Sajak-Sajak Mamad Hidayat

Riau Pos: Ahad, 20 Juli 2014

Lelaki Sejati

aku katakan kepadamu aku lelaki sejati
ketika senjata ditodongkan kepada balita dan anak-anak
aku ikut membusungkan dada
menantang dengan sejuta peluru di dalam kepala
terkadang ketika musim bulan tak datang
aku menyalakan unggun di depan rumah
bernyanyi bersama kekasihku
dan anak-anak yang datang dari langit
mempecundangi orang-orang dewasa
yang tak pernah bisa menerima mereka
kami menyanyikan lagu-lagu kematian tragis
yang tak pernah kami takuti

Aku Tak Pernah Sendiri

kau selalu mengatakan aku sepi
dalam larut yang semakin hening
meruang jauh ke dalam diam
pada bahasa yang tak pernah sampai ke telingamu
ketika hujan turun dan gelap lekat pada secangkir kopi
saat itu aku sedang bercinta dengan kekasihku
bagaimana aku menghirup udara dari hidungnya
bagaimana bibirku menyentuh lembut tubuhnya
dan bagaimana ia akan memesrakan lelah pada tubuhku
hanya akan membuat cemburumu jatuh
pada daun sebelum pagi datang
pahamilah, aku tak pernah sendiri
aku punya kekasih
yang siap menancapkan pisaunya ke jantungku
kapan saja kami bercinta
sedikit pun aku tak pernah takut
hingga tubuh dan sayap di punggungku tinggal belulang
Gerimis Tanpa Suara

B, aku tak ingin lagi engkau
aku tak ingin lagi membaca rinai
dan menghitung hujan dari bulan ke bulan
atau mengartikan setiap tetes nila
pada cangkir yang kuseduh
aku ingin lelah ini menjemputku
sebagai gerimis tanpa suara

18 mei 14

Kepada Perempuanku dan Cinta
Yang Sebenarnya Lengang

hai perempuanku
hari ini aku tak lagi punya apa-apa
pun tubuh kokoh yang pernah kau miliki dahulu
kini tak lebih dari setumpuk daging
terbaring dengan jantung berdetak satu-satu
akhirnya aku sampai pada episode
dimana aku harus menunggu engkau menjengukku
sekedar saja aku ingin melihat mata
dimana aku pernah menjadi lebih tinggi
akhirnya waktu mengajarkan itu
bahwa cinta tak lebih dari kesendirian
saat aku melangkah di jalanan lengang

Episode Paragraf

sekedar mengenang
membawa diri jauh
menyerakkan semua yang tersimpan di dalam mata
berpecah-pecah
berkeping-keping
kau pun tahu rindu hanya sekedar jarak
tapi di dalam bayang-bayang aku selalu bisa menemukanmu
merasakan lagi rasa sakit itu
atau menertawai setiap luka
“hanya sekedar darah atau lebam
yang sebentar akan hilang”
mungkin kita takkan lagi punya halaman
cerita dari pena yang tak lagi bertinta
nada dari pita yang tak lagi bersuara
tapi aku masih punya diam
pun kau

Mendoa dalam Puisi

bersamamu turut larut puisi
melembabkan sekedar saja lelah
alur dimana aku harus berjuang bermuara
pada matahari kita sama-sama mengering
jangan lagi beri cinta ini harga
tersebab kematian pun menawarkan sekejap mata
sesuatu yang tak bisa kau beli dengan apa yang kau punya
ketika darah dan nyawa adalah harta terakhir
kemana tertawamu akan mengelak
bahwa aku berdamai lebih dahulu
bersama keabadian yang akan terus menjadi milik luka
rasa sakit sedikit-sedikit mengikuti kesenanganmu
menghantarkan ketenangan lebih dari apa yang dijanjikan

Tuhan, Semakin Samar

kepada waktu yang mengecup melambat
dan perapian yang membakar jejak-jejak di belakang
B, aku turut berserah pada arah dimana kau juga bersujud
dimana tangan kau pun menengadah
cinta ini aku kembalikan pada Ia yang Maha Lebih
tenggelam semakin dalam
semakin samar
dan ruang tak lagi memberi tempat
aku lelah
Tuhan…

Mamad Hidayat
lahir di Bengkulu, 5 Maret 1990. Kini ia menetap di Simpang Minas, Riau. Menulis puisi adalah kegemarannya sejak lama, tapi jarang mempublikasikannya. Setelah ia masuk ke Sekolah Menulis Paragraf (angkatan II), semangat menulisnya semakin terpacu. Selain pernah dimuat di Riau Pos, puisinya juga termuat dalam buku kumpulan puisi Kopi Hujan Pagi (2012) dan Ayat-ayat Selat Sakat (2013).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: