Menginspirasi Gerakan Politik Sutan Sjahrir

Koran Madura: Jumat, 15 Agustus 2014 No. 0420 tahun III

Cover Sutan Sjahrir Pemikiran & Kiprah Sang Pejuang Bangsa (Junaidi Khab)

Cover Sutan Sjahrir Pemikiran & Kiprah Sang Pejuang Bangsa (Junaidi Khab)

Judul               : Sutan Sjahrir Pemikiran & Kiprah Sang Pejuang Bangsa

Penulis             : Lukman Santoso Az.

Penerbit           : Palapa (DIVA Press)

Cetakan           : I, Mei 2014

Tebal               : 278 Halaman

ISBN               : 978-602-255-556-8

Peresensi         : Junaidi Khab*

Nama Sutan Sjahrir di telinga bangsa Indonesia tidak begitu fenomenal seperti bapak-bapak bangsa yang lainnya. Misalkan Soekarno sebagai presiden Republik Indonesia yang pertama, dan Mohammad Hatta sebagai wakilnya. Meskipun nama Sutan Sjahrir sangat asing di telinga kita, namun perannya tak jauh berbeda dengan bapak revolusi yang lainnya. Semangat untuk membebaskan bangsa Indonesia dari kaum kolonial begitu membara dengan gerakan-gerakan dan perjuangan politiknya.

Tak jauh darit itu semua, buku ini cukup menarik dan memberikan pandangan dan wawasan yang luas tentang sepak terjang Sutan Sjahrir dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Ada banyak peran juga yang dimainkan dalam perjalanan politiknya untuk merebut kemerdekaan dari Belanda dan Jepang. Ia merupakan pejuang yang berasal dari keluarga Minangkabau yang terpandang dan disegani di Koto Gadang, Sumatera Barat (hlm. 12).

Melalui niat dan tekad bulatnya untuk menjadi orang sukses dan berpendidikan mengantarkan dirinya hingga sampai ke pulau Jawa, tepatnya di Bandung. Ia mengenyam pendidika di Bandung setelah sekian lama menetap di Medan. Pada ia berada di Bandung menjalani proses pendidikan dan mengikuti arus perkembangan politik Hindia Belanda, ia bertemu dengan para pejuang dan politisi hebat seperti Bung Karno, Tan Malaka, Amir Sjarifoeddin, dan tokoh-tokoh pergerakan lainnya.

Di tengah-tengah pergerakannya, Sjahrir secara sungguh-sungguh berkutat dengan teori-teori sosialisme, marxisme, dan pergerakan kebangsaan. Sehingga ia terkena dampak zaman di Eropa pasca-Perang Dunia II (1914-1918), yaitu virus marxisme yang menimbulkan iklim perjuangan untuk memperbaiki nasib kaum buruh yang dieksploitasi oleh kaum kapitalis. Slogan masa itu, “kaum proletariat seluruh dunia, bersatulah”.

Tentang Organisasi

Dalam hal ini, pergerakan Sjahrir lebih mengacu pada teori marxisme, namun marxisme yang disesuaikan dengan konteks keindonesiaan. Yaitu menggerakkan kaum tertindas, dalam hal ini petani dan buruh untuk mencapai kemerdekaan secara meluruh, melawan kaum borjuis yang didominasi oleh kaum kolonial. Sjahrir mengakui bahwa gerakannya yang melalui organisasi pimpinannya itu tidak memiliki anggota yang cukup banyak. Namun berkat kebulatan tekadnya, ia tetap maju dan terus berjuang. Satu hal yang menjadi pegangannya yaitu bahwa organisasi hendaknya bersifat pedagogis dan informatoris (hlm. 69).

Bukan hanya anggota yang banyak belaka yang menjadi andalan Sjahrir dalam menghidupkan perjuangannya, namun juga pedagogis (pendidikan) dan informasi yang cukup untuk memberikan stimulasi agar anggotanya aktif dan progresif terhadap segala serangan. Cepat merespon dan menanggapi setiap ada persoalan. Dalam pernyataannya Sjahrir mengatakan bahwa organisasi (partai) tidak perlu banyak anggota. Sedikit jumlahnya, asal paham, militan, menguasai keadaan, serta memahami teori-teori perjuangan. Itulah mungkin terjemahan dari sifat unggul sebuah organisasi yang harus bersifat pedagogis dan informatoris.

Kehidupan Sutan Sjahrir yang dinilai sebagai orang cerdas, cepat menangkap pikiran lawan bicara, teliti, hati-hati, demokratis, dan senang dikritik. Di sisi lain Sjahrir juga sulit untuk ditebak karena pikirannya yang kadang lebih peka terhadap situasi dan kondisi jalan gerakan politiknya. Sjahrir merupakan tokoh nasional yang telah banyak memberikan arah dan isi dalam arus revolusi perjuangan bangsa Indonesia sebagaimana tokoh-tokoh pejuang lainnya.

Buku molek ini akan memberikan ulasan dan kilasan sejarah tentang biografi Sutan Sjahrir mulai dari riwayat pendidikan, aktivitas politik, hingga Sjahrir menjadi perdana menteri. Selain itu pula, juga diulas tentang berbagai gerakan pemikiran dan kiprahnya dalam memperjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia dari para kaum kolonial yang berabad-abad telah menancapkan akar imperialisme di Hindai Belanda. Semangat perjuangannya akan kita temukan dalam buku ini, sehingga dengan inspirasi perjuangan politik Sjharir untuk melawan kaum kolonial, kita bisa memakai pemikiran tersebut untuk memimpin melawan penjajahan modern saat ini.

* Peresensi adalah Pengurus Demisioner Ikatan Mahasiswa Sumenep (IKMAS) di Surabaya.

E-Mail                         : john_gapura@yahoo.com

URL                            : junaidikhab.wordpress.com

Facebook/Twitter        : Junaidi Khab (john_khab@yahoo.com)

Bisa dibaca dan dinikmati lebih lanjut di: Koran Madura Jumat, 15 Agustus 2014 No. 0420 tahun III Menginspirasik Gerakan Politik Sutan Sjahrir oleh Junaidi Khab . Semoga memberikan manfaat bagi kita semua. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: