Pesan Moral Romo Mangun untuk Bangsa Indonesia

Harian Analisa: Rabu, 09 Juli 2014

Cover kata-Kata Terakhir Romo Mangun (Junaidi Khab)

Cover kata-Kata Terakhir Romo Mangun (Junaidi Khab)

Judul               : Kata-Kata Terakhir Romo Mangun Sebuah Perjumpaan Hangat di Ujung Perjalanan

Editor              : Th. Bambang Murtianto

Penerbit           :KOMPAS

Cetakan           : I, Februari 2014

Tebal               : xxvi + 190 hlm.; 13 cm x 19 cm

ISBN               : 978-979-709-795-0

Peresensi         : Junaidi Khab*

Mungkin nama Romo Mangun tak begitu terkenal di Indonesia. Romo Mangun yang memiliki nama asli Y.B. Mangun Wijaya ini sebenarnya merupakan sosok yang legendaris Indonesia. Ia adalah seorang rohaniawan, arsitektur, novelis, dan seorang esais yang hidupnya diabdikan bagi kepentingan masyarakat yang memerlukan bantuannya. Ia suka berbaur dengan lingkungan sosial.

Namun sayang, namanya yang terlalu kecil dan sulit untuk dikenal oleh bangsa Indonesia, apa yang dilakukannya pun tak begitu diperhatikan. Padahal banyak pesan-pesan yang disampaikan oleh Romo Mangun terkait keberlangsungan hidup bangsa Indonesia yang selalu dipengaruhi oleh berbagai macam perkembangan. Gaya hidupnya yang sederhana juga digambarkan dari pesan yang selalu dinasehatkan kepada generasi penerus bangsa ini. Apa saja pesan atau kata-kata Romo Mangun itu?

Ada inisiatif besar melalui buku yang berjudul “Kata-Kata Terakhir Romo Mangun Sebuah Perjumpaan Hangat di Ujung Perjalanan” yang dieditori oleh Th. Bambang Murtianto. Inisiatif besar itu tak lain demi menghidupkan pesan moral Romo Mangun bagi kehidupan generasi bangsa Indonesia di era modern saat ini. Utamanya terkait dengan budaya intelektual, berpikir kritis, dan budaya buku yang terancam oleh kemajuan teknologi yang terus melaju dengan cepat. Tak heran jika generasi ini selalu berpikiran instan dan praktis siap saji tanpa melakukan hal yang kreatif dan kritis.

Ada tiga kategori (A, B, C, lihat hlm. 15) yang dapat disulukan oleh Romo Mangun, yang khusus bagi bangsa Indonesia – yang konon kabarnya paling agamis sekaligus juara dalam korupsi dan kekerasan – ada catatan. Karena selama ini yang ditekankan itu agama. Romo Mangun sendiri orang agamawan, tapi yang terpenting katanya adalah iman. Iman itu inklusif, sedang agama harus dan selayaknya eksklusif. GBHN sudah mengatakan, bahwa manusia Indonesia seutuhnya ialah manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa. Tidak disebut “manusia Indonesia seutuhnya adalah manusia yang beragama”. Itu betul. Untunglah, ini barangkali satu-satunya yang baik dari Orde Baru (hlm. 18).

Hal sangat urgen yang perlu diingat oleh bangsa Indonesia, yaitu tentang keimanan. Sebenarnya kita kurang menyadari antara beriman dan beragama. Namun, secara utuh untuk menjadi bangsa Indonesia adalah harus beriman, bukan beragama. Secara implisit menyebutkan harus beriman agar mengakui kebenaran satu Tuhan dan melakukan perintahnya yang selalu mengarah pada kebaikan. Jika kita hanya menjadi orang yang beragama, di Indonesia banyak yang beragama, namun tak beriman. Hal tersebut terbukti banyaknya kejahatan yang berupa, korupsi, pembunuhan, kekerasan seksual, dan penipuan.

Sangat mengenaskan memang jika masyarakat Indonesia hanya beragama tanpa dikuti dengan keimanan yang kuat. Kemungkaran dan berbagai kejahatan akan mudah dilakukan oleh orang-orang yang tak beriman. Karena apa? Orang yang tak beriman hidupnya bebas tanpa batas dan merasa tidak ada yang mengawasi (Tuhan). Maka dari itu, Romo Mangun mengingatkan bangsa Indonesia ini agar menyadari untuk menjadi manusia yang benar-benar beriman, bukan manusia yang beragama.

Lain halnya lagi dengan persoalan keimanan, Romo Mangun sangat khawatir dengan keberadaan buku saat ini yang jauh dari masyarakat dan bangsa Indonesia secara umum. Padahal, buku memiliki peran sangat besar bagi perkembangan suatu bangsa, baik terhadap ilmu pengetahuan, budaya, politik, dan berbagai macam keilmuan. Hal tersebut terkait dengan berkembangnya teknologi dengan pemanjaan hidup yang sangat jelas serba mudah dan instan(hlm. 22).

Sehingga tak heran bila buku tak begitu dihiraukan oleh bangsa Indonesia. Budaya baca tak menjadi tren sebagaimana di negara-negara maju seperti Amerika dan Eropa. Kekhawatiran terhadap eksistensi buku ini menjadi pesan bagi bangsa Indonesia agar disadari betapa sangat pentingnya buku dan budaya baca yang baik dan intens untuk menghadapi era yang maju dan serba teknologi ini.

Ada hal yang kurang tentang inisiatif besar dalam buku ini, yaitu sang editor tidak memberikan biografi dan kehidupan Romo Mangun terlebih dahulu sebelum menyampaikan pesan dan petuahnya, baik itu pemikiran atau falsafah hidupnya. Padahal sebenarnya sangat lebih menarik jika biografi Romo Mangun juga diikutkan dalam uraian buku molek ini. Sehingga pembaca bisa melihat dengan luas tentang Romo Mangun dan sepak terjangnya selain melalui pesan-pesan yang ada dalam kata-kata terakhirnya.

Namun, buku ini sangat hebat dan penuh makna kuat bagi generasi bangsa Indonesia. Di dalamnya disuguhkan beberapa pesan moral, ide dan gagasan sekaligus kritikan dari kata-kata terakhir Romo Mangun bagi generasi muda bangsa Indonesia yang tak lagi memegang prinsip hidup keindonesiaannya. Dengan kata-kata terakhir Romo Mangun dalam buku ini, nilai nasionalisme dan jatidiri bangsa Indonesia akan mudah dipupuk dan semakin kuat.

* Peresensi adalah Pecinta Baca Buku dan Tercatat Sebagai Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya.

E-Mail                         : john_gapura@yahoo.com

URL                            : junaidikhab.wordpress.com

Facebook/Twitter        : Junaidi Khab (john_khab@yahoo.com)

Bisa dinikmati lebih lanjut di pemilik web Harian Analisa di: http://analisadaily.com/news/read/pesan-moral-romo-mangun-untuk-bangsa-indonesia/45642/2014/07/09

atau

Bisa dinikmati pula di: Harian Analisa Rabu, 09 Juli 2014 Pesan Moral Romo Mangun untuk Bangsa Indonesia. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: