Mengawali Puasa bulan Ramadan

Duta Masyarakat: Sabtu, 28 Juni 2014

Oleh: Junaidi Khab*

JUNAIDI KHABRasa penat dan haus akan mulai merong-rong tenggorokan umat muslim sedunia. Perasaan lapar dan keroncongan akan melanda perut seluruh umat islam di belahan bumi. Ramadan kini tiba lagi dengan penuh berkah dan kenikmatan di balik itu semua, memang begitu sejak dahulu kala. Rasa penat, haus, lapar, dan keroncongan itu kenyataan yang akan dialami oleh umat islam yang berpuasa, menahan lapar haus, dan lebih-lebih keinginan mengikuti hawa nafsu.

Mengawali puasa bulan Ramadan sejak teknologi dan ilmu pengetahuan semakin canggih, makin runcing perbedaan awal mula dan juga berakhirnya. Utamanya di kalangan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Dua kubu ini selalu tidak akur dalam penentuan awal dan akhir bulan Ramadan. Hal ini cukup mengherankan di tengah kecanggihan teknologi yang dihasilkan dari ilmu pengetahuan masih terjadi perbedaan pendapat. Memang ada usaha untuk penyatuan dua kelompok tersebut. Tapi tak membuahkan hasil.

Ada satu patokan yang selalu digunakan oleh kelompok Muhammadiyah dalam menentukan awal dan akhir bulan Ramadan, yaitu menggunakan sistema hisab (hitungan) dari bulan-bulan sebelumnya. Secara resmi warga Muhammadiyah berdasarkan hisab akan melangsungkan puasa Ramadan pada 28 Juli 2014 M. Karena pada saat itu berdasarkan hitungan dari bulan-bulan sebelumnya, tanggal 1 Ramadan tiba tepat 28 Juli 2014 M tersebut.

Berbeda dengan warga NU yang lebih mengutamakan sistem rukyat – melihat bulan secara langsung – pada awal atau akhir bulan Ramadan. Hal ini membutuhkan berbagai fasilitas canggih untuk memastikan hilal (bulan) tanggal 1 Ramadan. Warga NU dalam hal ini masih mengalami kebingungan, karena belum tentu bulan terlihat, mungkin karena mendung atau alasan lain yang menghalangi penglihatan. Selain itu, warga NU untuk menunaikan ibadah puasa bulan Ramadan masih memercayakan pada komando dari kementerian agama RI, alias warga tidak melihat secara langsung.Mengawali Puasa bulan Ramadan

Jika awal bulan Ramadan warga Muhammadiyah sudah ditentukan dan sudah pasti pada tanggal 28 Juli 2014 M nanti, maka warga NU untuk kepastian tanggal 1 Ramadan 1435 H. masih belum pasti karena menunggu bulan sabit nampak nanti. Itu pun masih menunggu sidang muktamar dari kementerian agama RI. Tetapi hal ini tidak menjadikan suatu keresahan bagi warga NU, karena mereka lebih yakin pada kementerian agama RI, karena pemerintah menggunakan teknologi yang lebih terjamin kelogisannya untuk menentukan awal bulan Ramadan.

Merujuk pada Hadis

Dalam menentukan awal bulan Ramadan, warga NU juga warga Muhammadiyah merujuk pada suatu hadis yang disabdakan oleh nabi Muhammad Saw. Namun dalam pemahaman dan pengaplikasian makna yang terkandung dalam riwayat hadis tentang bulan Ramadan mengalami perbedaan. Warga Muhammadiyah lebih cenderung secara langsung pada sistem hisab, sementara warga NU lebih pada rukyat. Akan tetapi, dalam warga NU, jika rukyat belum berhasil, maka puasa harus sempurna tiga puluh hari sesuai dengan rentetan sabda nabi Muhammad Saw. yang diriwayatkan oleh para sahabatnya.

Ada tiga hadis yang menjadi rujukan umat Islam, utamanya warga NU. Pertama, “Jangan kalian berpuasa sampai kalian melihat hilal, dan jangan berbuka sampai melihatnya lagi. Jika bulan tersebut tertutup awan, maka sempurnakan bulan tersebut sampai tiga puluh hari” (HR. Muslim). Kedua, “Berpuasalah karena kalian melihat bulan, dan berbukalah ketika kalian melihat bulan” (HR. Bukhari dan Muslim). Ketiga, “Jika kalian melihat hilal (Ramadan), maka berpuasalah, dan jika kalian melihat hilal (Syawal), maka berbukalah” (HR. Muslim).

Seperti yang dikatakan oleh Ahmad Zaini (2011) bahwa masing-masing memiliki alasan dan sumber hukum yang jelas. Namun hadis-hadis di atas menunjukkan bahwa cara menentukan awal bulan Ramadan adalah dengan melihat bulan secara langsung. Jika bulan tersebut terhalang oleh awan, hendaknya disempurnakan bilangan bulang hingga tiga puluh hari. Inilah maksud dari dalam hadis-hadis tersebut setelah menjamak beberapa riwayat yang ada.

Lebih lanjut Zaini menjelaskan bahwa untuk mengurangi perpecahan yang terjadi di kalangan umat Islam dalam menyikapi perbedaan cara menentukan awal bulan tersebur, para ulama menfatwakan bahwa sebaiknya umat Islam dianjurkan mengikuti awal bulan Ramadan dan Syawal yang telah ditentukan oleh pemerintah dalam negara masing-masing. Untuk negara Indonesia umapanya, hendaknya seluruh rakyat mengikuti apa yang telah diputuskan pemerintah dalam hal ini departemen agama. Itu semua demi maslahat persatuan umat Islam di Indonesia. Hal ini sangat tepat sekali daripada terjadi perpecahan, lebih baik kita mematuhi pemimpin demi persatuan umat Islam.

Maka dari itu, perseteruan antara warga NU dan Muhammadiyah dalam hal perbedaan penentuan awal bulan Ramadan dan awal bulan Syawal harus segera diakhiri. Jika memang tidak berkomitmen mengakhiri, biarlah mereka yang yakin cukup meyakini tanpa menyalahkan warga yang lainnya. Kita semua masing-masing memiliki dalil yang bisa dijadikan rujukan. Tapi, untuk kalangan Muhammadiyah dalil-dalilnya tentang hisab belum kita ketahui secara jelas. Namun demikian, satu alasan pasti NU tidak memilih hisab, selain sudah ada dalil rukyat, juga sebagaimana kita ketahui bahwa hitungan hari dalam satu bulan tidak tentu sama semua, bisa jadi 28, 29, 30 hari. Mari kita galang persatuan dan persaudaraan sesam uma Islam di dunia dan khususnya di nusanatara ini. Semoga bulan Ramadan 1435 H. ini membawa berkah bagi kita semua! Amin.

* Penulis adalah Wakil Direktur Gerakan UIN Sunan Ampel Menulis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

E-Mail                         : john_gapura@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: