Ramadan dan Uji Nyali Badan

RADAR SURABAYA ● SELASA, 1 JULI 2014

Oleh: Junaidi Khab*

JUNAIDI KHABBulan suci Ramadan kini sudah tiba yang kesekian kalinya. Warga Muhammadiyah memulai pada tanggal 28 Juni 2014 M. sebagai tanggal 1 Ramadan 1435 H. sementara warga NU memulai tanggal 29 sebagai awal bulan Ramadan. Hal tersebut bukan persoalan yang harus dilancipkan, hal urgen lainnya yaitu hakikat kita menjalankan puasa atau tidak.

Di bulan suci Ramadan ini, tenggorokan harus siap menahan penat dan haus. Begitu pula dengan perut, harus siap diuji menahan rasa lapar dan keroncongan yang akan melilit. Tak jauh dari itu, pikiran dan nafsu harus bisa dikontrol dari hal-hal yang negatif dan persoalan bejat lainnya. Itu baru berpuasa secara sempurna, lahir dan batin. Semua orang Islam yang sudah menginjak usia akil-baligh wajib melakukan puasa Ramadan, karena hal tersebut merupakan salah satu rukun Islam yang harus dilaksanakan.

Namun, di saat anak-anak kecil yang jauh dari usia akil-baligh sudah dilatih untuk melakukan puasa Ramadan, ada pula orang dewasa yang mangaku beragama Islam, namun tak berpuasa sama sekali. Setiap hari bersantai ria menikmati makanan, minuman, dan rokok baik ada yang terang-terangan maupun yang secara sembunyi-sembunyi. Bagi mereka yang tak berpuasa, ada rasa jago karena dirinya tak berpuasa dan berani menampakkan di depan publik, biasanya begitu ketika didengarkan dari bahasa dan kata-katanya saat ditanya alasan dirinya tak berpuasa padahal sudah pada usia tua dan tubuhnya cukup kekar dan kuat.

Fenomena tersebut banyak terjadi di lingkungan perkotaan dengan alasan mereka pekerja berat yang tak mampu berkeja jika sambil berpuasa. Ada pula dengan alasan lain tentunya. Sampel di perkotaan itu hanya sebagian contoh kecil saja, di desa-desa dan daerah lain ada pula yang tak melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim.

Kejadian ini sungguh berbalik 160 derajat dengan fenomena yang ada. Mereka di sisi lain ingin memiliki generasi (anaknya) mampu menjalankan syariat Islam sebagai agamanya, namun dirinya tak mampu menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya. Anak-anak yang dituntut dan diajari untuk menahan lapar dan haus, dan bahkan ada yang sampai meninggal dunia, tapi orang tuanya sendiri tak melakukan puasa sebagai syarat keabsahan agamanya.

Pada bulan suci Ramadan ini, orang tua yang sudah dewasa seharusnya memiliki rasa malu yang tinggi terhadap dirinya sendiri dan Tuhannya jika tidak melaksanakan ibadah puasa selama sebulan penuh, sementara anak-anaknya dituntut untuk melaksanakannya. Tubuh yang besar, fisik yang gagah dan kekar, otot yang kuat, dan penampilan yang serba gaya dan keren jangan sampai dikalahkan oleh sepiring nasi dan segelas air. Lihatlah anak-anak kecil yang sedari kecil sudah diajari berpuasa oleh orang tuanya, tubuhnya kecil, usianya belum akil-baligh, tapi mereka mau mempelajari rukun wajib agama ayah dan ibunya yang akan menjadi agamanya sendiri kelak.

Kini saatnya bulan Ramadan harus menjadi uji nyali badan untuk melaksanakan ibadah puasa. Orang dewasa yang beragama Islam dengan badan gagah, wajah sangar, otot kekar, dan tampak keren jangan sampai kalah dengan anak kecil yang sudah berani menahan haus dan lapar di bulan suci ini. Mari kita tanamkan semangat berpuasa pada generasi muda bangsa Indonesia dengan berpartisipasi melaksanakan ibadah puasa Ramadan dengan penuh keikhlasan, dan jika tak mau melaksanakannya kita harus malu pada badan yang gagah ini sebagai orang yang dewasa yang sepatutnya berpuasa.

Semoga Ramadan 1435 H. yang bertepatan dengan Pikpres 9 Juli 2014 M. ini menjadi lebih berkah dari bulan Ramadan-Ramadan tahun sebelumnya. Dan selamat melaksanakan ibadah puasa, semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah Swt. Amin!

* Penulis Bergiat di Komunitas Sastra UIN Sunan Ampel, Surabaya.

E-Mail                         : john_gapura@yahoo.com

Bisa dibaca lebih lanjut d: RADAR SURABAYA ● SELASA, 1 JULI 2014 Ramadan dan Uji Nyali Badan oleh Junaidi Khab

CATATAN: Tulisan di koran dengan yang asli di blog ini ada sedikit perbedaan, karena ada beberapa yang di-edit oleh pihak redaksi. Untuk yang blog ini, tulisan asli yang dikirim ke Radar Surabaya. Semoga bermanfaat. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: