Hal Sepele yang Perlu Diperhatikan

Rima News: Rabu, 18 Juni 2014

Cover Sweet no Things A Book about Nothing #4 (Junaidi Khab)

Cover Sweet no Things A Book about Nothing #4 (Junaidi Khab)

Judul               : Sweet no Things A Book about Nothing #4

Penulis             : Wimar Witoelar

Penerbit           :Bentang

Cetakan           : I, Maret 2014

Tebal               : x + 198 hlm.; 20,5 cm

ISBN               : 978-602-291-029-9

Peresensi         : Junaidi Khab*

Kehidupan ini merupakan rona perjalanan yang memiliki banyak warna-warni yang selalu menghiasinya. Ada banyak hal yang perlu kita perhatikan dalam meniti kehidupan di dunia ini. Bukan hanya hal yang secara kasat mata memiliki dampak dan pengaruh besar yang perlu kita perhatikan. Namun juga hal-hal kecil dan sepele harus kita perhatikan secara jeli dan kritis. Karena hal besar yang memiliki pengaruh dan dampak besar itu berangkat dari hal sepele yang tidak kita rasakan. Hal sepele jika tidak kita perhatikan secara jeli dan kritis dampaknya sebenarnya juga besar bagi perjalanan kehidupan kita di dunia ini.

Wimar Witoelar melalui karyanya yang sederhana ini akan merefleksikan diri kita agar memandang segala sesuatu yang tampak biasa-biasa saja dan sepele sangat berharga dan penuh makna. Melalui hal-hal yang tampak sederhana ini, Wimar dengan kajian yang berupa ulasan berpikir kritis dan jernih terhadap segala sesuatu akan membawa kita pada puncak kesadaran bahwa hal yang tampak sepele hakikatnya membawa dampak dan pengaruh besar bagi kehidupan umat manusia. Sehingga, kita akan sadar dan tak akan menyepelekan hal-hal yang tampak sederhana dan biasa-biasa saja. Dengan berpikir terbalik ini, hal sederhana dan sepele akan menjadi sesuatu berharga yang dinantikan oleh umat manusia.

Umpamanya, kita menertawakan orang yang bingung untuk menyeberang jalan ramai atau tidak tahu cara belanja di toko swalayan. Padahal yang diperlukan bukan memarahi, mencela, maupun menertawakan, melainkan membimbing atau paling sedikit memberi simpati. Bukan hanya itu, kesomobongan anak gaul dianggap wajar, sedangkan keluguan orang desa dianggap kampungan (hlm. 12-13).

Memang fenomena demikian secara kasat mata tampak biasa-biasa saja dan sangat sepele. Namun, bagi perkembangan atau psikologi orang yang mengalaminya sangat terganggu. Padahal jika kita mau memandang orang yang bingung di swalayan dan orang desa yang lugu sebagai bentuk konstruksi membanung bangsa, maka umat manusia akan mengalami kemajuan yang cepat. Mencerdaskan umat manusia bukan hanya melalui pendidikan formal di kelas-kelas. Namun, dengan membimbing mereka yang tidak tahu menjadi tahu, serta mengarahkan yang tak patut menjadi tepat dan patut.

Sangat tepat sekali jika Wimar melalui gagasan dan ulasan dalam buku ini menyatakan gugatan dan kritikan bagi diri kita sendiri agar tidak sombong dan membanggakan diri yang hanya menenggelamkan bangsa dan diri kita sendiri nantinya. Suatu karya kritik sosial ini akan menyibak lebih dalam kecerobohan pemimpin negeri ini. Ada banyak hal sepele yang sangat merugikan bangsa Indonesia.

Misalkan saja, persoalan studi banding yang dilakukan oleh DPR dan DPRD ke luar negeri. Jika kita lihat dari studi banding tersebut, tak ada hasil nyata dari program terebut. Buktinya saja persoalan toilet umum di dalam negeri ini sangat kotor dan jorok. Padahal jika para DPR dan DPRD benar-benar melakukan studi banding, setidaknya juga memerhatikan tatakelola kota dan pemerintahan. Di luara negeri jarang sekali menemukan toilet kotor. Mengotori sarana umum saja kena pidana dan denda yang tidak ringan (hlm. 187).

Andaikan anggaran yang digunakan untuk stdui banding tersebut digunakan untuk memperbaiki kamar kecil dan toilet di kota besar dan kota-kota lainnya sangat mencukupi. Persoalan kamar kecil dan toilet memang tampak sangat sederhana, namun jika kotor dan jorok, penyakit akan mudah merembah dalam kehidupan masyarakat. Ironis sekali, DPR melakukan studi banding, namun tak ada laporan perbaikan dari hasil studi banding ke luar negeri tersebut.

Wimar memang mau membawa kita pada dunia kritis dalam melihat segala sesuatu, namun dia tak mampu membawa teori dan penguat terhadap karyanya ini. Kajian kritis ini hanya berupa tutur biasa yang dilogiskan melalu nalar berpikir kreatif dan kritis. Semua ide dan gagasannya tanpa rujukan dan referensi yang jelas dan valid. Namun, dengan saksama kajiannya tak menciutkan semangat kita untuk terus melihat segala sesuatu secara kreatif dan kritis melalui bahasa yang ringan dan gamblang, sehingga pembaca tidak kesulitan dalam memahami logika kritisnya.

Kehadiran buku ini merupakan sebagai bentuk renovasi kehidupan yang selalu meremehkan hal-hal sepele dan sederhana namun memiliki dampak dan pengaruh besar bagi keberlangsungan hidup. Ada banyak hal sepele di luar buku ini yang perlu kita perhatikan dengan pandangan kreatif dan pikiran kritis. Nilai-nilai dan ide kritis di dalam buku ini akan membukakan mata hati dan pikiran cerdas yang selama ini membeku akibat racun-racun kesombongan dan kecongkakan. Sejatinya, buku ini akan mengajak kita untuk memandang segala sesuatu dari sisi yang lebih strategis, sehingga mengahasilkan hal yang sangat dinantikan oleh kehidupan masyarakat dunia, utamanya Indonesia.

* Peresensi adalah Pecinta Baca Buku dan Tercatat Sebagai Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya.

E-Mail                         : john_gapura@yahoo.com

Bisa dibaca di: http://www.rimanews.com/read/20140618/156617/hal-sepele-yang-perlu-diperhatikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: