Perjuangan dalam Menggapai Cinta

Rima News: Sabut, 07 Juni 2014

Cover Menanti Cinta (Junaidi Khab)

Cover Menanti Cinta (Junaidi Khab)

Judul               : Menanti Cinta

Penulis             : Adam Aksara

Penerbit           :Mozaik Indie Publisher

Cetakan           : I, Februari 2014

Tebal               : viii + 221hlm; 13 x 19 cm

ISBN               : 978-602-14972-3-4

Peresensi         : Junaidi Khab*

Ada banyak ungkapan tentang cinta. Nadi-nadi cinta tak pernah pupus dalam lembaran-lembaran kehidupan ini. Mereka sepakat bahwa cinta itu anugerah. Ada pula yang mengagungkan cinta itu berkah. Di lain dinding kehidupan, mereka menyebut cinta tak pernah membebani, ia meringankan yang memilikinya. Namun tak kalah sengit dan romantis, mereka menyebut cinta sebagai penjara suci.

Keberhasilan Adam Aksara dalam melukiskan arti cinta dari sisi yang berbeda, mampu menarik, membahagiakan, menginspirasi, dan mengiris hati kita melalui karya nyata yang difiksikan dalam buku Menanti Cinta ini. Dari sisi yang berbeda, cinta dimaknai sebuah penghargaan, pengharapan, dan pembebasan dengan menunggu sebuah kebahagiaan yang berakhir dengan kematian. Cinta menjadi segalanya, hingga ajal menjemputnya.

Sosok Alex yang lumpuh kedua kakinya akibat penyakit polio yang diderita beberapa tahun setelah kelahirannya, ternyata mampu menjadikan hidupnya kreatif dan produktif. Sehingga dirinya mendapat gelar profesor pada umur 20 tahun berkat penemuan-penemuan produk inovatifnya melalui bahan kimia yang ia sukai.

Awal mula, produknya dibagi-bagikan oleh saudaranya sendiri – Arif dan Gede – kepada para tetangga sekitar. Pada akhirnya, banyak pemesanan produk Alex yang aman dan nyaman dari bahan kimia tersebut, yang terdiri dari sabun cuci, sabun mandi, dan produk-produk bahan kimia lainnya.

Suatu ketika, Arif dan Gede menyarankan untuk membangun perusahaan bahan kimia. Berkat dukungan kakeknya yang berada di luar negeri, maka dua perusahaan raksasa pun terbangun yang masing-masing dipimpin oleh Arif dan Gede. Setelah dua perusahaan maju dengan melesat, Alex mendapat tawaran menjadi dosen di salah satu universitas di kota kecilnya, di sana ia bertemu dengan sosok Claire (hlm. 29).

Clair merupakan sosok gadis berparas sedang, kulit putih, dan penampilan sederhana. Ia lahir di lingkungan prostitusi. Karena dirinya seorang perempuan, ia ditelantarkan oleh ibunya yang seorang pelacur. Claire tak punya ayah. Ia lahir sebagai anak haram, namun tetap suci. Ia dirawat oleh dokter sukarelawan dari Prancis, yang kebetulan membantu proses kelahirannya di lokalisasi pelacuran itu. Ia hidup dengan seorang perempuan pemabuk, ayah tiri yang kadang ingin menggagahinya, dan seorang adik tiri perempuan, Ayu.

Hidup Bersama

Pertemuannya dengan Alex, memberikan dirinya sebuah cahaya kehidupan baru. Selama ia masih duduk di bangku sekolah, hidupnya kelam dan gelap penuh dengan duri-duri di hadapannya. Ia baru mendapat kebahagiaan, pada saat perkenalannya dengan Alex. Itu pun kembang-kempis tak karuan.

Pada akhrinya, mereka hidup bersama, dan berada di dalam satu rumah. Claire menjadi pembantu di rumah Alex. Itu pun atas skenario Alex yang pura-pura menawarkan pekerjaan untuk teman-temanya. Di sana, bintik-bintik cinta sudah mulai terbangun. Namun, tak pernah sampai. Hingga suatu ketika, pada saat kelulusan Claire dari universitas, cinta itu baru tumbuh dan mekar. Tapi, Claire dipertemukan dengan dokter dari Prancis yang membantu proses kelahiran di masa silam dan merawat membesarkannya, hingga berumur tiga tahun.

Dilema dalam hati Claire berkecamuk, antara ke Prancis bertemu dengan ibu asuhnya dan menjadi dokter sukarelawan di sana, atau menikah dengan Alex. Tapi ia memutuskan untuk menikah. Namun, Alex menodong dirinya agar berangkat ke Prancis. Ia pun berangkat. Setelah, beberapa tahun, saat mendekati masa kepulangannya, Alex mengalami tragedi kecelakaan, tabung gas bahan kimia bocor pada saat mengikuti proyek pemerintah untuk membuat obat penangkal bahan kimia. Proyek itu merupakan sebuah pembuatan dan pencegahan senjata kimia massal sebagai salah satu langkah pertahanan negara terhadap kemungkinan bahaya senjata kimia massal oleh negara lain (hlm. 198).

Alex pun meninggal dalam tragedi tersebut, dengan cincin ikatan yang dipasang saat keberangkatan Claire ke luar negeri terlepas dari jarinya. Ia menanti cinta dan kebahagiaan datang, hingga akhirnya ia meninggal dalam penantian. Setelah Claire datang dari luar negeri. Hatinya runtuh begitu saja, Alex telah tiada. Hingga ia mengakhiri hidupnya dengan meminum obat beracun. Ia meninggal tampak begitu bahagia. Ia berpesan agar jasadnya dibakar, dan abunya ditabur di atas kuburan Alex.

Sayangnya, penulis dalam buku ini hanya dikemudikan oleh sebuah kisah nyata yang ia fiksikan. Sehingga, pembaca tidak akan menemukan sebuah kebahagiaan yang dijanjikan oleh cinta dalam buku ini. Setidaknya, pembaca akan kecewa, karena tokoh dalam novel ini semuanya meninggal sebelum mereka bersatu untuk menjemput kebahagiaan itu. Meski alasannya demi cinta, sudah dapat ditebak, jika tokoh utama yang meninggal, maka pembaca akan kecewa.

Sederet kisah dalam buku ini sengaja dihadirkan, untuk mengerti tentang makna cinta dari sisi yang berbeda, yaitu dalam penantian yang akhirnya membawa dua insan pada sebuah kematian. Janji cinta yang akan memberikan kebahagiaan, ternyata jalannya berbeda. Ia memberikan sebuah anugerah bahagia, tapi melalui sebuah kematian. Nikmati kisahnya, dan selamat membaca!

* Peresensi adalah Pecinta Baca Buku dan Tercatat Sebagai Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya.

E-Mail                         : john_gapura@yahoo.com

Facebook/Twitter        : Junaidi Khab (john_khab@yahoo.com)

Bisa dibaca di: http://www.rimanews.com/read/20140607/154982/perjuangan-dalam-menggapai-cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: