Akrobat Politik PDI-P atas Kenaikan Harga BBM

Harian Analisa: Kamis, 11 September 2014

Oleh: Junaidi Khab*

Junaidi Khab

Junaidi Khab

Belakangan ini, pasca-Pilpres 2014, mencuat kabar di berbagai media tentang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Tentu kabar ini banyak menimbulkan bahan spekulasi di kalangan masyarakat setelah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menaikkan harga BBM beberapa bulan yang lalu. Selain menimbulkan spekulasi baru di kalangan masyarakat, juga banyak bermunculan berbagai konflik di daerah-daerah akibat kenaikan harga BBM. Kenaikan BBM yang dianggap sebagai solusi perbaikan negara dan rakyat oleh pemerintah, justru masyarakat menanggapinya sebagai bentuk pemerasan terhadap rakyat miskin.

Bahkan bukan hanya harga BBM yang naik, belakangan ini harga pulsa pun juga ikut-ikutan. Sebelumnya, jika beli pulsa Rp. 6.000’- di berbagai konter, untuk saat ini sudah menjadi Rp. 6.500’-, bahkan ada yang sampai Rp. 7.000’-. Hal ini juga tak jauh dari kabar tentang kenaikan harga BBM yang banyak menimbulkan spekulasi kurang baik di mata masyarakat Indonesia.

Kenaikan harga BBM sebelumnya yang dilakukan oleh pemerintahan SBY sudah sedikit mereda dan tidak menjadi persoalan publik secara nasional lagi. Namun, BBM menjadi polemik lagi ketika SBY akan habis masa jabatannya dari kursi kepresidenan Republik Indonesia (RI), dan masa awal pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) sebagai pemenang Pilpres 2014. Di sini kita perlu manakar dan melihat ulang polemik kenaikan harga BBM yang direncanakan naik Rp. 1.000’- perliternya. Masyarakat jangan sampai dieksploitasi dengan kenaikan harga BBM yang hanya kepentingan politik belaka.

Sementara itu, isunya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), sebagai parpol pengusung Jokowi, mendesak agar SBY menaikkan harga BBM subsidi sebelum pemerintahannya berkahir. Sikap kubu Jokowi ini dinilai hanya sebuah ketakutan disalahkan oleh rakyat sebab kebijakan menaikkan harga BBM memang sangat populis. Pasalnya PDIP, sebagai partai oposisi, sebelumnya tegas menolak kenaikan harga BBM bersubsidi yang semula akan diberlakukan oleh SBY pada Agustus 2014 lalu.

Akrobat Politik

Sangat ironis sekali, aneh memang, partai banteng mendesak SBY manaikkan harga BBM sebab sebelumnya parpol pimpinan Megwati Soekarnoputri itu menolak kenaikan harga BBM saat sidang Paripurna DPR. Hal ini merupakan suatu akrobat politik yang dilakukan oleh PDIP sebagai pengusung suara Jokowi ke arena Pilpres 2014. Sudah sangat jelas, akrobat politik ini hanya untuk menaikkan citra presiden baru. Karena dikhawatirkan, jika pemerintahan Jokowi yang menaikkan BBM, maka masyarakat akan menaruh pandangan negatif pada Jokowi yang selama ini menjadi dambaan masyarakat atas politik blusukannya ke daerah-daerah.

Akan tetapi, kebijakan atas kenaikan harga BBM tetap berada di tangan SBY atau Jokowi yang sama-sama menunggu masa jabatannya hanya tinggal sekitar satu bulan lagi. Dari dua pemimpin besar ini, terjadi gonjang-ganjing yang perlu dipikirkan matang-matang. Jika SBY mengikuti desakan PDIP untuk menaikkan harga BBM sebelum masa pemerintahan Jokowi berlangsung, ini sangat berpengaruh positif bagi awal pemerintahan Jokowi. Sebaliknya, masa akhir jabatan SBY sebagai kepala negara akan tercoreng di mata masyarakat karena telah menaikkan harga BBM berulangkali, dan yang terakhir ini hanya untuk kepentingan politik belaka.

Sebenarnya, akorbat politik yang dilakukan oleh PDIP merupakan salah satu terobosan baru untuk menaikkan citra Jokowi di mata masyarakat, yang kemudian hari pemerintahan Jokowi bisa menurunkan harga BBM ke harga semula. Begitu pula, ini menjadi pertimbangan kubu SBY yang memegang kendali Partai Demokrat (PD) untuk melakukan diplomasi politik dengan Jokowi agar PD mendapat jatah kursi lebih banyak di parlemen dalam pemerintahan Jokowi yang akan datang.

Hal tersebut diungkap oleh Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Tantowi Yahya (Duta Masyarakat, 28/08/14). Ia khawatir adanya lobi politik yang dilakukan oleh SBY saat bertemu dengan Jokowi di Bali, Rabu kemarin. Ia mengatakan bahwa ada kekhawatiran SBY akan menaikkan harga BBM dengan imbalan politik dari Jokowi untuk PD. Tapi harapannya, kekhawatiran tersebut tidak menjadi kenyataan. Pernyataan Tantowi ini harus menjadi salah satu perhatian pemerintah agar kenaikan harga BBM bukan semata untuk kepentingan politik dan kalangan tertentu saja.

Kenaikan harga BBM yang dicukongi oleh isu akrobat politik PDIP ini jangan sampai terjadi. Di balik kenaikan harga BBM bukan semata untuk menarik keuntungan sepihak saja. Akan tetapi, jika BBM benar-benar dinaikkan kembali, kesejahteraan rakyat harus menjadi priorits utama sebagai hubungan timbal-balik, agar rakyat Indonesia tidak dirugikan dan sengsara dalam persoalan ekonomi. Karena tidak kita sadari, sedari awal tujuan BBM dinaikkan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak negeri melalui Bantuan Operasinal Sekolah (BOS), pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan hingga Bantuan Langsung Sementara (BLSM). Sementara, saat ini BBM akan dinaikkan hanya untuk kepentingan politik abal-abalan dan menimbulkan banyak persoalan di tengah-tengah masyarakat.

Maka dari itu, mari kita ciptakan suasana poltik baru untuk terus meningkatkan kesejahteraan rakyat dan perbaikan birokrasi pemerintahan agar lebih maju dan beriwbawa, baik di dunia nasional lebih-lebih internasional. Langkah-lengkah kebijakan pemerintahan Jokowi-JK harus benar-benar lebih memprioritaskan kepentingan rakyat Indonesia, bukan semata karena partai politik di Indonesia, itu yang bisa kita harapkan bersama. Semoga!

* Penulis adalah Wakil Direktur Gerakan UIN Sunan Ampel Menulis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

Hp                   : 087866119361         

E-Mail             : john_gapura@yahoo.com

Bisa diakses dan dibaca di: http://analisadaily.com/news/read/akrobat-politik-pdi-p-atas-kenaikan-harga-bbm/62827/2014/09/11

atau juga bisa dibaca dalam bentuk PDF di: Harian Analisa Kamis, 11 September 2014 Akrobat Politik PDI-P atas Kenaikan Harga BBM.jpg . Semoga memberikan manfaat bagi kita semua. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: