradisi yang ada di seluruh nusantara ini.

* Penulis Bergiat di Komunitas Sastra UIN Sunan Ampel Surabaya.

Hp                   : 087866119361

E-Mail             : john_gapura@yahoo.com

URL                : junaidikhab.wordpress.com

FB/Twitter      : Junaidi Khab (john_khab@yahoo.com)

http://www.riaupos.co/2216-spesial-melestarikan-budaya-dan-tradisi.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: