Mengatur Keuangan

KOMPAS: Selasa, 14 Oktober 2014 Halaman 34

Oleh: Junaidi Khab*

Junaidi Khab (Di Ruang Tamu Saat Kunjungan ke Bupati Bojonegoro - Kang Yoto/Suyoto)

Junaidi Khab
(Di Ruang Tamu Saat Kunjungan ke Bupati Bojonegoro – Kang Yoto/Suyoto)

Bekerja sambilan menambah pengalaman hidup, mempertebal dompet, serta menambah angka dalam buku tabungan. Kadang uang hasil kerja sambilan langsung ludes untuk biaya pulsa, makan, indekos, dan jajan. Padahal, kebutuhan membeli buku begitu besar. Read more of this post

Indonesia Harus Belajar pada Tiongkok

Harian Analisa: Rabu, 15 Oktober 2014

Cover Filosofi-Filosofi Warisan Tiongkok Kuno (Junaidi Khab)

Cover Filosofi-Filosofi Warisan Tiongkok Kuno (Junaidi Khab)

Judul               : Filosofi-Filosofi Tiongkok Kuno Aktualisasi Pemikiran Tiongkok terhadap Dunia Modern

Penulis             : Emsan

Penerbit           : Laksana (DIVA Press)

Cetakan           : I, September 2014

Tebal               : 276 halaman

ISBN               : 978-602-255-646-6

Peresensi         : Junaidi Khab*

Mungkin kita tidak begitu banyak mengenal negeri Tiongkok. Hal tersebut disebabkan karena tak banyak buah bibir yang membicarakannya. Hal yang kita tidak sadari di era modern saat ini, sebenarnya bagian dari Tiongkok menjadi teman sehari-hari. Ada banyak produk yang kita gunakan berasal dari Tiongkok. Misalkan penggunaan teknologi bermerk Read more of this post

Kisah Perjuangan Panji Wirapati

Suara Merdeka: Selasa Legi, 14 Oktober 2014

Cover Kisah Perjuangan Panji Wirapati (Junaidi Khab)

Cover Kisah Perjuangan Panji Wirapati (Junaidi Khab)

Judul               : Panji Wirapati Pralaya di Tanah Jawa

Penulis             : Nugroho Widjajanto

Penerbit           : PT Tiga Serangkai

Cetakan           : I, Maret 2014

Tebal               : vi, 770 hlm.; 21 cm

ISBN               : 978-602-9251-23-4

Peresensi         : Junaidi Khab*

Pada mulanya Indonesia ini bernama nusantara, kemudian berganti Indonesia. Setelah orang-orang Eropa atau Belanda datang ke Indonesia pada abad XVI, sebagai daerah jajahannya, maka Indonesia kembali berubah menjadi Hindia Belanda. Sebagaimana dituturkan oleh Shikiyama-San berkebangsaan Jepang (dalam C.Z. Doepe, 1984:76) bahwa begitulah negeri kaya raya yang bernama Indonesia itu kalah perang. Sesudah menang Belanda ganti namanya jadi Hindia Belanda. Read more of this post

%d bloggers like this: