Rahasia Umum di Balik Menutup Aurat

Era Madina: Selasa, 10 Juni 14

Cover Nutup Aurat, Dong! Hari Gini Masih Doyan Buka-bukaan aja (Junaidi Khab)

Cover Nutup Aurat, Dong! Hari Gini Masih Doyan Buka-bukaan aja (Junaidi Khab)

Judul               : Nutup Aurat, Dong! Hari Gini Masih Doyan Buka-bukan Aja?

Penulis            : Nurlaela Isnwati

Penerbit           :Saufa (DIVA Press)

Cetakan           : I, Mei 2014

Tebal               : 240Halaman

ISBN               : 978-602-255-540-7

Peresensi         : Junaidi Khab*

Pada zaman jahiliyah, yaitu pada zaman sebelum agama Islam datang ke muka bumi ini, manusia berada pada kebejatan moral. Moral pada masa itu tidak diperhatikan sama sekali. Apalagi mengenai persoalan aurat perempuan. Pada saat itu, perempuan tidak memiliki harga apa-apa, mereka tidak memiliki hak dan kekuatan apapun. Perempuan hanyalah budak yang tidak memiliki harkat, mertabat, dan harga diri. Mereka dijadikan alat pemuas nafsu belaka oleh kaum laki-laki.

Namun, setelah agama Islam datang yang dibawa oleh nabi Muhammad Saw., derajat kaum perempuan mulai memiliki posisi. Derajat, harkat, dan martabanya mulai terangkat. Tak ada aturan yang dibawa oleh agama Islam, kecuali hanya untuk memperbaiki akhlak kaum jahiliyah tempo dulu dan kini serta untuk kebaikan umat manusia di seluruh muka dunia ini. Kaum perempuan diperintahkan untuk menutup seluruh auratnya, agar mereka bisa melindungi diri serta harkat dan martabatnya bisa dijaga dan dilindungi dari godaan kaum Adam.

Namun, menutup aurat bukanlah hal yang mudah jika kesadaran untuk menutup tidak menjadi bagian dari hasrat untuk menjaga harkat dan maartabat kaum perempuan itu sendiri. Kehadiran buku yang berjudul Nutup Aurat, Dong! Hari Gini Masih Doyan Buka-bukaan Aja! karya Nurlaeli Isnwati akan menyodorkan seabrek motivasi agar para perempuan menyadari betapa pentingnya mengenakan hijab atau menutup auratnya.

Jika sebelumnya kaum wanita dinilai tidak memiliki secuil harga, maka saat Islam datang, mereka seperti menemukan harkat dan martabat yang sepatutnya dimiliki sejak lama. Islam memandang pria dan wanita dengan derajat yang sama di hadapan Tuhan. Islam tidak membedakan manusia berdasarkan jenis kelamin, melainkan kualitas ketakwaannya. Islam datang ke muka bumi ini hanya untuk memperbaiki yang ada, yaitu akhlak yang bejat dan hina agar menjadi lebih baik dan mulia (hlm. 12).

Semula banyak yang mengira bahwa menutup aurat adalah bentuk penindasan Islam terhadap kaum perempuan. Tetapi setelah dikaji lebih mendalam, justru membiarkan aurat terbuka itulah yang memungkinkan dan cenderung terjadinya penindasan terhadap kaum perempuan.

Mencegah Pelecehan Seksual

Akhir-akhir ini media marak memberitakan tentang kasus pelecehan sekusual terhadap kaum perempuan, baik kepada anak-anak atau wanita dewasa. Semuanya telah menjadi sasaran pelecehan seksual. Setelah dilirik lebih tajam, ternyata pelecehan seksual diakibatkan karena kaum perempuan suka mengumbar auratnya di muka umum, sehingga memancing nafsu hewan kaum lelaki. Setidaknya, jika disadari kaum perempuan mau menutup auratnya dengan menggunakan hijab sebagaimana mestinya, pelecehan seksual bisa ditolerir, diantisipasi, dan dicegah agar tidak marak terjadi.

Disadari atau tidak, menutup aurat bagi kaum perempuan bukan menjadikan hidupnya tidak bebas. Namun, ada alasan tertentu yang perlu diketahui oleh para wanita dan juga laki-laki agar saling bisa memahami satu sama lainnya. Perempuan menutup aurat dengan tujuan untuk menjaga dirinya dari godaan para lelaki hidung belang hingga terjadi pelesehan sekusal terhadap perempuan. Perempuan diperintah menutup aurat juga karena kemuliaannya itu tidak disia-siakan begitu saja dan diberikan secara gratis kepada kaum lelaki.

Setidaknya, dengan menutup aurat, kaum perempuan berusaha untuk menghindarkan diri dari kemaksiatan dan dosa-dosa berkepanjangan, yang semuanya dapat terjadi selama kaum perempuan masih membiarkan auratnya terbuka dengan sebebas-bebasnya (hlm. 107).

Sangat tepat sekali buku ini menyajikan perihal menutup aurat bagi kaum perempuan. Bukan bermaksud untuk mengekang perempuan melakukan aktivitas sehari-hari. Nilai mulia menutup aurat sangat jelas sekali. Selain akan menghindarkan perempuan dari dosa dan maksiat karena melanggar perintah Tuhan, juga akan menjadi salah satu anitisipasi pencegahan seksual. Meski pelecehan seksual juga terjadi kepada mereka yang menutup aurat, namun yang lebih rentan mendapat pelecehan seksual mereka yang suka mengumbar auratnya.

Buku kecil unik, menarik, dan penuh simpatik ini akan mengajak kita semua, dan utamnya kaum perempuan agar menutup auratnya sebaik mungkin guna menjaga harakat dan maratabatnya baik di lingkungan sosial maupun di hadapan Allah Swt. Di dalamnya diulas dalam bentuk karya yang unik dan menarik tentang hakikat kaum perempuan dan kemuliaannya sehingga mereka diperintahkan mengenakan hijab sebagaimana mestinya agar aurat mereka terjaga dan tak digoda oleh orang lain. Selain itu juga disajikan tentang hal-hal yang mesti dilakukan dan dijauhi oleh kaum wanita. Serta disuguhkan kisah-kisah inspiratif tentang wanita yang mengenakan hijab untuk menutup auratnya setelah menemukan pancaran sinar tentang keagungan menutup aurat.

* Peresensi adalah Pecinta Baca Buku dan Tercatat sebagai Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya.

E-Mail                        : john_gapura@yahoo.com

Bisa dibaca di: http://eramadina.com/rahasia-umum-di-balik-menutup-aurat/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: