Membudayakan Jabat Tangan

Oleh: Junaidi Khab*

Junaidi Khab - Berjalan di Atas Rel Kereta Api Usai Insiden Tabrakan KA vs Tronton (Rabu, 11 Juni 2014) di Jl. A. Yani Surabaya

Junaidi Khab – Berjalan di Atas Rel Kereta Api Usai Insiden Tabrakan KA vs Tronton (Rabu, 11 Juni 2014) di Jl. A. Yani Surabaya

Berjabat tangan sudah menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat yang sangat melekat. Mungkin kita tidak terlalu perlu memikirkan panjang-panjang. Tetapi tidak bagi orang yang sedang berjabat tangan dengan kita sikap dalam berjabat tangan menampìlkan sebagian besar kesan seseorang. Ingatkah kita bagaìmana kesalnya bila berjabat tangan dengan orang yang memberi jabatan yang amat lemah atau sebaliknya terlalu keras bersemangat? Jangan sampai dikatagorikan sebagai orang yang tidak mengesankan saat berjabat tangan.

Penemuan yang tidak disengaja oleh saya pribadi saat berjabat tangan kadang kurang memberikan semangat penuh. Dari sinilah kita akan sedikit enggan untuk berjabat tangan dengan teman, tamu, dan orang yang mengulurkan tangan untuk berjabat tangan. Sepantasnya dalam berjabat tangan itu harus ada semacam motivasi yang bisa menumbuhkan saling keterikatan dan persaudaraan yang erat.

Di daerah Jawa khususnya daerah perkotaan seperti Surabaya cara berjabat tangan kurang begitu memberikan kesan dan motivasi baru. Kadang dari mereka hanya berjabat spontanitas tangan saja. Hal ini seakan-akan jabat tangan hanya terpaksa untuk dilakukan. Padahal jabat tangan identik dengan keakraban dan jalinan persaudaraan yang kuat. Sehingga perlu ada perubahan cara berjabat tangan yang baik bila kita berjumpa dengan sesama terutama ketika selesai solat.

Perlu disadari bersama, berjabat tangan itu mudah. Namun, di balik kemudahan kadang itu juga mendatangkan rasa bahagia dan juga rasa tidak nyaman kepada perasaan kita masing-masing. Karena kita sesama manusia tidak memiliki perasaan yang sama. Kadang orang lain bahagia karena kejadian atau peristiwa tertentu. Kita pun begitu akan merasakan hal berbeda dengan perasaan orang lain. Jadi kita harus tahu bagaimana menjaga perasaan orang lain agar bisa saling tidak bersinggungan, khususnya dalam berjabat tangan.

Dalam buku Hayati Tumbuh Subur (2011) disebutkan beberapa cara dan metode dalam berjabat tangan agar tidak menimbulkan perasaan yang tidak enak antara kedua belah pihak yang berjabat tangan. Itu merupakan hal yang perlu kita jadikan bahan stimulasi baru ketika berjabat tangan agar jabat tangan yang kita lakukan mendatangkan semangat baru bagi lawan jabat tangan dan khususnya bagi kita sendiri.

Pertama, tataplah mata lawan bicara saat berjabat tangan degannya. Tidak ada yang lebih mengacuhkan selain jabat tangan tanpa tatapan mata, ini menunjukkan rasa tidak hormat atau tidak tertarik, dengan menatap lawan bicara saat berjabat tangan anda seakan menumbuhkam keyakìnan dan kepercyaan diri.

Kedua, berjabat tanganlah dari telapak ke telapak. Jangan berjabat tangan dengan mempertmukan jari ke jari atau telapak tangan dengan jari. Berjabat tangan dari telapak ke telapak akan memberikan perasaan bersahabat dan tidak meninggalkan perasaan yang tidak nyaman atau tersakiti.

Ketiga, jangan terlalu akrab. Beberapa orang bertindak berlebihan dengan menarik tangan lawan secara keras mengayunkan ke atas ke bawah, jabat tangan semacam ini sama dengan “mulut besar”. Bersikaplah percya diri, tapi jangan buat orang laìn kesal.

Keempat, sadarlah akan keterbatasan fisik seseorang. Orang jompo, cacat, atau penderita arthitis mungkin memiliki tulang yang lemah dan keterbatasan gerak, melukai seseorang dalam berjabat tangan mungkìn justru menutup pintu hubungan yang baik.

Kelima, ingatlah untuk menciptakan jabat tangan yang bermakna. Jika kita berjabat tangan lalu dengan segera menarik tangan dan melanjutkan pembicaraan seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Maka orang akan menganggapnya sebagai jabat tangan yang tidak berarti dan tidak tulus. Berikan pada lawan kita beberapa saat untuk menunjukkan perhatian kita melalui kontak mata atau pembicaraan sebelum kita menarik tangan. Mereka akan merasa bahwa mereka sedang bertemu dengan orang yang layak.

Dalam suatu hadits, nabi Muhammad Saw. bersabda “Tidaklah dua orang muslim saling bertemu kemudian berjabat tangan, kecuali akan diampuni (dosa-dosa) mereka berdua sebelum mereka berpisah”. Hadits ini menunjukkan bahwa berjabat tangan sangat dianjurkan ketika bertemu, bahkan dijamin dosa-dosa yang telah kita perbuat akan diampuni.

Dari hadits ini pula Islam menganjurkan kepada kita untuk berjabat tangan. Berjabat tangan merupakan salah satu cara kita menerapkan sikap yang ramah dan kesekawanan. Dalam melakukan jabat tangan kita dituntut untuk memberikan sebuah rasa yang bisa untuk terus bersemangat dalam persaudaraan. Namun bukan hanya ketika berjumpa kita berjabat tangan, begitu pula setelah melakukan solat sangat dianjurkan. Akan tetapi dengan cara-cara yang bisa memberikan motivasi baru dalam persaudaraan.

Mungkin metode yang dipaparkan di atas akan menjadi sebuah sarana baru dalam menjalin persaudaraan yang seiman dan seagama hingga lintas agama serta dunia perpolitikan yang sehat. Sehingga berbagai cara harus kita pelajari dan kemudian kita terapkan agar segala yang kita lakukan membawa sebuah keberkahan dan semangat baru. Teori merupakan perkara yang urgen, namun teori tanpa ada penerapan sama saja dengan bicara yang tidak ada gunanya. Melihat hal demikian, beberapa teori harus kita aplikasikan agar memberikan sebuah efek yang baik, lebih-lebih teori tentang berjabat tangan yang merupakan landasan utama dalam menjalin persaudaraan.

Surabaya, 24 Oktober 2012

* Penulis Muda UIN Sunan Ampel Surabaya Asal Sumenep Madura.

E-Mail                        : john_gapura@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: