Resep Menjadi Istri yang Shalehah

Wasathon: Jumat, 04 Juli 2014

Cover Menjadi Istri yang Melengkapi Kekurangan Suami (Junaidi Khab)

Cover Menjadi Istri yang Melengkapi Kekurangan Suami (Junaidi Khab)

Judul               : Menjadi Istri yang Melengkapi Kekurangan Suami

Penulis            : Rizem Aizid

Penerbit           :DIVA Press

Cetakan           : I, Maret 2014

Tebal               : 198Halaman

ISBN               : 978-602-255-498-1

Peresensi         : Junaidi Khab*

Hakikatnya, laki-laki (seorang suami) itu merupakan manusia yang tak jauh dari kekurangan. Karena sejak Adam diciptakan, ia merasa dirinya dalam kesendirian, merasa ada yang tak sempurna. Ia membutuhkan pendampaing. Maka dari itulah, Allah menciptakan Siti Hawa dari tulang rusuknya. Dengan kehadiran Hawa itulah, kehidupan Adam merasa lebih sempurna, meski pada hakikatnya Adam hidup dalam ketidaksempurnaan. Di sini, seorang istri memiliki peran bagi suaminya untuk saling melengkapi kebutuhan hidupnya. Seorang perempuan membutuhkan laki-laki dan laki-laki juga membutuhkan perempaun.

Begitulah matarantai kehidupan yang tak akan pernah putus dari gerigi mesin perputaran waktu. Tanpa perempuan, laki-laki tidak akan ada harganya. Kehadiran buku “Menjadi Istri yang Melengkapi Kekurangan Suami” karya Rizem Aizid ini akan mengantarkan kita (para istri) agar menjadi pendamping suami dengan penuh perhatian. Secara tidak langsung, uraian ini akan membentuk perempuan yang baik, mulia, dan sholehah, baik di sisi Tuhan maupun di hadapan umat manusia, khususnya di hadapan sang suami yang akan menjadi magnet kebahagiaan hidup.

Istri adalah keindahan, maka buatlah suami nyaman dan senang ketika berada di rumah. Menyenangkan suami merupakan salah satu kewajiban sebagai seorang istri. Oleh karena itu, jika seorang perempuan ingin menjadi istri yang sempurna dan menyempurnakan suaminya, maka harus menjadikan suaminya itu selalu nyaman, senang, dan betah berada di di dekatnya, umumnya di rumah (hlm. 51).

Tidak akan jauh dari perannya, perempuan sebagai sosok yang sering dianggap remeh dan tak berharga, di balik anggapan itu semua, perempuan hakikatnya lebih mulia dan lebih berharga dari seorang laki-laki. Tanpa kehadiran seorang perempuan, laki-laki tidak akan sempurna dalam menjalani kehidupannya. Begitu pula saat membina rumah tangga, sebagai seorang istri, perempuan harus mampu membahagiakan suaminya. Dengan kebahagiaan itulah, suami akan merasa terpanggil untuk terus menyayangi dan memberikan cinta-kasih serta perhatian sepenuh hati kepada istrinya.

Tidak Boros

Sebagaimana biasa dari tabiat seorang istri, yaitu mereka suka berbelanja (shopping). Kebiasaan semacam ini yang kadang bikin seorang suami pusing tujuh keliling. Tak jarang rumah tangga menjadi retak hanya karena sang istri selalu ingin belanja meski kebutuhan pokoknya sudah terpenuhi. Istri yang baik adalah istri yang mengerti keadaan dompet suami dalam menatap masa depannya. Selain itu, bersikap boros merupakan sifat yang tak terpuji, baik di sisi Tuhan maupun manusia.

Maka dari itu, seorang istri yang baik dianjurkan agar tidak memboros-boroskan harta kekayaan suaminya, meski sudah mendapat ijin. Dengan menjaga harta suami, dengan menghindari sifat boros itu sudah menjadi penyempurna kehidupan seorang suami, dan kesempurnaan bagi perempuan sebagai istri yang shalehah (hlm. 83).

Dalam al-Quran surah al-A’raaf ayat 31 Allah Swt. berfirman: “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesunggugnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”.

Bagi seorang istri, menjaga harta (milik suaminya) merupakan suatu kewajiban yang harus dikerjakan. Salah satu cara untuk menjaga harta suami yaitu dengan bersikap sederhana, tidak boros, dan tidak berbelanja melebihi kebutuhannya. Jika sudah demikian yang dilakukan oleh seorang istri, suami akan lebih bangga, penyayang, perhatian, penuh kasih dan cinta dalam setiap perilaku dan ucapannya. Dari sanalah suatu keharmonisan dan kebahagiaan rumah tangga akan tercipta. Istrilah yang berperan dan menjadi kunci itu semua.

Namun sangat disayangkan, buku ini seakan hanya mengatur kehidupan seorang istri yang harus terus menerus memenuhi kebutuhan seorang suami dan taat kepadanya, ada kecemburuan. Peran perempuan perlu sangat didahulukan, padahal tidak harus perempuan yang melakukan segalanya. Suami juga memiliki peran dan tugas bagi istrinya. Maka pembaca juga perlu mengimbanginya dengan membaca buku yang berjudul “Menjadi Suami yang Melengkapi Kekurangan Istri”, juga karya Rizem Aizid dengan penerbit yang sama pula. Dengan buku tersebut pulalah, keseimbangan antara peran seorang istri dan suami yang sama-sama saling menyempurnakan akan tersingkap dari tabir kecemburuan itu.

Tapi, buku ini layak layak diacungi jempol. Ulasannya patut dijadikan sebagai panduan untuk membina rumah tangga yang harmonis dan bahagia. Semua hal yang disajikan di dalam buku ini berkaitan dengan tips menjadi istri yang dapat menyempurnakan kekurangan suami. Dengan membaca buku ini, terlebih menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, akan membentuk sosok perempuan yang akan menjadi istri idaman, ideal, sempurna bagi suaminya (istri sholehah). Sehingga kehidupan sebuah rumah tangga dalam ikatan suami istri bisa berjalan harmoni dan penuh dengan kebahagiaan.

* Peresensi adalah Pecinta Baca Buku dan Tercatat sebagai Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya.

No. Rekening                : 00064-01-61-004983-4 Cabang BTN. a.n. JUNAIDI

E-Mail                        : john_gapura@yahoo.com

http://wasathon.com/resensi-/view/2014/07/04/-resensi-buku-resep-menjadi-istri-yang-shalehah

Advertisements

3 Responses to Resep Menjadi Istri yang Shalehah

  1. ridwan says:

    Di gramedia ada ga ya

    Liked by 1 person

    • junaidikhab says:

      Kurang paham, Gan. Stok itu sudah mendekati habis karena terbitan sedikit lama, kalau mau bisa pesan. Biasanya di Togamas ada, Gan. Tapi (lagi) kalau buku terbitan agak lama (buku itu) sudah dikeluarkan dari toko buku, kecuali buku bagus.

      Like

  2. Ridwan says:

    Di gramedia ada ga ya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: