Suami-Istri yang Saling Melengkapi

Tribun Jogja: Minggu Legi, 10 Agustus 2014

Cover Menjadi Suami-Istri yang Saling Melengkapi (Junaidi Khab)

Cover Menjadi Suami-Istri yang Saling Melengkapi (Junaidi Khab)

Judul               : Menjadi Suami yang Melengkapi Kekurangan Istri dan Menjadi Istri yang Melengkapi Kekurangan Suami

Penulis             : Rizem Aizid

Penerbit           : DIVA Press

Cetakan           : I, Maret 2014

Tebal               : 206/198 Halaman

ISBN               : 978-602-255-499/498-8/1

Peresensi         : Junaidi Khab*

Bahtera kehidupan rumah tangga tak akan pernah lepas dari terjangan ombak emosi, egois, kecemburuan, dan pertengkaran. Jika nakhodanya tak mampu mengendalikan dan mendeteksi arah angin bertiup, maka kehidupan bahtera keluarga akan karam dan hancur diterjang ombak dan angin egoisme. Maka dari itu, seorang suami sebagai nakhoda harus mampu dan peka terhadap arah angin dan istri sebagai penumpang kapal harus dilindungi agar bahtera kehidupannya bisa berlayar dengan tenang, damai, dan penuh suka cita hingga berlabuh di pulau bahagia dengan selamat tanpa mengorbankan diri dan penumpangnya.

Namun hakikatnya bukan hanya nakhoda yang berperan dalam menempuh lautan keluarga untuk mencapai ke pulau bahagia. Penumpang juga memiliki peran penting untuk mengingatkan jika arah angin salah atau ada terjangan ombak yang tidak diketahui oleh sang nakhoda. Begitu kiranya gambaran kehidupan rumah tangga. Bukan berperan salah satunya, tapi suami-istri harus kompak dalam membina hubungan rumah tangga guna mencapai kehidupan keluarga yang harmonis dan penuh kebahagiaan.

Rizem Aizid melalui karyanya yang berjudul “Menjadi Suami yang Melengkapi Kekurangan Istri dan Menjadi Istri yang Melengkapi Kekurangan Suami” ini akan mencoba untuk mengkombinasikan antara tugas seorang suami dan istri. Berbagai peran dan tanggung jawab suami harus diketahui oleh para kaum laki-laki. Begitupula peran dan tanggung jawab seorang istri harus diketahui oleh kaum perempuan. Dengan begitu, kehidupan rumah tangga akan imbang dan penuh dengan semangat dan kerukunan.

Sebagai seorang suami, laki-laki harus mampu memberikan nafkah kepada istri dan keluarganya, baik nafkah lahir atau batin. Menikahi bukan hanya untuk hidup bersenang-senang. Tapi membangun hidup bersama melalui pernikahan yang penuh kesakralan dan tantangan tersebut. Tak lupa pula, perempuan sebagai seorang istri harus peka dan mampu menjadikan hati suaminya sejuk dengan kehadirannya, yaitu dengan selalu memberikan sambutan yang menyenangkan (hlm. 54-55).

Saling melengkapi ini merupakan kombinasi dari ketidaksempurnaan antara suami dan istri. Jika kombinasi dua kekurangan ini saling melengkapi dan berusaha dilengkapi, kekuatan bahtera rumah tangga akan kokoh meski topan persoalan menerjang dan ombak egoisme menghantam. Maka dari itu, suami harus mengerti dengan tugas dan kewajibannya, begitu juga istri harus saling melengkapi kekurangan di antara mereka masing-masing.

Keluarga yang Bahagia

Tujuan membina bahtera keluarga bukan semata untuk memenuhi hasrat biologis, tapi di sana ada tujuan mulia, yaitu regenerasi dan hidup bahagia yang berada pada arah yang benar. Selain regenerasi menjadi tujuan utama, membentuk keluarga juga merupakan upaya menghindari perbuatan keji seperti berzina, pencabulan. Namun meski keluarga telah terbina, suami-istri harus tetap memerhatikan tugas-tugas, hak, dan kewajibannya. Bukan sekadar memikirkan hak dan melupakan kewajiban. Di sini peran suami-istri harus benar-benar diperhatikan agar sebuah keluarga mampu membangun kehidupan yang harmonis dan penuh kebahagiaan.

Salah satu hal penting yaitu saling mengerti dan memahami kekurangan antara suami-istri, lalu saling melengkapinya, itu merupakan jalan yang terang benderang untuk mencapai ke pintu kebahagiaan keluarga. Misalkan, baik istri maupun suami harus menutup rapat apa yang menjadi aib masing-masing. Aib itu merupakan kekurangan yang harus ditutupi serapat mungkin agar mereka saling melengkapi hingga aib itu menjadi sebuah kesadaran untuk saling menyayangi (hlm. 149).

Ada hal yang kurang efisien dari dua karya ini, yaitu pemisahan ulasan tentang membina keluarga, antara yang khusus bagi suami dan untuk istri. Setidaknya, dua karya ini menjadi satu judul buku dengan dua bagian ulasan. Yang mana tujuannya agar pembaca dengan leluasa bisa melihat dua sisi kekurangan suami-istri berikut dengan cara-cara saling melengkapinya tanpa harus gonta-ganti buku. Dengan begitu, pembaca akan merasa lebih nyaman dan terpuaskan.

Meskipun demikian, dua buku unik dan menarik ini perlu kita beri acungan jempol. Dua buku ini bagaikan magnet kehidupan rumah tangga yang harus dimiliki oleh tiap-tiap pria dan wanita guna bisa memahami peran mereka masing-masing ketika membina kehidupan rumah tangga agar selalu rukun dan harmonis. Dengan mengenal dan mengetahui kekurangan mereka masing-masing, lalu berusaha melengkapinya, maka mereka akan mampu membina keluarga yang bahagia.

Kehadiran dua buku kembar ini akan memandu kita semua, pria-wanita sebagai suami-istri untuk menemukan kekurangan masing-masing. Kemudian dengan penuh kesadaran untuk saling melengkapi kekurangan itu. Kerukunan, keharmonisan, dan kebahagiaan berumah tangga bukan hal mustahil lagi jika kita berusaha saling melengkapinya dengan penuh keikhlasan. Baca dan ikuti petunjuk dalam buku kembar tapi beda ini untuk menggapai kehidupan keluarga yang bahagia!

* Peresensi adalah Pecinta Baca Buku dan Tercatat Sebagai Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya.

E-Mail                         : john_gapura@yahoo.com

URL                            : junaidikhab.wordpress.com

Facebook/Twitter        : Junaidi Khab (john_khab@yahoo.com)

Bisa dibaca dan dinikmati secara literer di: Tribun Jogja 10 Agustus 2014 Suami-Istri yang Saling Melengkapi oleh Junaidi Khab . Semoga memberikan manfaat bagi kita semua. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: