Strategi Mengontrol Perkembangan Balita

Rima News: Senin, 07 Juli 2014

Cover Perkembangan Balita Deteksi Dini dan Stimulasi Tumbuh Kembang Balita (Junaidi Khab)

Cover Perkembangan Balita Deteksi Dini dan Stimulasi Tumbuh Kembang Balita (Junaidi Khab)

Judul               : Perkembangan Balita: Deteksi Dini dan Stimulasi Tumbuh Kembang Balita

Penulis             : Hayatiningsih Purawandari dkk.

Penerbit           :Pustaka Pelajar

Cetakan           : I, April 2014

Tebal               : 107halaman

ISBN               : 978-602-229-327-9

Peresensi         : Junaidi Khab*

Balita atau masa perkembangan bayi merupakan kondisi yang rentan terjadi gejala penyakit yang sulit untuk ditemukan oleh para orang tua dan bahkan dokter. Kerentanan tersebut harus menjadi sebuah perhatian serius oleh para kaum ibu dan dokter yang profesional untuk mengetahui gejala-gejala dan tanda-tanda bahwa seorang balita berada dalam kondisi buruk atau baik. Kontorl perkembangan balita sangat berbeda dengan anak-anak atau remaja yang mengalami pertumbuhan.

Untuk mendeteksi perkembangan balita, membutuhkan strategi khusus agar memudahkan menemukan gejala baik atau buruk pada masa perkembangannya. Kepekaan seorang ibu atau dokter harus benar-benar tajam terhadap perkembangan balita yang masih membutuhkan banyak perhatian. Tanpa kepekaan yang kuat, kerentanan balita mudah sakit atau mudah terjangkit penyakit akan mengancam masa perkembangannya.

Maka dari itu, buku yang berjudul Perkembangan Balita: Deteksi Dini dan Stimulasi Tumbuh Kembang Balita ini akan menyajikan beberapa metode dan strategi serta tahapan dalam mengontrol masa perkembangan balita dengan baik. Ada kalanya balita sakit, namun orang tua atau dokter sulit untuk mendeteksinya, melalui buku ini, tingkat kesehatan balita akan mudah diketahui melalui metode dan strategi merawat balita agar tidak mudah sakit pada masa perkembangannya.

Namun, secara berkala buku ini akan menyajikan menganai deteksi balita dalam tiga tingkatan. Pertama, deteksi dini penyimpangan pertumbuhan, yaitu yang lebih mengarah pada status gizi atau identifikasi adanya makro/mikrosefali. Kedua, deteksi dini penyimpangan perkembangan, yaitu memfokuskan pada perkembangan gangguan daya lihat dan dengar. Ketiga, deteksi dini penyimpangan metnal emosional, yaitu yang lebih mengarah pada persoalan gangguan mental emosional, autisme, gangguang pemusatan perhatian, dan hiperaktivitas (hlm. 9).

Kita jangan sampai menganggap persoalan sepele dan enteng dalam menjaga dan mengontrol perkembangan balita. Jika salah atau lambat dalam mendeteksi perkembangan yang buruk, maka balita akan mengalami berbagai macam persoalan, mulai mudah sakit, fungsi organ tak maksimal, dan persoalan lainnya yang mengarah pada nilai cacat atau tak sehat.

Seiring perkembangan zaman yang makin lama makin tua dan makin maju, berbagai peralatan juga mengalai kemajuan dengan memanfaatkan sisi positif teknologi tersebut. Dalam hal ini di bidang kesehatan sudah banyak teknologi yang digunakan untuk keperluan mempermudah menemukan berbagai macam penyakit dan gejalas serta obatnya. Selain menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP), dalam mendeteksi tumbuh kembang bayi juga bisa menggunakan teknologi canggih yaitu sofrware dalam komputer, alat yang digunakan sebagai alat bantu skrining perkembangan anak (hlm. 56).

Kehadiran buku ini bukan hanya mengacu dan mengandalkan teori dan pengalaman alami, namun juga memanfaatkan teknologi sebagai salah satu bagian pendukung untuk mengontrol atau mendeteksi perkembangan anak atau balita. Dengan penggunaan software tersebut, berbagai gejala yang terjadi pada tumbuh kembang balita akan mudah diprediksi dan diketahui. Sebagaimana fungsi instrumen KPSP, maka luaran dari program software ini adalah keputusan tentang pertumbuhan dan perkembangan anak berupa kondisi normal, meragukan, atau menyimpang.

Berdasarkan pengalaman penulis dalam melakukan riset terkait tumbuh kembang anak, kelompok masyarakat di lingkungan rumah tangga yang dapat dilibatkan dalam aktivitas stimulasi tumbuh kembang balita adalah pembentukan komunitas peduli tumbuh kembang yang terdiri dari unsur kader kesehatan, ibu balita, ibu PKK, dan bidan pembina wilayah setempat (hm. 64).

Keterlibatan berbagai pihak dalam mendeteksi tumbuh kembang balita harus menjadi tolok ukur utama untuk tetap konsisten dan perhatian. Jika hanya seorang ibu balita yang memiliki insiatif dan kometmen untuk mendetekasi perkembagnan balitanya tanpa ada dukungan dan sokongan dari pihak lain seperti bidan, kader kesehatan, dan unsur lain, atau sebaliknya, maka sanagt sulit untuk mendeteksi perkembangan balita.

Buku ini menguraikan perkembangan balita, deteksi dini dan optimalisasi tumbuh kembang melalui aktivitas stimulasi dini, dalam bentuk bahasa yang sederhana dan mudah mudah untuk dipahami. Pada bagian bab pertama. Diuraikan konsep perkembangan pada balita. Pada bab kedua, dijelaskan deteksi dini tumbuh kembang pada balita. Dan pada bab ketiga dijelaskan berbagai aktivitas yang dapat dilakukan oleh orangtua untuk menstimulasi tumbuh kembang balita, dan terakhir bab keempat berisi kesimpulan.

* Peresensi adalah Pecinta Baca Buku dan Tercatat Sebagai Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya.

E-Mail                         : john_gapura@yahoo.com

Bisa dinikmati dan dibaca di: http://www.rimanews.com/read/20140707/160150/strategi-mengontrol-perkembangan-balita

2 Responses to Strategi Mengontrol Perkembangan Balita

  1. Selamat, Mas Khab. Resensinya banyak dimuat media. Saya gagal fokus mulu kala meresensi buku jadi sering tak layak muat. 😦

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: